BatamNow-Selain mengikuti anjuran mentaati protokol kesehatan, jaga jarak, pakai masker serta mencuci tangan dengan sabun, tubuh juga perlu diberikan asupan suplemen dan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Namun, banyak penelitian yang telah membuktikan pentingnya mineral dan vitamin tertentu untuk melawan infeksi suatu penyakit. Di antaranya:
1. Zinc
Kekurangan zinc atau seng membuat respons daya tahan tubuh saat terinfeksi penyakit jadi tidak memadai.
Sejumlah studi menunjukkan, pemberian suplemen zinc mengurangi risiko infeksi pernapasan akut sampai 35 persen, memperpendek durasi sakit flu sampai dua hari, dan mempercepat proses pemulihan saat sakit.
Dosis zinc yang diberikan dalam sejumlah studi tersebut berkisar antara 20 miligram per minggu sampai 92 miligram per hari.
Melansir Web MD, kebutuhan zinc untuk setiap orang berbeda-beda, tergantung jenis kelamin dan usia. Berikut perinciannya:
Anak usia 7 bulan-3 tahun: 3 mg/hari
Anak usia 4-8 tahun: 5 mg/hari
Anak usia 9-13 tahun: 8 mg/hari
Perempuan 14-18 tahun: 9 mg/hari
Laki-laki di atas 14 tahun: 11 mg/hari
Perempuan 19 tahun ke atas: 8 mg/hari
Ibu hamil: 11-12 mg/hari
Ibu menyusui: 12-13 mg/hari
Kebutuhan mineral ini umumnya dapat terpenuhi dengan mengonsumsi makanan mengandung zinc.
2. Vitamin C
Vitamin C dapat meningkatkan fungsi berbagai enzim dengan menjaga ion logam dalam tubuh.
Vitamin C juga bertindak sebagai antioksidan yang dapat mencegah kerusakan jaringan dan suplemen anti inflamasi (peradangan) saat tubuh melawan infeksi.
Studi membuktikan, suplemen vitamin C efektif mengantisipasi infeksi saluran pernapasan pada tentara, anak-anak, dan orang lanjut usia di AS, Uni Soviet, Inggris, dan Jepang.
Studi lain juga membuktikan efektivitas suplemen vitamin C juga dapat mengurangi tingkat keparahan penyakit dan kebutuhan penggunaan ventilator pada pasien komplikasi, luka bakar, infeksi paru-paru, dan penyakit jantung.
Dosis suplemen vitamin C yang diberikan pada pasien penyakit berat tersebut bervariasi mulai 1 gram per hari.
Namun hati-hati, pemberian vitamin C di atas 2 gram per hari di luar perawatan medis bisa membahayakan kesehatan.
3. Vitamin D
Bukti dan beberapa uji klinis membuktikan, pemberian suplemen vitamin D mengurangi tingkat keparahan saat pasien terserang infeksi saluran pernapasan karena virus.
Dari studi terlihat, pemberian suplemen vitamin D sampai 1.000 IU dapat membantu proses penyembuhan penyakit.
Orang dewasa dan orang tua kerap kekurangan mikronutrien bermanfaat ini. Padahal, mencukupi kebutuhan vitamin D ini sangat penting di tengah pandemi corona.
Vitamin D biasanya diproduksi kulit saat terkena sinar matahari. Akan tetapi, tinggal di rumah bisa mengurangi kecukupan vitamin D yang memadai.
Namun, Anda perlu bijak mengambil keputusan untuk mengonsumsi suplemen vitamin D. Pasalnya, banyak suplemen vitamin D yang melebihi batas aman konsumsi harian.
Alih-alih mendapatkannya dari suplemen, dapatkan kecukupan vitamin D dengan berjemur selama 15 menit per hari.
Sebelum mengonsumsi berbagai suplemen untuk daya tahan tubuh yang bagus untuk mencegah virus corona, baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter.

