BatamNow.com – Kapolsek Batu Ampar, Kompol Amru Abdullah menjelaskan terkait penghadangan mobil tangki air yang dikerahkan ABH ke Tanjung Sengkuang, Batu Ampar, Batam pada hari Minggu kemarin.
Kata Amru, pengadangan tangki air itu disebabkan adanya miskomunikasi antara warga yang menerima bantuan air itu, namun telah terselesaikan.
“Adanya miskomunikasi antar warga, namun sudah dilaksanakan pengamanan dan mediasi dengan cepat oleh pihak Polsek,” kata Amru menghubungi BatamNow.com melalui sambungan telepon, hari ini, Senin (16/02/2026).
“Perselisihan kecil yang terjadi di situ sudah di-clear-lah dan pendistribusian masih berlangsung hingga saat ini dengan aman,” katanya.

Batu Merah Juga Bergejolak
Bukan hanya di Kelurahan Tanjung Sengkuang, hal yang sama juga dirasakan warga di Kelurahan Batu Merah, kelurahan yang sama di Kecamatan Batu Ampar.
Pada Sabtu (14/02), warga Batu Merah melakukan aksi orasi kecil di wilayahnya.
Lalu Direktur Pengendalian Pengelolaan Lahan, Pesisir, dan Reklamasi BP Batam, Deny Tondano menemui warga.
Peristiwa tersebut juga di benarkan oleh Amru.
“Yang di Batu Merah kemarin, sempat bergejolak dan sempat mau melakukan aksi demo di depan kantor BP Batam,” ujarnya.
Namun, warga di sana meminta pejabat BP Batam, untuk turun menemui warga. Lalu turunlah Deny Tondano dan Mouris Limanto dan memberi penjelasan kepada warga.
“Warga meminta agar dipertemukan dengan pejabat BP Batam. Kemudian para pejabat BP Batam turun ke lapangan setelah diminta warga mendengar keluhan warga terkait persoalan air, dengan dijembatani melalui Polsek Batu Ampar,” ujar Amru.
Sementara yang turun hari itu, Deny Tondano merupakan Direktur Pengendalian Pengelolaan Lahan, Pesisir, dan Reklamasi, serta mantan Direktur Badan Usaha Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) periode tahun 2023-2025.
Sedangkan Moris Limanto merupakan Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam (2025 – sekarang).
“Terkait direktur apa yang turun, saya tidak bisa menjelaskan lebih lanjut lagi, karena itu bukan ranah saya,” kata Amru.
Diberitakan sebelumnya, kisruh krisis air kembali memanas hanya berselang dua pekan setelah Kepala BP Batam Amsakar Achmad berucap tidak ingin mendengar “isu air bersih (air minum)” di tahun 2026.
Keinginan Amsakar yang tak ingin mendengar isu air di tahun 2026 ia sampaikan pada saat Rapat Kerja Rancangan Awal Rencana Kerja (Ranja) Tahun 2027 yang digelar di Aula Balairungsari, Lantai 3 Gedung Bida Utama BP Batam, Batam Center, Rabu (04/02/2026).
Namun, dua minggu kemudian sengkarut krisis air bersih kembali memanas di wilayah Tanjung Sengkuang, yang akhirnya dapat diamankan.
Catatan BatamNow.com, para direktur di BP Batam seperti diam seribu bahasa saat dikonfirmasi jika terjadi kisruh pelayanan air tangki sebagai solusi pengganti air minum perpipaan hak masyarakat pelanggan yang lagi bermasalah.
Kondisi seperti itu kerap terjadi selama ini sehingga masyarakat konsumen air minum perpipaan ini kehilangan kesabaran karena tidak mendapat penjelasan dari BP Batam lewat media (pers).
Komunikasi dua arah, baik antara warga pelanggan dengan penyelenggara Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) BP Batam yang difasilitasi Kapolsek Batu Ampar dapat meredam suasana yang sempat memanas. (A)

