Tidak Ada Nomenklatur Varian IHU dalam Covid-19, Itu Nama Institut - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Tidak Ada Nomenklatur Varian IHU dalam Covid-19, Itu Nama Institut

06/Jan/2022 10:30
Malaysia Catat 2 Kasus Pertama Covid-19 varian Delta AY.4.2 dari Inggris

Ilustrasi varian Covid-19. (F: Shutterstock)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Beberapa hari terakhir ramai perbincangan tentang varian IHU. Banyak yang mengira ini adalah nama baru dari mutasi Covid-19, sebagaimana varian Alpha, Beta, Gamma, Delta, dan Omicron. Namun sebenarnya tidak seperti itu.

Dilansir Tempo.co, Direktur Pasca-Sarjana Universitas YARSI Jakarta, Tjandra Yoga Aditama mengatakan, sekarang ini, segala sesuatu tentang varian IHU baru berdasar pernyataan dari pakar di Prancis. Para pakar itu melaporkan beberapa kasus yang mereka curigai tertular Covid-19 strain B.1640.2.

“Karena pakar tersebut berafiliasi di IHU Méditerranée Infection, maka tersebar informasi kalau ini adalah varian IHU,” kata Tjandra Yoga dalam keterangan tertulis pada Rabu, 5 Januari 2022. IHU Méditerranée Infection terletak di Marseille, pesisir tenggara Prancis. IHU Méditerranée Infection melakukan berbagai riset tentang penyakit menular, seperti HIV, TBC, dan malaria.

“Tidak ada nomenklatur varian IHU dalam Covid-19 karena ‘IHU’ adalah nama institut yang salah satu stafnya melaporkan temuan,” kata Tjandra Yoga. “IHU juga bukan abjad Yunani yang biasa dijadikan patokan WHO untuk memberi nama varian baru SARS CoV-2 penyebab Covid-19.”

Sesusai aturan International Health Regulation, apabila ada kecurigaan tentang penyakit menular yang penting, maka yang resmi melaporkan ke WHO adalah “IHR focal point” di negara tersebut. “Tentu setelah melakukan analisis mendalam di dalam negeri,” kata Tjandra Yoga yang pernah menjadi “IHR focal point” Indonesia selama 5 tahun sejak 2009. Analisis tersebut juga berdasarkan pada laporan para pakar di negara tersebut. Jika hanya bertumpu pada satu pendapat, maka belum bisa menjadi laporan “IHR focal point” dari negara itu ke WHO.

Baca Juga:  Rekomendasi Kemendagri, Sumut Bakal Survei Herd Immunity Seperti Batam

Secara resmi, varian yang ditemukan di Prancis itu bernama B.1640 dan sudah dilaporkan oleh sejumlah negara sejak September 2021. WHO menggolongkan B.1640 sebagai Variant under Monitoring. Artinya, organisasi kesehatan dunia masih memonitor situasinya.

Jika tidak ada persoalan signifikan, maka masuk kategori “Formerly monitored variants”. Namun jika bermasalah atau memiliki karakter khusus yang berbahaya, masuk kelompok Variant of Interest. “Jadi, amati dulu perkembangan varian B.1640.2 ini. Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan dan apalagi panik karena analisis yang belum tentu tepat,” katanya. (*)

Berita Sebelumnya

Kawasan Lahan Hutan TWA Muka Kuning 901 Ha, Separo Sudah Dialokasikan

Berita Selanjutnya

Pembuatan Akun Kartu Prakerja Dibuka, PMO Imbau Masyarakat Waspada Penipuan

Berita Selanjutnya
Besok, Pendaftaran Prakerja Gelombang 11 Dibuka untuk 400 Ribu Orang

Pembuatan Akun Kartu Prakerja Dibuka, PMO Imbau Masyarakat Waspada Penipuan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com