BatamNow.com, Jakarta – Kerusuhan yang terjadi usai pertandingan sepakbola antara Arema Malang dengan Persebaya Surabaya, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, dikabarkan telah menewaskan sekitar 174 orang hingga Minggu (02/10/2022) siang.
Dalam catatan kelam sepakbola dunia, kerusuhan di Malang pada Sabtu (01/10) itu, menjadi yang terbesar kedua menelan korban jiwa, setelah insiden di Estadio Nacional, Lima, Peru, 24 Mei 1964, yang menewaskan 328 orang. Bahkan, tragedi di Stadion Kanjuruhan ini, melampui peristiwa mengenaskan di Stadion Hillsborough, Sheffield, Inggris, 15 April 1989, yang menelan korban jiwa mencapai 96 orang.
Insiden Kanjuruhan telah menggoreskan luka mendalam bagi persepakbolaan Indonesia yang rencananya akan menggelar hajatan besar yakni, Piala Dunia U-20 FIFA pada 20 Mei – 11 Juni 2023. Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari FIFA terkait tragedi di Malang tersebut. Bukan tidak mungkin Indonesia akan terkena sanksi oleh FIFA yang bisa berdampak pada penyelenggaraan Piala Dunia U-20 tersebut.
Menurut keterangan resmi Polda Jawa Timur dikatakan, sekitar 3.000 suporter Arema Malang menyerbu ke dalam stadion karena kecewa timnya kalah dari Persebaya dengan skor 3-2. Polisi berupaya menghadap massa yang sebagian membawa benda-benda tajam tersebut dengan menembakkan gas air mata.
Selain korban jiwa, dilaporkan 14 unit kendaraan yang mengalami kerusakan, 10 di antaranya merupakan kendaraan Polri.
Banyak pihak mengkaitkan kerusuhan tersebut dengan keputusan manajemen klub Arema Malang mengakhiri kontrak sponsor dengan salah satu perusahaan yang diduga bandar judi online sebagai sponsor.
Sebelumnya, tim berjulukan Singo Edan tersebut dilaporkan oleh Rio Johan Putra akademisi/dosen FEBIS Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) 1945 dan pecinta sepakbola ke Bareskrim Mabes Polri terkait kasus dugaan pelanggaran sponsorship judi online.
Diduga situs olahraga yang berafiliasi dengan situs judi bola online, menjadi sponsor Arema Malang. Hal serupa juga dilakukan dua klub lain yakni, PSIS Semarang dan Persikabo 1973, yang ikut dilaporkan ke polisi.
Ketiga klub itu dianggap telah bekerja sama untuk memasang sponsor yang berjenis rumah judi. Arema FC menjalin kerja sama dengan Bola88.fun yang berafiliasi dengan rumah judi Bola88.
Pihak manajemen Arema Malang mengatakan, “Arema FC resmi mengakhiri kerja sama dengan situs berita olahraga yang berafiliasi dengan situs judi online yang menjadi sponsor tim Singo Edan di Liga 1 musim ini”.
Manajer Bisnis Arema Yusiral Fitriadi mengakui, pihaknya ditawari untuk bekerja sama iklan oleh perusahaan tersebut.
Ketika dikonfirmasi, apakah ada kaitannya antara pemutusan sponsor judi online dengan kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya belum menyelidiki sampai ke arah itu.
“Kami belum menyelidiki sampai ke situ ya. Belum ada indikasi,” kata Dedi kepada BatamNow.com, di Jakarta, Minggu (02/10/2022).
Dikatakannya, saat ini pihak penyidik pun masih mendalami laporan yang disampaikan Rio Johan Putra. “Saya belum tahu perkembangannya. Nanti akan ditanyakan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menuturkan, dari kejadiannya nampaknya murni tindakan spontanitas supporter yang tidak bisa menerima kekalahan tim kesayangannya. “Saya belum melihat indikasi ke arah itu (keterkaitan dengan pemutusan kontrak dengan perusahaan judi online),” jelasnya kepada BatamNow, hari ini.
Sugeng meminta, aparat kepolisian mengusut kejadian ini sampai tuntas dan menemukan apa sebenarnya motif ‘penyerangan’ para supporter ini. “Apakah ada yang menggerakkan? Kalau benar ada, siapa? Semua harus dibongkar. Bayangkan, ada lebih dari 130 nyawa melayang sia-sia hanya gara-gara timnya kalah. Ini benar-benar harus diselidiki,” pintanya. (RN)

