'Travel Bubble' Bali-Bintan-Batam Ditargetkan Mulai Juni 2021 - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

‘Travel Bubble’ Bali-Bintan-Batam Ditargetkan Mulai Juni 2021

17/Apr/2021 16:38
‘Travel Bubble’ Bali-Bintan-Batam Ditargetkan Mulai Juni 2021

Menparekraf Sandiaga Uno mengungkapkan saat ini pembahasan travel bubble di kawasan Bali, Bintan, dan Batam (3B) memasuki tahap finalisasi. (F. Kemenparekraf)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyatakan pembukaan perjalanan secara terbatas (travel bubble) di Bali, Bintan, dan Batam (3B) ditargetkan mulai Juni 2021. Namun, penerapan kebijakan itu melihat situasi Covid-19 di kawasan tersebut.

Dilansir dari CNN Indonesia.com, “Ditargetkan memang Juni-Juli, sesuai arahan Presiden Jokowi. Tetapi kami melihat bahwa memang angka covid 19 itu yang nanti akan menentukan. Kalau terkendali dan dalam posisi kondusif, tentunya bisa kami realisasikan,” kata Sandi, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (17/04/2021).

Ia menjelaskan saat ini pembahasan travel bubble di kawasan 3B memasuki tahap finalisasi. Seperti pembahasan mengenai vaksinasi di kawasan tersebut dan Travel Corridor Arrangement (TCA).

TCA sendiri merupakan program pemerintah Indonesia yang bekerja sama dengan negara lain untuk kembali membuka pariwisata di tengah pandemi Covid-19.

“Juga melihat kesiapan negara pariwisata itu mulai dari Singapura, sampai beberapa negara yang kami ajak bicara,” kata Sandi.

Selain 3B, Sandi mengaku sudah menerima masukan daerah lain untuk menjadi kandidat travel bubble berikutnya. Di antaranya adalah Belitung, Yogyakarta dan Danau Toba.

“Itu juga ingin dimasukkan dalam tabel TCA. Tapi tentunya perlu, kayak Labuan Bajo itu lebih simple ya karena pisah dengan yang lain, tapi kalau yang daerah lain kami harus pastikan bisa menciptakan zona hijau. Ini yang nanti sama-sama kita bahas dengan pemangku kepentingan lain,” katanya.

Sampai saat ini, terdapat 10 sampai 12 juta pelaku pariwisata di Indonesia. Menurutnya ada tiga destinasi tulang punggung, yaitu Bali, Jabodetabek, dan Kepulauan Riau untuk penerimaan turis mancanegara.

Kemenparekraf tengah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan pihak lain untuk melakukan vaksinasi pelaku pariwisata di berbagai daerah. Bali menjadi salah satu daerah prioritas vaksinasi.

“Targetnya menurut saya hasil diskusi dengan pak Menkes dan atas arahan presiden, untuk Bali kami ingin sebelum Juni-Juli, tapi Jabodetabek dan Jogja juga kami prioritaskan. Kami ingin ini semua bisa dilakukan dalam jangka waktu tidak terlalu lama, enam bulan ke depan,” kata Sandi.(*)

Berita Sebelumnya

Tak Kembalikan Uang Investornya, PT Hapsibah Digugat di Pengadilan Negeri Batam

Berita Selanjutnya

Pemuda Katolik Komisariat Daerah Kepri Kupas Dokumen Abu Dhabi (Human Fraternity)

Berita Selanjutnya
Pemuda Katolik Komisariat Daerah Kepri Kupas Dokumen Abu Dhabi (Human Fraternity)

Pemuda Katolik Komisariat Daerah Kepri Kupas Dokumen Abu Dhabi (Human Fraternity)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com