Tsunami 20 M Potensi Hantam Jawa, Ini Kata LIPI - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

Tsunami 20 M Potensi Hantam Jawa, Ini Kata LIPI

21/Sep/2020 20:31
Tsunami 20 M Potensi Hantam Jawa, Ini Kata LIPI

Foto: Pemandangan udara dari kerusakan yang disebabkan oleh gempa bumi dan tsunami dekat Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia 4 Oktober 2018. REUTERS / Darren Whiteside

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow – Hasil riset Institut Teknologi Bandung (ITB) mengungkapkan jalur sepi gempa atau seismic gap di Samudera Indonesia tepatnya di Selatan Jawa berpotensi sebagai sumber gempa besar megathrust yang bisa menimbulkan tsunami setinggi 20 meter.

“Riset yang dipublikasikan oleh ITB ini memberikan alasan ilmiah yang kuat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana gempa dan tsunami di Samudera Hindia Selatan Jawa,” kata Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Nugroho Dwi Hananto di Jakarta, seperti dikutip dari CNNIndonesia.com Senin (21/9/2020).

Dia menerangkan, berdasarkan penelitian yang dilakukan tahun ini, ada struktur gundukan memanjang di daerah palung pada kedalaman 4-5 ribu meter dari permukaan laut. Penemuan ini membuatnya menduga bahwa hal ini menjadi penyebab tsunami di Kepulauan Mentawai pada Oktober 2010.

Dia juga mengatakan, gempa yang menyebabkan tsunami ini tergolong gempa menengah dengan kurang dari Magnitudo 8. Sementara itu, pada tahun 2006 terjadi tsunami besar yang melanda pantai selatan Jawa di Pangandaran dan sekitarnya. Kejadian ini yang belum diketahui dengan pasti bagaimana mekanisme detail pembangkitan dan penjalarannya.

Selanjutnya, dia meminta agar penelitian geosains kelautan dilakukan secara lebih detail, terstruktur dan masif harus dilakukan. Sebab menurutnya, penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan mitigasi bencana ke depan.

Adapun hasil penelitian ITB tersebut menurutnya bisa diikuti dengan penelitian lanjutan tentang tiga hal. Pertama adalah struktur zona megathrust di Selatan Jawa terutama di daerah-daerah yang ditengarai sebagai daerah sepi gempa (seismic gap) menggunakan perekaman seismometer bawah laut.

Kedua, pemetaan dasar laut mendetail di daerah seismic gap. Yang mana peta ini penting untuk mendapatkan model perambatan gelombang dan landasan tsunami.

Ketiga adalah penelitian struktur detail bawah permukaan dari daerah sepi seismik untuk mengetahui dimana saja terdapat struktur yang berpotensi untuk membangkitkan gelombang tsunami. Hal ini khususnya apabila terjadi gempa dengan skala menengah dan besar.

“Dengan demikian diharapkan diperoleh model zona megathrust yang lebih detail,” pungkasnya.

 

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Solusi Atasi Balap Liar di Kota Batam, New Normal Road Race Akan Diselenggarakan di Temenggung

Berita Selanjutnya

3 Tokoh Siap Menjegal, Prabowo Subianto Terancam Terjungkal

Berita Selanjutnya
3 Tokoh Siap Menjegal, Prabowo Subianto Terancam Terjungkal

3 Tokoh Siap Menjegal, Prabowo Subianto Terancam Terjungkal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com