UKW PWI Kepri 2026: 32 Wartawan Dinyatakan Kompeten, Aat Tekankan Kreativitas dan Kecepatan - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

UKW PWI Kepri 2026: 32 Wartawan Dinyatakan Kompeten, Aat Tekankan Kreativitas dan Kecepatan

19/Sep/2026 23:32
UKW PWI Kepri 2026: 32 Wartawan Dinyatakan Kompeten, Aat Tekankan Kreativitas dan Kecepatan
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Sebanyak 32 dari 36 peserta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) 2026 dinyatakan kompeten.

Hasil tersebut disampaikan Direktur UKW PWI, Aat Surya Safaat, saat penutupan UKW PWI Kepri 2026 di Balairung Sari Lantai III, Gedung BP Batam, Sabtu (19/9/2026).

Aat mengatakan, hingga saat ini jumlah anggota PWI yang telah dinyatakan kompeten melalui UKW mencapai 21.023 orang di seluruh Indonesia.

Ia mengapresiasi pelaksanaan UKW PWI Kepri, termasuk kerja panitia dan Ketua PWI Kepri Saibansyah Dardani yang dinilainya mampu membangun kerja sama tim dengan baik.

“Saya mengapresiasi panitia, Ketua PWI Kepri Pak Saibansyah, luar biasa teamwork-nya. Untuk semua teman-teman penguji, terima kasih,” ujar Aat.

Dalam kesempatan itu, Aat juga memberikan motivasi kepada para wartawan agar terus mengembangkan pola pikir kreatif dan positif dalam menjalankan profesinya.

Menurutnya, wartawan harus mampu menyampaikan fakta sekeras apa pun yang ditemukan di lapangan, tetapi tetap menggunakan bahasa jurnalistik yang santun.

“Menjadi wartawan itu harus creative thinking dan positive thinking. Se-ekstrem apa pun fakta di lapangan, wartawan harus bisa mengutarakannya, tetapi dengan bahasa yang santun,” katanya.

Aat kemudian menceritakan pengalamannya ketika masih menjadi Pemimpin Redaksi LKBN Antara. Saat terjadi demonstrasi besar di Jakarta pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, ia mencontohkan bagaimana fakta lapangan tetap dapat disampaikan tanpa menggunakan bahasa yang menyerang.

Ia memilih menuliskan bahwa mahasiswa mengharapkan pemerintah memenuhi janji Nawacita yang disampaikan saat kampanye.

“Dengan kata mengharapkan, Presiden membaca itu jadi senang, mahasiswa juga terwakili. Intinya, se-ekstrem apa pun fakta di lapangan, kita bisa memuatnya dengan bahasa yang santun,” ujarnya.

Selain kreativitas, Aat menekankan pentingnya kecepatan di era digital.

Ia menceritakan pengalamannya saat menghadiri kegiatan yang menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Ketika mendapatkan pernyataan yang dinilainya menarik, Aat memilih langsung menulis berita.

“Pak Luhut turun panggung, saya sudah delapan paragraf, sementara staf saya belum menulis satu kalimat pun. Sepuluh menit kemudian berita muncul dan sudah diedit,” katanya.

Menurut Aat, pengalaman tersebut menunjukkan wartawan harus mampu beradaptasi dengan tuntutan kecepatan informasi.

“Sekarang adu kecepatan menjadi keniscayaan,” tegasnya.

Ia juga membagikan pengalamannya saat meliput kegiatan Presiden ke-3 RI, BJ Habibie, di Washington, Amerika Serikat, pada 1996.

Saat itu, Aat mencari cara agar mendapatkan pernyataan eksklusif dari Habibie di tengah banyaknya wartawan asing. Karena belum tersedia telepon seluler seperti sekarang, ia memilih menunggu di depan toilet.

Strategi tersebut akhirnya membuat Aat mendapatkan kesempatan bertanya langsung kepada Habibie.

“Saya bisa mengalahkan wartawan-wartawan Amerika hanya karena kreativitas. Jadi, creative thinking dan positive thinking itu penting,” tuturnya.

32 Peserta Kompeten

UKW PWI Kepri 2026 berlangsung selama dua hari, 18-19 September 2026, dengan diikuti 36 peserta dari tiga jenjang kompetensi.

Pada jenjang Muda, sebanyak 15 peserta mengikuti ujian dan 13 orang dinyatakan kompeten.

Jenjang Madya diikuti 14 peserta, dengan 13 orang dinyatakan kompeten. Sementara jenjang Utama diikuti tujuh peserta dan enam orang dinyatakan kompeten.

Aat menegaskan, peserta yang belum dinyatakan kompeten masih memiliki kesempatan untuk mengikuti UKW kembali.

“Bukan karena tidak lulus, tetapi belum kompeten. Enam bulan ke depan bisa ikut lagi. Insya Allah ini pengalaman yang berharga,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan UKW PWI Kepri, termasuk BP Batam.

“Apa yang kita capai ini masih jauh dari apa yang kita cita-citakan untuk kebaikan. Manakala yang dicita-citakan itu baik serta mulia, pasti sulit ditempuh serta panjang jalannya,” katanya.

Aat kemudian menutup sambutannya dengan pantun:

Burung camar terbang melayang,
Hinggap sejenak di atas gapura.
Uji kompetensi telah kita tuntaskan,
Teruslah berkarya menyuarakan fakta untuk negara.

BP Batam Sebut Pers Mitra Strategis

Sementara itu, Deputy Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengapresiasi pelaksanaan UKW PWI Kepri 2026.

Menurutnya, kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut bukan sekadar agenda ujian, tetapi juga menjadi ruang belajar, bertukar pengalaman, serta memperkuat profesionalisme insan pers.

“Atas nama Kepala BP Batam Bapak Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Ibu Li Claudia Chandra, kami menyampaikan selamat dan apresiasi kepada PWI Kepri atas terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan ini dengan baik,” ujar Ariastuty.

Ia juga mengucapkan selamat kepada 32 peserta yang telah dinyatakan kompeten. Sementara bagi peserta yang belum kompeten, ia mengatakan masih terdapat kesempatan untuk memperbaiki diri dan mengikuti UKW kembali.

“Selalu ada kesempatan untuk kita memperbaiki diri,” katanya.

Ariastuty menegaskan bahwa pers merupakan mitra strategis pemerintah, termasuk bagi BP Batam.

Ia mengakui pemberitaan media terkadang menjadi tantangan bagi pemerintah. Namun, menurutnya, komunikasi antara pemerintah dan media perlu terus dibangun agar informasi yang disampaikan kepada publik dapat dipahami secara utuh.

“Teman-teman pers ini merupakan mitra strategis bagi kami, terutama di pemerintahan,” ujarnya.

Ariastuty juga meminta agar komunikasi antara media dan pemerintah tetap dibuka ketika wartawan hendak mengangkat isu yang dinilai sensitif.

“Komunikasikanlah terlebih dahulu dengan kami sebelum Anda menulis berita-berita tersebut. Telepon saya 24 jam terbuka,” katanya.

Meski demikian, Ariastuty menyatakan pemerintah tidak antipati terhadap pemberitaan maupun judul yang kritis. Menurutnya, komunikasi yang baik diperlukan agar tidak terjadi kesalahpahaman antara media dan pemerintah.

Ia berharap keberadaan wartawan yang kompeten dan pers yang berintegritas dapat menghasilkan informasi berkualitas bagi masyarakat Batam.

“Wartawan kompeten, pers berintegritas, informasi berkualitas, Batam akan semakin hebat,” ujarnya.

Kegiatan UKW PWI Kepri 2026 kemudian resmi ditutup Ariastuty Sirait setelah seluruh rangkaian kegiatan selama dua hari selesai dilaksanakan. (*)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Korupsi Mempermalukan Indonesia, DePA-RI Dorong Efek Jera dan Pengembalian Aset Negara

Berita Selanjutnya

PWI Kepri Beri Penghargaan Kepedulian Sosial dan Marwah kepada Lintong C Manurung

Berita Selanjutnya
PWI Kepri Beri Penghargaan Kepedulian Sosial dan Marwah kepada Lintong C Manurung

PWI Kepri Beri Penghargaan Kepedulian Sosial dan Marwah kepada Lintong C Manurung

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com