Varian Deltacron Muncul, Ini Negara Pertama Kali Ditemukan - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Varian Deltacron Muncul, Ini Negara Pertama Kali Ditemukan

by BATAM NOW
09/Jan/2022 21:09
Studi: Risiko Wafat karena Infeksi Covid B117 Lebih Tinggi

IIustrasi, mutasi Covid-19. (F: iStockphoto)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Siprus menjadi negara pertama yang kali menemukan adanya varian baru Covid-19. Varian ini disebut Deltacron, gabungan antara varian Delta dan Omicron.

Dilansir CNBCIndonesia.com, menurut peneliti yang menemukan varian ini, dinamakan deltacron karena secara genetik mirip dengan Omicron, sedangkan secara genom lebih mirip delta.

“Kita akan melihat di masa depan apakah strain ini lebih patologis atau lebih menular atau apakah akan menang melawan dua strain dominan, delta dan Omicron,” kata Leondios Kostrikis, profesor ilmu biologi di Universitas Siprus, dikutip dari CNBC International, Minggu (09/01/2022).

Hingga saat ini Kostrikis dan timnya telah menemukan 25 kasus Deltacron ini di Siprus. Namun namun masih terlalu dini untuk menyebut apakah jumlah kasus ini lebih banyak oleh varian ini atau menyebut jika varian ini lebih berbahaya atau tidak.

Kini para peneliti ini telah mengirimkan data yang mereka miliki ke GISAID, database internasional yang melacak virus.

Munculnya varian deltacron di saat penyebaran Omicron sedang tinggi di seluruh dunia. Penyebaran Omicron yang memiliki karakteristik sangat cepat ini telah menyebabkan meningkatnya penyebaran kasus baru di banyak negara di dunia.

Baca Juga:  Rudal India Tak Sengaja Ditembakkan ke Pakistan

Di Indonesia, mengacu pada data Kementerian Kesehatan per Jumat (07/01), telah terdapat 318 kasus akibat varian omicron ini. Sebanyak 295 kasus impor dan 23 kasus transmisi lokal. (*)

Berita Sebelumnya

Ombudsman Endus Potensi Maladministrasi Perizinan Kawasan Hutan di Indonesia. Bagaimana di Batam?

Berita Selanjutnya

Bertambah 75, Total Kasus Varian Omicron Jadi 414

Berita Selanjutnya
Prof Wiku: Penyintas Corona Varian Omicron Tak Lagi Menularkan ke Orang Lain

Bertambah 75, Total Kasus Varian Omicron Jadi 414

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com