BatamNow.com – Perjuangan demi perjuangan ibarat “surut kita berpantang”, dilakukan warga masyarakat Pulau Rempang-Galang untuk mempertahankan tanah sejarah mereka.
Meski BP Batam berupaya keras sejak tahun 2023, namun warga kukuh tak mau digusur-geser dari tanah leluhur mereka, khususnya masyarakat Melayu di 16 kampung di sana.
Pun berbagai intimidasi dan teror datang silih berganti,— sebagaimana mereka keluhkan selama ini, justru warga di sana malah semakin solid berjuang bersama mempertahankan tanah kelahiran mereka.
Berjuang terus dengan berbagai cara damai untuk menyuarakan eksistensi hak dan kedaulatannya atas tanah leluhurnya agar tidak “ditendang” investasi Tiongkok lewat Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City itu.
Hari ini, Minggu (20/10/2024) sekira pukul 14.00, tepat di hari pelantikan presiden terpilih dan wakilnya di Jakarta, mereka yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Rempang Galang Bersatu (AMAR-GB) akan membacakan surat terbuka buat Presiden Terpilih Prabowo Subianto.
Surat terbuka itu akan mereka baca dan kumandangkan secara ramai-ramai, dari sekretariat aliansi di Kampung Sembulang Hulu, Kecamatan Galang, Kota Batam.
Selanjutnya, direncanakan, surat warga Rempang itu akan dikirimkan secara resmi kepada presiden lewat Kementerian Sekretariat Negara.
Seperti apa isi atau narasi surat yang akan mereka sampaikan?
Wartawan media ini akan mencoba melaporkan dari sekretariat aliansi nun jauh di Pulau Rempang sana.

Masyarakat Rempang dan Galang, belum lama ini mendeklarasikan pendirian aliansi kemasyarakatan tersebut.
Aliansi sebagai wadah bersama untuk menolak PSN Rempang Eco-City yang dinilai merampas tanah kampung halaman mereka hanya untuk kepentingan investasi. (red)

