BatamNow.com – Perwakilan warga Rempang yang menolak relokasi dan PSN Rempang Eco-City, menggelar unjuk rasa di depan Mapolda Kepri, Kecamatan Nongsa, Kamis (27/02/2025) siang.
Rombongan disebut berjumlah ±100 warga itu berangkat menggunakan 2 unit bus dari kampung nun jauh di Pulau Rempang, terpaut ±70 kilometer ke Mapolda Kepri.
Di depan Mapolda Kepri, warga berbaris dan memegang poster berisi narasi beragam. Mulai dari ungkapan menolak relokasi/ digeser, penolakan PSN Rempang Eco-City, hendikan kriminalisasi, pengusutann dugaan penyerangan kampun goleh puluhan orang, dan lainnya.
Perwakilan warga pun berorasi dalam aksi tersebut, ditujukan kepada Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin yang baru dilantik pada awal bulan ini.
“Kepada bapak Kapolda yang baru. Kami masyarakat Rempang pak. Kami datang dari jauh, Kami datang ke sini pak, kami ingin mengadakan keadilan. Di mana keadilan selama ini, pak? Selama ini kami masyarakat Rempang tidak pernah dapat keadilan!” seru orator.
Senada, warga yang menjadi perwakilan perempuan juga menyampaikan permintaan penegakan keadilan terhadap mereka.
“Kepada bapak Kapolda yang terhormat, tolong tegakkan keadilan untuk kami warga Rempang. Tegakkan!” ucapnya.
“Tegakkan!” jawab warga yang hadir.
Orator dan warga juga menyampaikan penolakan mereka terhadap PSN.
@batamnow Perwakilan warga Rempang yang menolak relokasi dan PSN Rempang Eco-City, menggelar unjuk rasa di depan Mapolda Kepri, Kecamatan Nongsa, Kamis (27/02/2025) siang. Rombongan disebut berjumlah ±100 warga itu berangkat menggunakan 2 unit bus dari kampung nun jauh di Pulau Rempang, terpaut ±70 kilometer ke Mapolda Kepri. Di depan Mapolda Kepri, warga berbaris dan memegang poster berisi narasi beragam. Mulai dari ungkapan menolak relokasi/ digeser, penolakan PSN Rempang Eco-City, hendikan kriminalisasi, pengusutann dugaan penyerangan kampun goleh puluhan orang, dan lainnya. Perwakilan warga pun berorasi dalam aksi tersebut, ditujukan kepada Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin yang baru dilantik pada awal bulan ini. “Kepada bapak Kapolda yang baru. Kami masyarakat Rempang pak. Kami datang dari jauh, Kami datang ke sini pak, kami ingin mengadakan keadilan. Di mana keadilan selama ini, pak? Selama ini kami masyarakat Rempang tidak pernah dapat keadilan!” seru orator. Baca selengkapnya melalui link di Bio. #batam #rempang #galang #barelang #batamnow #batamdaily #batamhits #batampunyacerita #semuatentangbatam #batamsirkel #batamnews #batamhariini #bpbatam #sembulang #walhi #walhiriau @alimas.rempanggalangber1 ♬ original sound – BatamNow.com
Usai aksi, Aris perwakilan warga juga menjelaskan maksud kedatangan mereka ke Mapolda Kepri.
Salah satu contoh yang mereka tuntut penegakan keadilan adalah tekait penanganan bentrokan antara karyawan PT MEG dengan warga pada 18 September 2024.
“Jadi kami mohon kasus itu diangkat sampai hari ini. Kalau memang Polresta tidak bisa, biar Kapolda menangani masalah ini,” katanya.
Lainnnya, tekait penanganan kasus dugaan penyerangan oleh puluhan orang terhadap kampung dan posko warga di Rempang pada 18 Desember 2024.
“Kan kalau tidak ada api, masak ada asapnya. Terus kejadian itukan bermula dari orang-orang itu, orang PT MEG, masyarakat marah. Terus masyarakat juga yang disalahkan. Jadi kami mohon keadilan,” terang Aris.
Menurutnya, warga berharap kepada Kapolda Asep Safrudin untuk memberi keadilan.
“Sangat-sangat menyimpan harapan banyak kepada bapak Kapolda yang baru disumpah, yang baru dilantik. Tegakkan keadilan bagi kami warga Rempang. Karena selama ini kami merasa, tidak ada keadilan untuk kami warga Rempang, padahal kami termasuk bagian dari NKRI,” kata Roziana.
Ia katakan, warga saat ini merasa penegakan hukum seperti hanya tajam ke warga Rempang yang sudah dua tahun ini berjuang menolak relokasi dan PSN Rempang Eco-City.
Usai menyampaikan orasi, warga Rempang ‘balik kanan’ dari Mapolda Kepri. (*)

