Warga Rempang: Ditembak Mati pun Kami Tak Keluar dari Tanah Ulayat - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Warga Rempang: Ditembak Mati pun Kami Tak Keluar dari Tanah Ulayat

by BATAM NOW
28/Sep/2023 15:32
Warga Rempang: Ditembak Mati pun Kami Tak Keluar dari Tanah Ulayat
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Deadline pengosongan Pulau Rempang pada 28 September 2023, bertepatan di hari Maulid Nabi Muhammad, ternyata belum terlaksana.

“Tak segenting yang sempat di gembar-gembor selama ini oleh BP Batam,” laporan langsung wartawan BatamNow.com dari Pulau Rempang, Kamis (28/09/2023).

Disampaikan, misalnya, kondisi di Kampung Pasir Merah, Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Kota Batam per 28 September 2023 masih sediakala.

Kampung ini salah satu yang disebut Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, yang terdampak sehingga akan digeser 3 kilometer.

Namun posisi dan kondisi rumah dan beberapa bangunan warga di sana masih berdiri kokoh hingga 28 September 2023.

Justru warga Rempang yang awalnya merespons investasi tapi menolak relokasi, kini berbalik menolak rencana investasi di Rempang dan minta dipindah saja dan 16 kampung masyarakat adat Melayu tak mau digeser sejengkal pun.

Itu ihwal yang disampaikan warga Rempang termasuk emak-emak yang berkumpul di Kampung Pasir Merah, Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Batam, hari ini, Kamis (28/09/2023) siang.

Menurut warga dan Baidah yang sudah keturunan keempat dari trah keluarganya ini, tawaran rumah tipe 45 dan uang tidak menggoyahkan keteguhan mereka mempertahankan kampung nenek moyangnya.

“Harga mati kami tidak mau dipindah ke mana-mana. Harga mati tolak relokasi, tolak penggeseran, kami tetap mau di kampung kami. Ditembak mati pun kami tak akan keluar dari kampung kami, ini tanah ulayat kami,” ucap para emak-emak warga Pulau Rempang direkam langsung wartawan media ini.

Kini rencana pengosongan 16 kapung, tampak, tak berjalan meski sudah dipatok BP Batam bersama tim gabungan yang melibatkan polisi dan TNI.

Karena relokasi dinilai deadlock, warga pun meminta investasinya sajalah yang dipindah karena menimbulkan kegaduhan dan meresahkan. (tim)

Berita Sebelumnya

TPKM Purelang Bilang, “Bergerak Setelah Ada yang Mati Dulu”

Berita Selanjutnya

Warga Kampung-kampung di Rempang Masih Ketakutan Direlokasi, Nelayan Tak Nyaman Melaut

Berita Selanjutnya
Warga Kampung-kampung di Rempang Masih Ketakutan Direlokasi, Nelayan Tak Nyaman Melaut

Warga Kampung-kampung di Rempang Masih Ketakutan Direlokasi, Nelayan Tak Nyaman Melaut

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com