BatamNow.com – Puluhan Warga Kampung Agas, Kelurahan Tanjung Uma, yang mengalami krisis air minum perpipaan, mendatangi kantor PT Air Batam Hilir (ABH) di Komplek Batam Square Blok D Nomor 2, Batam Center, pada Senin (24/11/2025).
Hadir sekitar 30 orang warga dari RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 06 di RW 04 kelurahan di Kecamatan Lubuk Baja itu. Mereka menyampaikan keluhan bahwa air perpipaan SPAM tak mengalir selama bertahun-tahun ini.
Pantauan di lokasi, beberapa warga bahkan membawa perlengkapan mandi, hendak menumpang membasuh diri di kantor PT ABH.
“Sengaja saya bawa perlengkapan mandi. Rencana saya mau mandi di sini, tapi nggak ditawarkan. Kalau ditawarkan aku mandi sekarang,” ujar Priono, Ketua RT 01 yang hadir, sambil menenteng handuk di pundak serta memegang sabun dan sikat gigi, di depan Kantor PT ABH.
Yang menjadi pertanyaan warga, kondisi krisis air di Tanjung Uma ini terjadi sejak pergantian dari pengelola lama yakni PT Adhya Tirta Batam (ATB) ke PT ABH. Setelah transisi itu, kalau pun air mengalir, itu saat tengah malam namun tak lama.
Selama krisis tersebut, warga harus merogoh kocek mengeluarkan uang untuk membeli air yang menjadi kebutuhan vital.
“Tengah malam mau hidup tapi tidak lancar, itu pun hanya sebentar saja. Makanya kami beli air 15 ribu per drum dari tetangga yang airnya jalan. Kami meminta untuk ABH dan SPAM untuk turun mengecek dan mencarikan solusi supaya airnya lancar,” ujarnya.
@batamnow Puluhan Warga Kampung Agas, Kelurahan Tanjung Uma, yang mengalami krisis air minum perpipaan, mendatangi kantor PT Air Batam Hilir (ABH) di Komplek Batam Square Blok D Nomor 2, Batam Center, pada Senin (24/11/2025). Hadir sekitar 30 orang warga dari RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 06 di RW 04 kelurahan di Kecamatan Lubuk Baja itu. Mereka menyampaikan keluhan bahwa air perpipaan SPAM tak mengalir selama bertahun-tahun ini. Pantauan di lokasi, beberapa warga bahkan membawa perlengkapan mandi, hendak menumpang membasuh diri di kantor PT ABH. “Sengaja saya bawa perlengkapan mandi. Rencana saya mau mandi di sini, tapi nggak ditawarkan. Kalau ditawarkan aku mandi sekarang,” ujar Priono, Ketua RT 01 yang hadir, sambil menenteng handuk di pundak serta memegang sabun dan sikat gigi, di depan Kantor PT ABH. Yang menjadi pertanyaan warga, kondisi krisis air di Tanjung Uma ini terjadi sejak pergantian dari pengelola lama yakni PT Adhya Tirta Batam (ATB) ke PT ABH. Setelah transisi itu, kalau pun air mengalir, itu saat tengah malam namun tak lama. Selama krisis tersebut, warga harus merogoh kocek mengeluarkan uang untuk membeli air yang menjadi kebutuhan vital. “Tengah malam mau hidup tapi tidak lancar, itu pun hanya sebentar saja. Makanya kami beli air 15 ribu per drum dari tetangga yang airnya jalan. Kami meminta untuk ABH dan SPAM untuk turun mengecek dan mencarikan solusi supaya airnya lancar,” ujarnya. Sementara Corporate Communication (Corcom) PT Air Batam Hilir, Ginda Alamsyah, saat ditemui awak media, mengklaim bahwa pihaknya sangat memahami keluhan dan kebutuhan warga. Sebagai operator dan pelaksana pemeliharaan sistem penyediaan air minum (SPAM) Batam, katanya, PT ABH menegaskan komitmen untuk segera berkoordinasi dengan badan usaha Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Badan Pengusahaan (BP) Batam. “Kami memahami sepenuhnya keresahan warga dan PT ABH akan berkoordinasi dengan BU SPAM untuk melakukan pengecekan lapangan secara menyeluruh, termasuk kondisi aliran dan jaringan pipa, agar solusi terbaik dapat segera ditentukan,” ujar Ginda. Ginda juga mengatakan ini kali kedua warga datang ke kantor PT ABH. Sebelumnya pada Februari lalu. Menurutnya, setelah itu sudah dilakukan rekayasa pengaturan dan penyeimbangan aliran ke wilayah tersebut namun nampaknya tidak begitu signifikan sehingga sehingga warga datang kembali. “Kami akan berkordinasi dengan SPAM Batam dan pihak terkait dan dalam minggu ini kami akan turun langsung ke lokasi,” ujarnya. Pelayanan Air Jadi Program Prioritas Amsakar-Li Claudia Sebelum terpilih menjadi Wali Kota Batam dan dilantik menjadi Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan wakilnya Li Claudia Chandra menyatakan bahwa optimalisasi pengembangan dan pelayanan air bersih menjadi urutan pertama dari 15 program prioritas mereka. Namun hingga kini, atau sekitar 9 bulan setelah Amsakar-Li Claudia memimpin Batam, pelayanan air perpipaan yang telah menjadi masalah sejak era sebelumnya itu belum dapat diatasi. Dikonfirmasi terkait hal ini, Amsakar menjawab singkat melalui pesan WhatsApp. “Silahkan Ke humas kami ya pak, saya sedang Meeting soal Sampah,” katanya, kepada BatamNow.com, Senin (24/11/2025). Sementara konfirmasi yang sama juga telah di kirim kepada “anak buah” Amasakar. Namun belum ada jawaban dari Anggota/ Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait; Direktur Badan Usaha SPAM, Fasilitas, dan Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana; maupun Kepala Biro Umum BP Batam, Muhamad Taofan. Baca selengkapnya di BatamNow.com #batam #batamnow #fypdong #batamhits #batamtiktok #semuatentangbatam #batampunyacerita #batamnews #batamviral #spambpbatam #amsakarachmad #liclaudiachandra ♬ original sound – BatamNow.com
PT ABH Beri Janji: Minggu Ini ke Lokasi
Sementara Corporate Communication (Corcom) PT Air Batam Hilir, Ginda Alamsyah, saat ditemui awak media, mengklaim bahwa pihaknya sangat memahami keluhan dan kebutuhan warga.
Sebagai operator dan pelaksana pemeliharaan sistem penyediaan air minum (SPAM) Batam, katanya, PT ABH menegaskan komitmen untuk segera berkoordinasi dengan badan usaha Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Badan Pengusahaan (BP) Batam.
“Kami memahami sepenuhnya keresahan warga dan PT ABH akan berkoordinasi dengan BU SPAM untuk melakukan pengecekan lapangan secara menyeluruh, termasuk kondisi aliran dan jaringan pipa, agar solusi terbaik dapat segera ditentukan,” ujar Ginda.
Ginda juga mengatakan ini kali kedua warga datang ke kantor PT ABH.
Sebelumnya pada Februari lalu. Menurutnya, setelah itu sudah dilakukan rekayasa pengaturan dan penyeimbangan aliran ke wilayah tersebut namun nampaknya tidak begitu signifikan sehingga sehingga warga datang kembali.
“Kami akan berkordinasi dengan SPAM Batam dan pihak terkait dan dalam minggu ini kami akan turun langsung ke lokasi,” ujarnya.

Pelayanan Air Jadi Program Prioritas Amsakar-Li Claudia
Sebelum terpilih menjadi Wali Kota Batam dan dilantik menjadi Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan wakilnya Li Claudia Chandra menyatakan bahwa optimalisasi pengembangan dan pelayanan air bersih menjadi urutan pertama dari 15 program prioritas mereka.
Namun hingga kini, atau sekitar 9 bulan setelah Amsakar-Li Claudia memimpin Batam, pelayanan air perpipaan yang telah menjadi masalah sejak era sebelumnya itu belum dapat diatasi.
Dikonfirmasi terkait hal ini, Amsakar menjawab singkat melalui pesan WhatsApp. “Silahkan Ke humas kami ya pak, saya sedang Meeting soal Sampah,” katanya, kepada BatamNow.com, Senin (24/11/2025).
Sementara konfirmasi yang sama juga telah di kirim kepada “anak buah” Amasakar. Namun belum ada jawaban dari Anggota/ Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait; Direktur Badan Usaha SPAM, Fasilitas, dan Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana; maupun Kepala Biro Umum BP Batam, Muhamad Taofan.

Sebelum aksi warga Tanjung Uma, pada September lalu warga dari Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, yang menyampiakan keluhan soal air tak mengalir melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kota Batam.
Amsakar, dalam rapat, meminta keseriusan PT ABH untuk menyelesaikan persoalan distribusi air. Bahkan, ia mengungkap potensi mempertimbangkan kelanjutan kerja sama dengan mitra BP Batam itu bila tak bisa menyelesaikan krisis air.
“Kalau tidak juga dapat diselesaikan, ya kami mesti mempertimbangkan kerja sama ini, mau lanjut atau tidak? Saya memerlukan keseriusan. Sebab bagi kami ini kalau sudah keluar dari sini Pak, tidak ada kata mundur,” ujar Amsakar.
Solusi sementara yang diberikan kepada warga Tanjung Sengkuang, Batu Ampar, adalah BP Batam menyalurkan air menggunakan toren berkapasitas 20.000 liter yang ditempatkan di beberapa titik, serta mengirim truk tangki air ke kawasan terdampak. (H)

