Waspada Virus Baru Menyebar di Jepang, Menginfeksi Manusia - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Waspada Virus Baru Menyebar di Jepang, Menginfeksi Manusia

06/Okt/2021 17:03
Waspada Virus Baru Menyebar di Jepang, Menginfeksi Manusia

Ilustrasi warga Jepang. (F: AP/ Eugene Hoshiko)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Virus baru membuat heboh di Jepang. Para peneliti menemukan virus baru yang bisa menimbulkan penyakit yang menginfeksi manusia.

Dilansir dari CNBCIndonesia.com, dinamai Yezo, virus ini menular melalui gigitan kutu. Penyakit yang disebabkan memiliki sejumlah gejala, mulai dari demam, penurunan trombosit sel darah merah dan darah putih.

Hal ini terungkap pertama kali kala seorang pria berusia 41 tahun dirawat tahun 2019. Ia mengeluh demam dan nyeri kaki, setelah digigit kutu saat berjalan di Hutan Hokkaido.

Ia dipulangkan setelah dirawat dua minggu. Namun tahun berikutnya, gejala serupa muncul ke seorang pasien baru setelah digigit hewan yang sama.

Hal ini membuat peneliti melakukan kajian di Universitas Hokkaido. Mereka menemukan jejak virus Yezo di lima pasien lagi sejak tahun 2014 namun kali ini dengan tanda lain, fungsi hati yang abnormal.

“Setidaknya tujuh orang telah terinfeksi virus baru ini di Jepang,” kata ahli virologi Institut Internasional untuk Pengendalian Zoonosis Keita Matsuno dalam pernyataan pers Universitas Hokkaido, dikutip Newsweek dari jurnal Nature Communications, Rabu (06/10/2021).

Baca Juga:  KPAI Apresiasi Pemerintah Indonesia yang Buka Akses Pendidikan Bagi Anak-anak Pengungsi Luar Negeri

Saat ini, memang belum ada kematian dilaporkan terkait virus Yezo. Namun peneliti mengharapkan penelitian dilakukan di seluruh Jepang.

“Semua kasus infeksi virus Yezo yang kami ketahui sejauh ini tidak menyebabkan kematian, tetapi kemungkinan besar penyakit itu ditemukan di luar Hokkaido, jadi kami perlu segera menyelidiki penyebarannya,” kata peneliti uiversitas lagi.(*)

Berita Sebelumnya

Di Batam, Jumlah Duda Bertambah Imbas Perceraian

Berita Selanjutnya

Ke Mana Kadisperindag Gustian Riau Pasca Kisruh di SPBU Tanjung Riau?

Berita Selanjutnya
Mengatasi Kelangkaan Premium, Disperindag Batam Berencana Luncurkan Kartu Kendali BBM

Ke Mana Kadisperindag Gustian Riau Pasca Kisruh di SPBU Tanjung Riau?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com