WHO Imbau untuk Tidak Mencampur Vaksin Covid-19 Beda Merek - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

WHO Imbau untuk Tidak Mencampur Vaksin Covid-19 Beda Merek

by BATAM NOW
13/Jul/2021 16:51
Kemenkes: Masih Ada Risiko Terpapar Covid Meski Sudah Vaksin

Sejumlah tenaga kesehatan mengikuti vaksinasi dosis pertama vaksin Covid-19 Sinovac di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (04/02/2021). (F: Antara)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau masyarakat untuk tidak sembarang mencampurkan penggunaan vaksin Covid-19 dari beda merek.

Dilansir CNN Indonesia, Kepala Tim Ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan menyebut perilaku mencampur vaksin beda merek tersebut sebagai ‘tren yang berbahaya’.

Hingga saat ini, belum ditemukan bukti mengenai efeknya untuk kesehatan.

“Ada tren yang berbahaya saat ini. Kita saat ini belum memiliki bukti soal mencampur dan mencocokkan [vaksin beda merek],” ujar Soumya, dalam sebuah pertemuan daring, melansir Reuters.

Hal ini, lanjut Soumya, akan membuat situasi menjadi kacau di negara-negara yang membiarkan warganya mengambil vaksin dosis kedua, ketiga, dan keempat dengan beda merek.

Hingga saat ini, sudah ada beberapa jenis vaksin yang diproduksi di dunia. Mulai dari Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, Sinopharm, Moderna, hingga Johnson & Johnson. Keempat di antaranya telah digunakan di Indonesia.

Dari sana muncul pertanyaan, bolehkah menggunakan vaksin beda merek?

Sebuah penelitian yang dilakukan Oxford University menemukan bahwa menggabungkan dua vaksin Covid-19 yang berbeda merek dapat memberikan perlindungan yang baik bagi tubuh dalam melawan virus corona.

Baca Juga:  Tips Menghindari Kode QR Palsu Potensi Curi Data

Belakangan, beberapa negara juga mencoba menggabungkan penggunaan dua merek vaksin berbeda.

Soumya menegaskan baahwa hingga saat ini belum ada bukti cukup untuk merekomendasikan pemberian vaksin beda merek.

Hingga saat ini, WHO masih menganjurkan penggunaan vaksin yang sama.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh dokter spesialis penyakit dalam konsultan alergi imunologi, Iris Rengganis.

Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui khasiat dan keamanan dari pemberian dua vaksin dengan merek berbeda.

“Belum ada cukup bukti. Kita belum tahu manfaat dan efek sampingnya kalau diberikan demikian,” ujar Iris, dalam sebuah wawancara dengan CNNIndonesia.com.

Selain itu, lanjut Iris, diperlukan juga kajian mengenai efek samping dari pemberian vaksin beda merek.

Pasalnya, setiap vaksin Covid-19 dibuat dengan komposisi yang berbeda.

Contohnya pada kasus Sinovac dan AstraZeneca. Sinovac mengandung partikel virus SARS-CoV-2 yang tidak aktif. Sementara AstraZeneca dibuat dengan rekombinan (adenovirus) virus corona. Hal ini membuat cara kerja vaksin dan efektivitasnya pun akan berbeda.(*)

Berita Sebelumnya

Latihan Penciuman Atasi Anosmia Akibat Covid-19, Cuma Perlu 20 Detik

Berita Selanjutnya

Meledak Lagi! Hari Ini Covid-19 RI Cetak Rekor 47.899 Kasus

Berita Selanjutnya
1 Juni 2021, Kasus Covid-19 Batam Naik 124 Positif. Berikut Tips Menjaga Kesehatan Selama Pandemi

Meledak Lagi! Hari Ini Covid-19 RI Cetak Rekor 47.899 Kasus

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com