WHO: Orang Terjebak 'Rasa Aman Palsu' Setelah Vaksin Covid - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

WHO: Orang Terjebak ‘Rasa Aman Palsu’ Setelah Vaksin Covid

26/Nov/2021 05:43
WHO: Orang Terjebak ‘Rasa Aman Palsu’ Setelah Vaksin Covid

Ilustrasi. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. (F: CNBC Indonesia)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Pandemi Covid-19 belum berakhir hingga kini. Namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut tidak sedikit orang di dunia yang jatuh ke dalam ‘rasa aman palsu’ (false sense of security) setelah divaksinasi.

Dilansir CNBCIndonesia.com, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan banyak orang yang sudah divaksinasi berpikir bahwa setelah disuntik mereka tidak perlu tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) seperti mengenakan masker, mencuci tangan hingga menjaga jarak.

“Di banyak negara dan komunitas, kami khawatir tentang rasa aman palsu bahwa vaksin telah mengakhiri pandemi, dan bahwa orang yang divaksinasi tidak perlu mengambil tindakan pencegahan lainnya,” kata Tedros dalam jumpa pers di Jenewa, Rabu (24/11/2021).

“Vaksin menyelamatkan nyawa, tetapi tidak sepenuhnya mencegah penularan,” tambahnya, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.

Tedros memaparkan data bahwa sebelum kedatangan virus corona varian Delta, vaksin mengurangi penularan sekitar 60%. Namun setelah hadirnya varian ini, itu turun menjadi sekitar 40%. Varian Delta kini menjadi dominan di seluruh dunia.

“Kami tidak dapat mengatakan ini dengan cukup jelas: bahkan jika Anda telah divaksinasi, terus lakukan tindakan pencegahan untuk mencegah diri Anda sendiri terinfeksi, dan menginfeksi orang lain yang dapat meninggal,” lanjutnya.

Baca Juga:  Tim Keabsahan Rampung Verifikasi dan Validasi 2.302 Atlet serta 669 Ofisial Porprov Kepri 2022

“Itu berarti memakai masker, menjaga jarak, menghindari keramaian dan bertemu orang lain di luar jika Anda bisa, atau di ruang yang berventilasi baik di dalam.”

‘Rasa aman palsu’ ini terjadi di banyak wilayah dunia, salah satunya terjadi di Eropa. Direktur kedaruratan WHO Michael Ryan mengatakan bahwa situasi pandemi di Eropa mengalami kemunduran karena adanya peningkatan yang mengkhawatirkan dalam kasus infeksi dan rawat inap terkait Covid-19.

“Orang-orang di Eropa kembali ke tingkat percampuran sosial sebelum pandemi,” katanya. “Kenyataannya adalah virus akan terus menular secara intens di lingkungan itu.”

Eropa kembali menjadi pusat pandemi akibat varian Delta, penyerapan vaksin yang lambat di beberapa negara di blok tersebut, cuaca yang lebih dingin, serta pelonggaran pembatasan dan prokes yang mengendur.

Eropa mencatat lebih dari 2,4 juta kasus baru minggu lalu, naik 11% pada minggu sebelumnya. Di Jerman, infeksi naik 31%.

Hingga kini dunia mencatat total 259.881.780 kasus infeksi, dan 5.195.428 kematian, menurut data Worldometers. (*)

Berita Sebelumnya

Ada Orangtua Bantah Terjadi Kekerasan di SPN Dirgantara Batam, Pemerhati Anak: Kan Tidak Semua Jadi Korban

Berita Selanjutnya

Arab Izinkan RI Masuk Langsung Per 1 Desember 2021

Berita Selanjutnya
Detail Kuota Umrah, Protokol Kesehatan, dan Kenaikan Biaya saat Pandemi Covid-19

Arab Izinkan RI Masuk Langsung Per 1 Desember 2021

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com