ZA Penyerang Mabes Polri Dapat Senjata dari Eks Napiter Aceh - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

ZA Penyerang Mabes Polri Dapat Senjata dari Eks Napiter Aceh

06/Apr/2021 10:00
ZA Penyerang Mabes Polri Dapat Senjata dari Eks Napiter Aceh

IIustrasi. ZA saat menyerang Mabes Polri di Jakarta . (F: Arsip Istimewa)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Polri menyatakan bahwa penjual senjata kepada ZA untuk menyerang Mabes Polri adalah Muchsin Kamal alias Imam Muda yang merupakan mantan narapidana terorisme (napiter) di wilayah Aceh pada 2010.

Dilansir dari CNNIndonesia.com, “Benar, yang bersangkutan eks napiter Jalin Jantho, Aceh tahun 2010,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono saat dikonfirmasi, Senin (05/04/2021).

Namun demikian, Rusdi tak merinci lebih lanjut mengenai keterlibatan teror yang pernah dilakukan oleh MA sehingga menjadi narapidana. Hingga saat ini, polisi masih mendalami keterlibatan MA dalam   aksi penyerangan Mabes beberapa hari lalu.

Diketahui, pada 2010 sempat terjadi pelatihan militer di wilayah Jalin Jantho, Aceh Besar. Pimpinan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), Oman Rochman alias Aman Abdurrahman terlibat dalam peristiwa itu.

Kamp pelatihan militer Jantho didirikan oleh aliansi kelompok ekstremis dari berbagai daerah yakni Aceh, Medan, Solo, Malang, Bima, Poso, dan sejumlah daerah di Jawa Timur yang dikendalikan oleh Dulmatin.

Pendiri kamp pelatihan militer ini merupakan pendukung Ayman al-Zawahiri, tokoh Al-Qaeda yang tewas ditembak pasukan Amerika Serikat di Iraq pada 2006. Mereka juga mendukung Zawahiri dan Noordin M Top yang tewas ditembak di Solo, September 2009.

Sebagai infromasi, aksi ZA (25) dilakukan di Mabes Polri dengan melakukan tembakan sebanyak enam kali terhadap anggota Polri yang bertugas. Walhasil, dia ditembak mati di area Mabes Polri.

Berdasarkan rekaman CCTV di Mabes Polri, ZA mengenakan gamis dan berkerudung. Dia juga mengenakan masker warna gelap. Sebuah buku kuning dan senjata api tergeletak begitu ZA ditembak mati.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut ZA merupakan terduga teroris yang bergerak tanpa jaringan alias lone wolf dan melakukan aksinya secara tunggal.

Listyo meyakini aksi ZA didorong paham radikalisme yang kemungkinan terhubung dengan jaringan ISIS.(*)

Berita Sebelumnya

Arab Saudi: Hanya Jemaah yang Sudah Divaksin Covid-19 Diizinkan Umrah ke Mekkah

Berita Selanjutnya

Update Korban Banjir Bandang NTT dan NTB: 86 Orang Tewas, 103 Lainnya Hilang

Berita Selanjutnya
Update Korban Banjir Bandang NTT dan NTB: 86 Orang Tewas, 103 Lainnya Hilang

Update Korban Banjir Bandang NTT dan NTB: 86 Orang Tewas, 103 Lainnya Hilang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com