1500 Triliun Rupiah Disedot - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

1500 Triliun Rupiah Disedot

22/Apr/2019 13:58
1500 Triliun Rupiah Disedot
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

Delapan Tahun Dua Kasino Singapura Menyedot Triliunan Rupiah

Laporan: Ryanto Dari Singapura

:batamnow:–DELAPAN tahun belakangan, paling tidak, puluhan ribu warga Indonesia hilir mudik bertaruh di dua Kasino Singapura.

Pun tak terhingga duit rupiah yang boyong para pejudi itu lalu disedot di ribuan meja judi di sana.

Taksiran kasar sekitar Rp 1.500.000.000.000.000 (Triliun), lesap “digulung” dua Kasino besar di Negara Lee Hsien Loong itu.

Kasino di Resort Wolrd Sentosa (RWS), beroperasi sejak tahun 2010 dan di kawasan Marina Bay Sands (MBS), sejak tahun 2011.

Asumsi jumlah rupiah yang terkuras di meja judi kelas dunia itu memang luar biasa jumbo.

Belum terkonfirmasi, apakah besaran rupiah yang ludes di dua Kasino itu berdampak pada kondisi ekokomi atau perputaran uang di Indonesia.

Tapi andai dibanding dengan postur APBN RI per tahun, perkiraan duit yang ludes di meja Kasino itu mencapai 50 persen. Postur APBN tahunan Indonesia lebih kurang Rp 3000 T.

Belum lagi bila dikomparasi dengan total saldo hutang negara terkini ke pihak asing sekitar Rp 5000 Triliun. Komposisi asumsi rupiah yang disedot mesin judi itu mencapai 30 persen dari hutang Indonedia ke asing;akumulasi hutang sejak era Soekarno hingga Jokowi.

Percaya atau tidak, tapi itulah hasil investigasi maksimal wartawan :batamnow: di Singapura, dalam dua bulan terakhir ini.

Taksasi rupiah yang tersedot di meja judi itu, juga diperoleh dari bocoran “revenew report” dan “financial report” dua Kasino itu.

Adalah Mr Lim (51), menyampaikan itu kepada :batamnow:. Lim adalah pengamat usaha entertaint Singapura dan mengaku memiliki jaringan dengan orang khusus di dua Kasino itu.

Dia yang menyampaikan bocoran dokumen tebtang angka rupiah yang dihabiskan warga Indinesia di dua Kasino itu.

Perjudian di Singapura masuk dalam kategori entertaint. Kegiatan perjudian di sana bagian dari konten pariwisata. Kasino tak dipublikasikan secara spesifik.

Lim diwawancara kedua kali Minggu lalu, awal April 2019, di Sky Park Infinity Pool, Marina Bay Sands. Di salah satu restoran di lantai 57, hotel tiga tower itu.

Pejudi Indonesia, kata dia, mencapai 60 persen dari total pemain berbagai negara yang wara-wiri ke “surga” judi itu. Sedikit warga Singapura.

Sebagai contoh, sejak Selasa 16 April 2019 kemaren, sekitar 2000 warga Indonesia membludak masuk di dua Kasino besar itu.

Jumlah warga Indonesia menurut beberapa manajer operasional Kasino masih tetap didominasi WNI.

Tertulis di “name badge” dua manajer itu nama Richard Lay dan Hong Thok. Mereka berdua dapat berbahasa Melayu.

Para pejudi WNI itu meninggalkan Indonesia, sampai tidak menunaikan hak politiknya pada pemilu 17 April kemaren.

Hingga Sabtu 19 April sampai Minggu semalam, sebagian dari mereka masih bertaruh di meja judi Kasino itu. Sebagian ada yang sudah kembali ke berbagai kota di Indonesia.

Mereka berduyun ke Singapura. Ada dengan alasan menghindari isu kerusuhan pada pemilu empat hari lalu. Sebagian memang sengaja golput, sembari memanfaatkan liburan panjang.

Sehari Kasino Meraup Rp 450M dari WNI

Kembali ke perkiraan revenew dua kasino di sana. Disebut, usaha entertaint kelas dunia itu bisa meraup Rp 300 Triliun setiap tahun.

Bila diasumsikan 60 persen pemain dari Indonesia, maka uang warga Indonesia yang terkuras di mesin judi di sana, rata-rata Rp 180 Triliun setiap tahun.

Bila di “break down” uang WNI yang ludes per bulan, sekitar Rp 15 Triliun atau sekitar Rp 500 Miliar. Sementara asumsi pendapatan masing-masing Kasino sekitar Rp 250 M perhari.

Angka yang fantastis dan mencengangkan memang. Benarkah sebanyak itu uang Indonesia terbang sia-sia ke Singapura selama delapan tahun?

Tapi melihat animo warga Indonesia yang masih tetap tinggi, seperti kemaren misalnya, kemungkinannya benar.

Itu juga diaminin beberapa member Kasino kepada :batamnow: di arena Kasino minggu kemaren.

Atong (62) dan Hai Lhak dari Surabaya mencoba mengkalkukasi pada empat hari terakhir. Yakni, sejak Selasa 16 sampai 20 April 2019.

Mereka memperkirakan jumlah warga Indonesia yang bertaruh di dua Kasino , membludak. Diperkirakan sekitar 4000 orang, selama empat hari.

Mereka memperkirakan rata-rata modal setiap pejudi, katakahlah SGD 20 Ribu atau sama dengan Rp 210 juta.

Itu masih dilevel pemain bawah. Jumlah itu saja sudah mencapai SGD 80 Juta atau sekitar Rp 900 Miliar. Kemungkinan besar bisa melebihi itu.

Jumlah Ini mendekati ke asumsi tadi. Karena dalam empat hari saja, uang para pejudi yang tersedot di dua Kasino itu sebesar Rp 450 Miliar sehari. Lazimnya dari seluruh pemain, jarang membawa kemenangan dan hampir semua penjudi kalah total. Karena kelaziman kalah itulah maka ada istilah dikalangan penjudi: kalau lagi menang tak ingat pulang, kecuali sudah isi tas semua terkuras.

Bila melihat dari sisi kantong penjudi, masih banyak yang pemain tajir yang sekali betting bisa SGD 30 sampai 50 ribu. Setara dengan Rp 500 Juta. Durasi per betting-an di satu meja paling lama hanya 20 menit.

Jadi dengan asumsi di atas sungguh masuk akal bila dalam delapan tahun ini atau selama 2500 hari, jumlah rupiah yang terbang lalu terbenam di meja Kasino mencapai Rp 1500 Triliunan.

“Indonesia punya lui banyak liaulah, angkat masuk sini,” ujar Lim dengan bahasa Melayu berdialek Mandarin. “Indonesia tak buli ada Kasino. Itu loe punya pasal ”.

Maksud kalimat serampangan itu: banyak uang orang Indonesia dibawa masuk ke Kasino Singapura. Masalahnya, di Indonesia Kasino dilarang.

Lain Lagi Rupiah Ludes Di Genting

Taksasi jumlah rupiah sebesar asumsi tadi baru yang ludes di kasino Singapura. Belum termasuk uang yang “disedot” di Kasino mancanegara lain.

Contohnya, di Genting Highlands Malaysia. Macau di China. Philippina, Kamboja dan negara lain.

Kasino di Genting Malaysia sudah 20 tahun beroperasi. Tanpa tidur.

“Di sana juga bisa ribu triliun rupiah tersedot, selama dua dekade,” begitu analisa Lim.

Menurut Lim, orang Indonesia adalah customer kedua terbanyak di sana dan bahkan di Asia. Tapi mayoritas sekarang masih di dua Kasino Singapura itu.

Ke Genting, kata dia, pejudi dari Indonesia sudah drastis menurun. Mereka dominan ke Singapura. Penyebabnya, faktor jarak dan waktu.

Mempertegas asumsi para “gambler” soal dana WNI yang terbenam di dua Kasino itu, Lim meyakinkan bahwa Kasino punya data lengkap. Manajemen sistem para dealer kasino, otomatis.

Mereka memposting setiap uang masuk dari meja judi ke meja judi lainnya dengan sistem online.

Mereka juga punya sistem mengelompokkan total jumlah pemain setiap negara.

Termasuk jumlah uang yang dipertaruhkan. Bahkan kasta ekonomi masing-masing pemain, datanya lengkap.

Siapa pemainnya. Dari negara mana asalnya. Konon, kondisi saldo rekening milik masing-masing para pejudi bisa mereka deteksi, di bank mana pun.

Misalnya, siapa pemain yang tajir dan siapa sekelas pedagang bubur. Berapa lagi saldo rekeningnya di bank. Di bank mana saja di dunia. Dapat mereka “teropong”.

Jaringan para taipan dan mafia Kasino dunia, diyakini menguasai juga link dan jaringan informasi perbankan dunia.

Itu semua bisa mereka rekam dari sistem manajemen kontrol yang apik. Dan ini, di luar kesadaran para pejudi itu sendiri.

‘Kan setiap orang masuk ke arena judi, langsung ditawari kartu anggota (member card). Kartu ini multi fungsi di arena perjudian.

“Member card menjadi big data bagi manajemen kasino,” kata Robert teman Lim yang ikut di restoran itu.

Bukan hanya itu saja, seluruh gerak-gerik pejudi dari detik ke detik, ter-record semua. Baik selama di meja judi, maupun seputaran Kasino. Belum lagi kontrol Video Closed Circuit Television (CCTV) dan alat teknologi canggih lainnya.

Mengapa warga Singapura sendiri di batasi pemerintahnya masuk ke Kasino?

Dari wilayah mana dan SIAPA saja para petaruh Indonesia yang menghamburkan duit besar di sana?

Ikuti laporan bersambung…

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Menghitung Hari Pelantikan Kepala BP Batam Ex Officio

Berita Selanjutnya

Ketika Kapolda Kepri Blusukan Pemilu

Berita Selanjutnya
Ketika Kapolda Kepri Blusukan Pemilu

Ketika Kapolda Kepri Blusukan Pemilu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com