BatamNow.com – Sebanyak 4 perusahaan disebut berada di pusaran Prakualifikasi pertama Pemilihan Mitra Kerja Sama Pembangunan dan Pengoperasian Pelabuhan Penumpang Internasional Batam Center.
Meski belum terkonfirmasi kepada masing-masing pemilik perusahaan, tapi keempatnya disebut: PT Metro Nusantara Bahari, PT Mitra Karunia Laksana, PT Harapan Mitra Properti, dan PT Synergy Tharada.
Selintas tentang informasi yang dihimpun media ini lewat salinan dokumen resmi teranyar –sampai berita ini di-publish:
PT Metro Nusantara Bahari
Perusahaan ini memiliki modal dasar senilai Rp 25 miliar dengan komposisi 25.000 lembar saham.
Perusahaan ini berdomisili di Batam dengan modal ditempatkan senilai Rp 16 miliar per 24 Februari 2024.
PT Harapan Mitra Properti
Perusahaan ini memiliki modal dasar Rp 1,2 triliun dengan komposisi 1,2 juta lembar saham.
Sedangkan modal ditempatkan perusahaan di Batam ini senilai Rp 300 miliar per 22 April 2024.
PT Mitra Karunia Laksana
Perusahaan ini memiliki modal dasar senilai Rp 11 miliar dengan komposisi 110 ribu lembar saham.
Besaran modal ditempatkan perusahaan asal Jakarta Selatan itu, Rp 11 miliar per 4 Juni 2020.
PT Synergy Tharada
Perusahaan ini tercatat dengan modal dasar senilai Rp 5 miliar dengan komposisi 50 juta lembar saham.
Sedangkan modal ditempatkannya sebesar Rp 1,5 miliar per 13 April 2023.
1 Perusahaan Tak Terdaftar KBLI Aktivitas Pelayanan Kepelabuhanan Laut
Penelusuran BatamNow.com, dalam salinan akta perusahaan keempat perusahaan yang disebut-sebut ingin mendaftar prakualifikasi sebelumnya, PT Mitra Karunia Laksana tidak memiliki Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Tahun 2020 kode 52221 berjudul Aktivitas Pelayanan Kepelabuhanan Laut.
Dalam akta terakhirnya, per 4 Juni 2020, PT Mitra Karunia Laksana mendaftarkan sebanyak 73 kode KBLI (Tahun 2017), namun tak satu pun terkait aktivitas pelayanan kepelabuhan laut maupun angkutan laut luar negeri untuk penumpang dengan kode 50121 hingga 50123 sesuai KBLI Tahun 2017.
Sedangkan 3 perusahaan lainnya, PT Metro Nusantara Bahari, PT Harapan Mitra Properti, PT Mitra Karunia Laksana, dan PT Synergy Tharada, telah mendaftarkan KBLI Tahun 2020 kode 52221 berjudul Aktivitas Pelayanan Kepelabuhanan Laut.
Menukil laman oss go.id, KBLI adalah pengklasifikasian aktivitas/ kegiatan ekonomi Indonesia yang menghasilkan produk/ output, baik berupa barang maupun jasa, berdasarkan lapangan usaha untuk memberikan keseragaman konsep, definisi, dan klasifikasi lapangan usaha dalam perkembangan dan pergeseran kegiatan ekonomi di Indonesia.
Singkatnya, KBLI adalah kode klasifikasi resmi untuk mengklasifikasikan jenis bidang usaha perusahaan di Indonesia.
Dalam laman Online Single Submission (OSS), KBLI kode 52221 diuraikan sebagai, “Kelompok ini mencakup kegiatan usaha pelayanan kepelabuhan laut, yang berhubungan dengan angkutan perairan untuk penumpang, hewan atau barang, seperti pengoperasian fasilitas terminal misalnya pelabuhan dan dermaga, navigasi, pemeriksaan barang muatan dalam kargo dan/atau peti kemas dengan menggunakan sumber radiasi pengion (zat radioaktif dan pembakit radiasi pengion), pelayaran dan kegiatan berlabuh, jasa penambatan, jasa pemanduan dan penundaan”. (Aman/D)

