BatamNow.com – Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pemerintahannya tidak menjanjikan seluruh persoalan pelayanan air bersih di Batam dapat dituntaskan hingga akhir masa jabatan.
Menurut Amsakar, janji politiknya bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra adalah meningkatkan kualitas pelayanan dan tata kelola air bersih secara bertahap.
“Janji politik kita bukan menyelesaikan persoalan sampai akhir periode. Janji politik kita meningkatkan pelayanan tata kelola air bersih,” kata Amsakar saat ditemui di lobi DPRD Kota Batam usai rapat paripurna, Rabu (07/10/2026).
@batamnow Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pemerintahannya tidak menjanjikan seluruh persoalan pelayanan air bersih di Batam dapat dituntaskan hingga akhir masa jabatan. Menurut Amsakar, janji politiknya bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra adalah meningkatkan kualitas pelayanan dan tata kelola air bersih secara bertahap. “Janji politik kita bukan menyelesaikan persoalan sampai akhir periode. Janji politik kita meningkatkan pelayanan tata kelola air bersih,” kata Amsakar saat ditemui di lobi DPRD Kota Batam usai rapat paripurna, Rabu (07/10/2026). Amsakar mengatakan, peningkatan pelayanan air bersih mulai dirasakan di sejumlah wilayah. Ia menyebut tiga kecamatan, yakni Batu Ampar, Bengkong dan Lubuk Baja, sebagai kawasan yang pelayanannya mulai membaik. Menurut dia, perbaikan tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang sebelumnya disampaikan kepada pemerintah. “Sekarang untuk tiga kecamatan, Batu Ampar, Bengkong, Lubuk Baja. Itu sebagian dari yang kemarin disampaikan aspirasi itu sudah jalan,” ujarnya. Amsakar juga mencontohkan kawasan Putra Jaya. “Kemarin bertemu dengan warga, warga menyampaikan terima kasih. Hampir 20 tahun air kami ini selalu harus jam 12, jam 1, bahkan sampai jam 3. Sekarang sudah tersedia,” katanya. Selain Putra Jaya, Amsakar menyebut peningkatan pelayanan juga mulai dilakukan di sejumlah kawasan lain, termasuk sekitar Muka Kuning hingga Marina. Ia mengatakan pelayanan di Villa Muka Kuning kini sudah mengalami perbaikan. Begitu pula dengan sejumlah kawasan di sekitar Batuaji yang berbatasan dengan Marina. “Nah di Marina itu juga alhamdulillah sudah mulai. Tapi tetap tidak semua itu tuntas,” ujarnya. Salah satu persoalan yang masih dalam proses penanganan adalah pelayanan air di Sungai Lekop. Amsakar mengatakan, persoalan tersebut menjadi perhatian setelah menerima aspirasi langsung dari masyarakat. Ia bahkan mengaku turun menemui warga untuk memastikan persoalan tersebut ditindaklanjuti. “Sungai Lekop masih berproses. Kemarin Sungai Lekop mau datang ke BP, kebetulan setelah dialog dengan Menteri Negara Hubungan Luar Negeri dan Dalam Negeri Singapura, Pak Zulkarnain, saya ganti baju, saya ajalah yang turun ke sana,” katanya. Menurut Amsakar, pengerjaan untuk mengatasi persoalan air di kawasan tersebut saat ini masih berjalan. “Saya sampaikan, dan sekarang itu dalam proses pengerjaan,” ujarnya. Tak Janjikan Semua Persoalan Selesai Meski mengklaim terjadi perbaikan di sejumlah kawasan, Amsakar mengakui persoalan pelayanan air bersih di Batam masih kompleks. Karena itu, ia tidak menjanjikan seluruh persoalan tersebut dapat diselesaikan sebelum masa jabatan pemerintahannya berakhir. “Jadi kalau ditanya yakin selesai, selesai berat,” tegasnya. Namun, Amsakar memastikan pemerintahannya akan terus mendorong perbaikan pelayanan air bersih. “Tapi saya yakin peningkatan pelayanannya akan lebih baik,” pungkasnya. Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #bpbatam #batamtiktok #fyp ♬ original sound – BatamNow.com
Amsakar mengatakan, peningkatan pelayanan air bersih mulai dirasakan di sejumlah wilayah. Ia menyebut tiga kecamatan, yakni Batu Ampar, Bengkong dan Lubuk Baja, sebagai kawasan yang pelayanannya mulai membaik.
Menurut dia, perbaikan tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang sebelumnya disampaikan kepada pemerintah.
“Sekarang untuk tiga kecamatan, Batu Ampar, Bengkong, Lubuk Baja. Itu sebagian dari yang kemarin disampaikan aspirasi itu sudah jalan,” ujarnya.
Amsakar juga mencontohkan kawasan Putra Jaya.
“Kemarin bertemu dengan warga, warga menyampaikan terima kasih. Hampir 20 tahun air kami ini selalu harus jam 12, jam 1, bahkan sampai jam 3. Sekarang sudah tersedia,” katanya.
Selain Putra Jaya, Amsakar menyebut peningkatan pelayanan juga mulai dilakukan di sejumlah kawasan lain, termasuk sekitar Muka Kuning hingga Marina.
Ia mengatakan pelayanan di Villa Muka Kuning kini sudah mengalami perbaikan. Begitu pula dengan sejumlah kawasan di sekitar Batuaji yang berbatasan dengan Marina.
“Nah di Marina itu juga alhamdulillah sudah mulai. Tapi tetap tidak semua itu tuntas,” ujarnya.
Salah satu persoalan yang masih dalam proses penanganan adalah pelayanan air di Sungai Lekop.
Amsakar mengatakan, persoalan tersebut menjadi perhatian setelah menerima aspirasi langsung dari masyarakat. Ia bahkan mengaku turun menemui warga untuk memastikan persoalan tersebut ditindaklanjuti.
“Sungai Lekop masih berproses. Kemarin Sungai Lekop mau datang ke BP, kebetulan setelah dialog dengan Menteri Negara Hubungan Luar Negeri dan Dalam Negeri Singapura, Pak Zulkarnain, saya ganti baju, saya ajalah yang turun ke sana,” katanya.
Menurut Amsakar, pengerjaan untuk mengatasi persoalan air di kawasan tersebut saat ini masih berjalan.
“Saya sampaikan, dan sekarang itu dalam proses pengerjaan,” ujarnya.
Tak Janjikan Semua Persoalan Selesai
Meski mengklaim terjadi perbaikan di sejumlah kawasan, Amsakar mengakui persoalan pelayanan air bersih di Batam masih kompleks.
Karena itu, ia tidak menjanjikan seluruh persoalan tersebut dapat diselesaikan sebelum masa jabatan pemerintahannya berakhir.
“Jadi kalau ditanya yakin selesai, selesai berat,” tegasnya.
Namun, Amsakar memastikan pemerintahannya akan terus mendorong perbaikan pelayanan air bersih.
“Tapi saya yakin peningkatan pelayanannya akan lebih baik,” pungkasnya. (H)

