BatamNow.com – Warga beberapa perumahan di Tembesi meminta agar Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan wakilnya Li Claudia Chandra memperhatikan kondisi krisis air minum jaringan perpipaan yang sudah dua bulan mereka alami.
Pernyataan itu disampaikan warga, saat mereka berkumpul di Perumahan Gesya Talenta untuk berangkat melakukan unjuk rasa di Kantor Pelayanan Pelanggan (KPP) PT Air Batam Hilir (ABHi) di Batu Aji, Kamis (15/10/2026) pagi.
“Kenapa perumahan kami Green Laguna, Winner, Gesya, kenapa nggak hidup. Apa masalahnya. Sekarang dari pemerintah ini, Pak Amsakar sekarang tidak ada datang melihat kami. Janjinya Ibu Li Claudia itu hidup air, mana dia nggak datang,” kata seorang emak-emak.
@batamnow Gelombang demonstrasi krisis air di Batam masih berlanjut. Hari ini, Kamis (15/10/2026), giliran warga Tembesi yang berunjuk rasa. Amatan BatamNow.com di Perumahan Gesya Talenta, Tembesi, sekitar seratus warga kukuh akan menggeruduk Kantor Pelayanan Pelanggan (KPP) PT Air Batam Hilir (ABHi), di tepi Jalan Letjend Suprapto, Kecamatan Batu Aji. “Sudah dua bulan mati di Gesya. Tapi seperti di rumah kami dua minggu total tak menetes satu tetes pun. Sementara di perumahan yang ada pemerintahan lancar 24 jam,” ujar seorang warga, Kamis (15/10) pagi. “Kenapa perumahan kami Green Laguna, Winner, Gesya, kenapa nggak hidup. Apa masalahnya. Pak Amsakar tidak ada datang melihat perumahan kami. Janjinya Ibu Li Claudia itu hidup air, mana dia nggak datang,” kata warga lainnya. Sementara kiriman truk tangki air, ujar warga, tidak mencukupi kebutuhan mereka. Pantauan BatamNow.com, rombongan warga Tembesi tiba di kantor ABHi sekira pukul 10.30 WIB. Sehari sebelumnya, Rabu (14/10), unjuk rasa serupa juga dilakukan warga Teluk Mata Ikan di depan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa. Pelanggan SPAM BP Batam itu menduga krisis air yang dialami belakangan ini tak lepas dari adanya proyek beberapa pusat data (data center) di kecamatan tersebut. Sementara pada Senin (05/10), adalah warga Kavling Sambau dan Bakau Serip yang berdemonstrasi di depan KEK Nongsa. Tuntutannya juga sama, agar air minum jaringan perpipaan mengalir. Catatan BatamNow.com, unjuk rasa memprotes krisis air bukan peristiwa satu-dua kali, sebab masalah layanan air minum masih belum dapat dituntaskan hingga kini. Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #batamhits #batamtiktok #fyp ♬ original sound – BatamNow.com
Menurut warga, air perpipaan macet selama dua bulan ini dan mati total dalam dua minggu belakangan.
Memang, aku warga, ada distribusi truk tangki air untuk mereka. Namun kuantitasnya tidak mencukupi kebutuhan pelanggan di sana.
“Tidak akan cukup. Bahkan kami warga tetangga bisa jadi maki-makian cuma gara-gara tangki air.
Warga juga mengaku heran atas kondisi krisis air yang dialami, saat beberapa perumahan lainnya yang berdekatan menikmati aliran air perpipaan.
“Bahkan pertanyaan kami, mengapa Aviari sama Boulevard hidup? Sebelah kiri-kanan,” tanya warga.
Mereka pun menaruh curiga apakah air mengalir ke perumahn tersebut karena terdapat Kantor Kelurahan hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau biasa disebut mereka dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Apa mungkin pak, Boulevard ada MBG, Aviari ada kantor lurah, ada MBG. Apa karena itu punya pemerintah makanya mereka disalurkan air,” timpal warga lainnya.
Karena tak mendapat solusi konkret dalam pertemuan dengan Camat Sagulung, Arfie Eranov, akhirnya warga lanjut berunjuk rasa di KPP PT ABHi di Batu Aji.
Dijanjikan Air Mengalir 3 Jam Penuh Sehari
Setelah beberapa waktu berunjuk rasa, perwakilan warga diundang untuk audiensi di dalam kantor. Pertemuan itu menghasilkan beberapa kesepakatan.
Untuk solusi jangka panjang, akan dilakukan pekerjaan pengalihan Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Tembesi dengan target selesai pada Desember 2026.
Lalu jangka menengah, akan dilakukan interkoneksi dari pipa 600mm ke 300mm jalur Tanjung Gundap yang kini progrrsnya pengiriman (drop) material dan pengeboran jalan.
Sementara untuk solusi jangka pendek, PT ABHi akan mengupayakan/ mengusahakan/ memaksimalkan air mengalir minimal 3 jam penuh (full), meski waktunya belum dipastikan. Apabila tidak tercukupi maka akan disuplai dengan air tangki (water tank).
Keputusan dimuat dalam notulen rapat itu diteken Camat Sagulung Arfie Eranov, Kapolsek Sagulung Iptu Husnul Afkar, Manajer Pelayanan PT ABHi Ismadi Alim, dan Puji yang juga perwakilan ABHi. (H)
