BatamNow.com – Pemerintah Kota Batam menaikkan target pendapatan retribusi pelayanan parkir Tepi Jalan Umum (TJU) dari Rp 37 miliar menjadi Rp 40 miliar dalam APBD Perubahan (APBD-P) 2026.
Padahal, hingga akhir Oktober 2026, realisasinya baru Rp 13,3 miliar atau sekitar 33,3 persen dari target awal Rp 37 miliar. Sementara masa tahun anggaran 2026 tinggal dua bulan lagi: November dan Desember.
Data yang dikutip BatamNow.com dari Sistem Informasi Pengelolaan Pendapatan Daerah (SIEPENDA) Pemko Batam menunjukkan penerimaan retribusi parkir masih jauh dari target, sementara tahun anggaran 2026 hanya tersisa dua bulan.
Kenaikan target sebesar Rp 3 miliar atau sekitar 8,1 persen tersebut memunculkan pertanyaan mengenai dasar perhitungannya.
Mengapa target justru dinaikkan ketika realisasi pendapatan masih rendah dan waktu pencapaiannya semakin terbatas?

Pantauan BatamNow.com banyak pihak meminta Pemerintah Kota Batam, khususnya Dinas Perhubungan (Dishub), menjelaskan perhitungan potensi pendapatan serta langkah konkret untuk mengejar target tersebut.
Pengawasan pemungutan, kepatuhan juru parkir, dan potensi kebocoran penerimaan menjadi sejumlah aspek yang perlu dievaluasi.
Kepala Dishub Kota Batam, Leo Putra, yang dikonfirmasi BatamNow.com mengenai alasan kenaikan target tersebut, belum memberikan respons.
Jumlah Kendaraan Meningkat, Mengapa Penerimaan Rendah?
Di sisi lain, target Rp 40 miliar dinilai masih berpotensi dicapai apabila Dishub mampu mengoptimalkan pengelolaan dan pengawasan retribusi parkir.
Data jumlah kendaraan di Batam menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir.
Pada tahun 2024, jumlah kendaraan tercatat 757.692 unit, terdiri atas 581.382 sepeda motor dan 176.310 kendaraan roda empat.
Kemudian pada 2025, jumlahnya meningkat menjadi 807.291 unit, sedangkan pada 2026 mencapai 829.839 unit. Angka 2026 tersebut terdiri atas 638.215 sepeda motor dan 191.624 kendaraan roda empat.
Peningkatan jumlah kendaraan itu menunjukkan besarnya potensi yang dapat menjadi dasar pengelolaan retribusi parkir TJU.
Persoalannya, mengapa realisasi pendapatan retribusi parkir TJU masih rendah di tengah meningkatnya jumlah kendaraan? (Red)

