BP Batam Tertutup Soal Anggaran OMC, Katalog PT RAI Cantumkan Rp 289 Juta Per Hari - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

BP Batam Tertutup Soal Anggaran OMC, Katalog PT RAI Cantumkan Rp 289 Juta Per Hari

05/Nov/2026 11:12
BP Batam Tertutup Soal Anggaran OMC, Katalog PT RAI Cantumkan Rp 289 Juta Per Hari

Harga produk "Operasi Modifikasi Cuaca Area Batam 14 Hari Kegiatan" milik PT Rekayasa Atmosphere Indonesia pada Katalog Inaproc. (F: inaproc.id)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – BP Batam belum terbuka mengenai besaran anggaran yang digelontorkan untuk dua tahap Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Batam sepanjang 2026.

Operasi pertama berlangsung pada Mei-Juni 2026, sedangkan tahap kedua dilaksanakan pada 27 Oktober hingga 3 November 2026.

Namun, BP Batam tidak mengungkap nominal anggaran maupun rincian biaya kedua operasi tersebut.

Sikap ini bertolak belakang dengan pernyataan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, yang sebelumnya menegaskan bahwa lembaga pemerintah itu terbuka terhadap informasi jika dikonfirmasi dan diklarifikasi.

Namun, ketika BatamNow.com meminta penjelasan mengenai penggunaan anggaran OMC, BP Batam tidak memberikan angka yang konkret.

Direktur Diseminasi Informasi dan Hubungan Antar Lembaga BP Batam, Sthefani Barlian, hanya menjelaskan bahwa anggaran OMC disusun berdasarkan standar tarif operasional dan ketentuan pengadaan barang/jasa pemerintah.

Sthefani juga tidak mengungkap jumlah penerbangan penyemaian awan maupun total biaya yang telah dikeluarkan selama operasi berlangsung.

Katalog Inaproc Cantumkan Tarif Rp 289 Juta Sehari

Dalam siaran pers sebelumnya, BP Batam menyebut menggandeng PT Rekayasa Atmosphere Indonesia (RAI) untuk melaksanakan OMC di Batam pada 26 Oktober hingga 2 November 2026.

Jadwal tersebut kemudian bergeser sehari menjadi 27 Oktober hingga 3 November 2026, dengan durasi tetap delapan hari.

Penelusuran BatamNow.com pada laman Katalog Elektronik Inaproc menemukan PT RAI asal Jakarta Barat, memiliki produk “Operasi Modifikasi Cuaca Area Batam 14 Hari Kegiatan”.

Paket tersebut mencakup operasional mulai dari persiapan hingga penyemaian awan, dengan maksimal dua sortie atau penerbangan dalam sehari.

Harga yang tercantum mencapai Rp 289.213.671 per hari, termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12 persen.

Paket itu menggunakan pesawat khusus modifikasi cuaca jenis CASA 212.

Adapun komponen biaya yang tercantum meliputi:

  • Peralatan dan persiapan pesawat, termasuk pemasangan dan pelepasan perangkat aviasi, inspeksi pesawat sebelum dan sesudah operasi, peralatan keselamatan, genset, pencucian pesawat, serta forklift.
  • Pengurusan perizinan, meliputi flight security clearance, NOTAM AirNav, slot bandara, perizinan Lanud, dan kelayakan udara.
  • Bahan bakar pesawat, termasuk mobilisasi dan demobilisasi CASA 212 dari Malang ke Batam serta kebutuhan avtur selama operasi.
  • Honorarium kru pesawat dan tenaga pendukung, meliputi 1 pilot, 1 co-pilot, 2 teknisi, tim ground handling, 4 tenaga bongkar muat, tenaga kebersihan, jam terbang kru OMC, bahan bakar pesawat, bahan semai higroskospis, pendukung pangkalan udara, ATC, dan seluruh personel pendukung penerbangan.
  • Honorarium tim OMC, termasuk 2 flight scientist, 2 analis cuaca, 2 tim meteorologi, 2 tim SPV DMC, 1 koordinator lapangan, dan 1 bagian administrasi umum.
  • Biaya transportasi, akomodasi, penginapan, dan konsumsi selama operasi.
  • Biaya sewa dan kebutuhan posko, termasuk gudang bahan semai, penyiapan perangkat pendukung posko, penyusunan laporan, penyiapan mobil PK, serta storage ground power genset.
Baca Juga:  Hasil OMC: BP Batam Klaim Curah Hujan Meningkat Meski Rincian Biaya Belum Dibuka

Dalam keterangan produk tersebut, PT RAI menyebut tarif merupakan biaya sewa harian dengan maksimal dua sortie penerbangan dan penggunaan bahan semai sebanyak 800 kilogram per sortie.

“Biaya diatas merupakan biaya sewa harian, yang dimana dalam 1 hari operasi maksimal 2 sortie penerbangan, dengan bahan semai sebanyak 800kg per sortie penerbangan. Semua kegiatan bisa di rekonsiliasi di akhir kegiatan,” dikutip dari laman produk OMC PT RAI pada laman Katalog Inaproc.

Sementara produk “BAHAN SEMAI HIGROSKOPIS 30-40 MIKRON OPERASI MODIFIKASI CUACA PROVINSI KEPULAUAN RIAU (KOTA BATAM)”, PT RAI memasang harga Rp 26.640 per kilogram (kg).

Meski demikian, harga yang tercantum merupakan harga penawaran penyedia. Nilai akhir masih dapat dinegosiasikan sesuai penawaran pemesan dan kesepakatan kedua pihak.

Harga produk bahan semai Operasi Modifikasi Cuaca Area Batam, milik PT Rekayasa Atmosphere Indonesia pada Katalog Inaproc. (F: inaproc.id)

Anggaran dan Hasil OMC Dipertanyakan

Demikian juga pada operasi Mei-Juni tahun ini, BP Batam juga tertutup mengenai anggaran biaya yang digelontorkan.

Namun menurut sumber redaksi media ini, pelaksanaan OMC pada Mei-Juni 2026 diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 7 miliar.

Kepala BMKG Batam, Ramlan Jambak, sebelumnya menyebut biaya operasi modifikasi cuaca berkisar Rp 150 juta hingga Rp 200 juta per hari, bergantung pada jenis pesawat, kebutuhan avtur, sewa hanggar, dan intensitas penerbangan.

Sementara itu, dalam pelaksanaan tahap kedua, Ramlan menyebut rata-rata penerbangan penyemaian awan mencapai dua kali sehari.

Sejumlah waduk memang mengalami kenaikan tinggi muka air (TMA), tetapi belum signifikan.

Hujan deras juga mengguyur sejumlah wilayah Batam pada Kamis (05/11), sehari setelah operasi berakhir.

BP Batam sebelumnya mengklaim terjadi peningkatan akumulasi curah hujan di sejumlah wilayah sasaran selama OMC tahap kedua.

Namun, evaluasi dampak hidrologi secara menyeluruh masih dikonsolidasikan tim teknis internal.

“Tanpa keterbukaan mengenai total anggaran, jumlah penerbangan, dan hasil evaluasi operasi, publik sulit justru meneuh curiga efektivitas penggunaan anggaran OMC yang telah digelontorkan BP Batam dalam dua tahap tersebut,” kata Aldian, pemerhati keterbukaan informasi publik. (Red)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Sehari Sebelum dan Setelah OMC, Hujan Deras Guyur Batam: Hasil Operasi Dipertanyakan

Berita Selanjutnya

PWI Pusat Keluarkan Novianto dan Sembilan Temannya dari Basis Data, Cak Iban: Bukan Anggota Lagi!

Berita Selanjutnya
PWI Kepri Serahkan SK Plt PWI Natuna, Komit Perkuat Kapasitas Wartawan di Wilayah Perbatasan

PWI Pusat Keluarkan Novianto dan Sembilan Temannya dari Basis Data, Cak Iban: Bukan Anggota Lagi!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com