BatamNow.com – Hujan deras secara alami mengguyur sejumlah wilayah Batam pada Kamis (05/11/2026), sehari setelah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) BP Batam berakhir.
Kepala BMKG Batam, Ramlan Jambak, membenarkan hujan deras terjadi di sejumlah wilayah, terutama kawasan Nongsa pada Kamis (05/11).
“Di beberapa wilayah di Nongsa sudah terjadi hujan deras, terkonsentrasi di wilayah Batam bagian utara/Nongsa,” tulis Ramlan melalui WhatsApp kepada BatamNow.com, Kamis pagi.
Pantauan BatamNow.com, cuaca di sejumlah wilayah Batam tampak mendung. Hujan tersebut turun tanpa pelaksanaan penyemaian awan melalui OMC yang telah berakhir pada Rabu (04/11/2026).
Sebelumnya hujan juga mengguyur Batam pada Minggu (25/10), sehari sebelum jadwal semula OMC yakni Senin (26/10). Namun kemudian pelaksanaannya diundur sehari.
Ramlan mengatakan, selama pelaksanaan OMC sejak Selasa (27/10) hingga Selasa (03/11), sejumlah waduk mengalami kenaikan tinggi muka air (TMA), meski belum signifikan.
Rata-rata penerbangan untuk penyemaian awan mencapai dua kali sehari.
“Ada beberapa waduk meningkat TMA-nya, memang belum begitu signifikan,” ujarnya.
Terkait biaya operasional, Ramlan mengarahkan BatamNow.com untuk mengonfirmasi langsung kepada BP Batam.
“Untuk pembiayaan mungkin BP Batam yang lebih paham. Kami BMKG hanya sebagai analisis dalam pelaksanaan harian untuk melakukan penyemaian bahan OMC,” katanya.
Anggaran OMC Tak Dibuka ke Publik
Sementara itu, BP Batam belum bersedia membuka nominal anggaran yang dihabiskan untuk operasi tersebut.
Direktur Diseminasi Informasi dan Hubungan Antar Lembaga BP Batam, Sthefani Barlian, hanya menyatakan anggaran OMC disusun berdasarkan standar tarif operasional dan ketentuan pengadaan barang/jasa pemerintah.
Namun, Sthefani tidak menyebutkan jumlah anggaran yang telah dikeluarkan maupun total penerbangan penyemaian awan selama operasi berlangsung.
Sebagai perbandingan, mrnurut sumber pelaksanaan OMC pada Mei-Juni 2026 diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 7 miliar.
Ramlan sebelumnya menjelaskan, biaya OMC di Batam pada periode tersebut berkisar Rp 150 juta hingga Rp 200 juta per hari, bergantung pada jenis pesawat, kebutuhan avtur, sewa hanggar, dan intensitas penerbangan.
Sehari sebelum dan setelah pelaksanaan OMC, hujan mengguyur Batam.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan sejumlah pemerhati: apakah hujan selama operasi berlangsung merupakan hasil rekayasa cuaca atau terjadi secara alami?
Hingga kini, belum ada penjelasan konkret mengenai kontribusi OMC terhadap turunnya hujan tersebut. (Red)

