Arifin Panigoro (Anggota Wantimpres) Ada Di Sana - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Arifin Panigoro (Anggota Wantimpres) Ada Di Sana

18/Jan/2020 13:23
Arifin Panigoro (Anggota Wantimpres) Ada Di Sana

Arifin Panigoro, Dewan Pertimbangan Presiden. (F. jpnn.com)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

Menelisik Anak dan Cucu BUMN di PLN Batam

MENTERI BUMN Erick Tohir baru-baru ini mengultimatum jajarannya untuk menyetop pendirian anak, cucu dan cicit perusahaan pelat merah itu.

Selain menyetop, lewat Kepmen BUMN SK-315/MBU/12/2019, 12 Desember 2019, Erick juga memerintahkan review going concern anak-pinak BUMN itu.

Bahkan terkini, Erick bertekad akan mencokok para pimpinan perusahaan pelat merah itu, bila tak mampu mengimplementasikan good corporate governance (GCG) dengan baik.

Lalu apa yang sudah dilakukan oleh pihak PLN Batam, paling tidak terhadap anak dan perusahaan patungannya itu seiring dengan perintah Erick?

Media ini, sebenarnya, menunggu penjelasan resmi dari Corporate Secretary bright PLN Batam Denny Hendri Wijaya.

Awalnya, Denny berjanji akan membeber keberadan anak dan patungan PLN Batam ini.

Janji Denny itupun setelah membaca laporan :batamnow: pada edisi 19 Desember 2019.

Tapi hingga dua minggu spare waktu yang diberi redaksi :batamnow:, batang hidung Denny pun tak kunjung nongol. Artinya pihak PLN Batam seakan tak mau membuka lebar selubung perusahan negara ini. Tak terbuka seolah ada yang dikulum-kulum. Kini :batamnow: mencoba menyaji geliat 1 anak dan 3 perusahaan patungan PT PLN Batam yang disigi lalu dikutip dari annual report keuangannya.

PT Pelayanan Energi Batam

Pada tahun 2014, PLN Batam dan PT Universal Batam Energy (UBE) mendirikan PT Pelayanan Energi Batam (PEB).

Adapun komposisi kepemilikan, PLN Batam sebesar Rp 7.493 juta atau setara dengan 99,99% saham. PT PEB dan PT UBE (anak Perusahaan Medco Power) sebesar Rp 7 juta atau setara dengan 0.01 %.

Sedangkan Medco Power adalah trah kerajaan bisnis Arifin Panigoro, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu. Agak menggelitik dan mengundang tanya memang, ada Medco di balik beberapa perusahaan pelat merah ini dengan share saham yang sangat minim.

Arifin Panigoro (Medco Group) juga masuk di dalam pusaran PLTGU Tanjunguncang yang baru diresmikan kemarin (16/1).

Adapun spesialisasi operasional PT PEB bergerak di bidang pengerjaan ”PIPA GAS”. PT PLN Batam memang butuh jaringan pipa gas untuk mensuplai keperluan energi pembangkitnya. Maka, seyogianya tugas utama PT PEB diposisikan supporting PLN Batam.

Namun pada perjalananya, PT PEB merangsek. Melakukan ekspansi ke luar Batam mengerjakan berbagai proyek non-PLN Batam.

Misalnya pada tahun 2019 melakukan pembangunan pipa gas di Paya Pasir Medan milik PLN Sumatera Utara. Proyek pipanisasi ini untuk mengkonversi penggunaan solar di pembangkit, menjadi gas.

Kemudian PEB dapat proyek lagi untuk pembangunan Pipa Gas di Duri.

Selanjutnya mengerjakan pipa gas ke Marine Vessel Power Plant (MPVP) di Tanjung Uncang di Batam. Proyek pipanisasi ini, jaringan alat mengkonversi penggunaan Marine Fuel Oil (MFO) ke gas. Nilai proyek pembangunan pipa gas tersebut sekitar Rp 45 Miliar.

Nah begitulah gambaran singkat geliat anak perusahaan PLN Batam di rantau orang.

Bisa jadi, karena lelap mengurusi sepak terjang anak bright PLN ini, ”bapak atau emaknya” keteteran mengurusi dirinya sendiri untuk listrik yang murah, berkualitas bagi kemaslahatan umat di Batam.

Bisa jadi ini penyebab, sehingga Batam sering dilanda setrum byar pet. Belum lagi mesin dan komponen pembangkit yang sering bermasalah. Demikian juga harga atau tarif setrum ini, naik terus.

Agaknya, pendirian PT PEB mulai ke luar dari core-nya sebagai supporting PT PLN Batam. PT PEB justru berkompetisi sesama BUMN dalam menggarap bidang yang sama.

Bisa jadi masalah seperti inilah salah satu yang diteropong Erick yang tak beres di beberapa cucu-cicit perusahaan ”Tau Beres”, sehingga dahinya berkenyit lalu mengultimatum.

Betapa tidak, perusahaan cucu-cicit BUMN yang bergerak di bidang yang sama justru saling beradu. Misalnya, PEB berkompetisi dengan PT PP Energy.

Sementara laba dan deviden yang dihasilkan anak perusahaan maupun perusahaan patungan akan dibagi ke perusahaan swasta yang memiliki share yang menggelitik tadi.

Konsep seperti ini bisa memeloroti pendapatan Negara dari operasional PLN Batam sendiri. Bila demikian, untuk apa buat anak-cucu?

Lalu mau dibawa ke mana sebenarnya PT PEB ini, apalagi setelah ultimatum Erick itu?

Kemudian, bagaimana geliat dan sepak terjang pihak-pihak di tiga perusahaan patungan lainnya? Akan coba diungkap :batamnow: pada edisi berikut.(*)

Berita Sebelumnya

Indeks Inklusi Keuangan OJK Kepri Dipertanyakan

Berita Selanjutnya

Pemko Batam: Perda Parkir Wajib Dipatuhi, Pelanggaran Perda Gelper Dibiarkan Merajalela

Berita Selanjutnya
KPAI Desak Pemkot Batam Tindak Pengusaha Gelper yang Abaikan Hak Anak

Pemko Batam: Perda Parkir Wajib Dipatuhi, Pelanggaran Perda Gelper Dibiarkan Merajalela

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com