
PEMERINTAH China membatalkan perjalanan semua turis ke luar dari negaranya, termasuk 10 ribu pelancong dengan destinasi Batam.
“Sebagaimana info yang kami dapat, angka 10 ribu turis itu sangat masuk akal,” kata Ketua Asita Kepri Andika Lim menjawab :batamnow: lewat whatsapp, Senin(27/1) sore.
Menurut dia, salah satu dari tiga “travel agent” Asita melaporkan kira-kira ada tiga sampai dengan 4000 turis China yang “canceled” ke Batam.
Apa yang disampaikan Andika diaminin pelaku usaha jasa travel lainnya.
” Ya kalau ditotal-total untuk momen Imlek ini 10.000 ada. Dari China tak boleh ke luar,” kata seorang pelaku jasa pariwisata yang tak asing lagi di Batam, Minggu(26/1).
Menurut Andika kondisi ini akan berlanjut terus sampai isu virus Carona di China itu tuntas terbasmi.
Ekonomi Batam Terimbas
Pengembangan sektor pariwisata sudah menjadi salah satu program papan atas pengembangan basis ekonomi kawasan ini.
Itu makanya menurut sumber :batamnow: pergerakan ekonomi Batam terimbas, atas batalnya kedatangan puluhan ribu turis akibat mengganasnya bakteri novel coronavirus 2019-nCoV di negri tirai bambu itu.
“Anda bisa hitung berapa banyak kita kehilangan devisa dari sektor jasa pariwisata ini. Spend money para pelancong China ke Batam dikisaran 4-6 juta per orang selama tiga hari di Batam, menjelang dan sesudah hari raya imlek,” kata sumber BatamNow sembari meminta namanya dirahasiakan.
“Biaya hotel dan transportasi bisa 2 jutaan. Sekitar 2 sampai 4 juta belanja-belanja lah,” ujarnya.
Bila ditotal, kurang lebih 60 miliar uang pelancong Republik Rakyat Tiongkok itu batal masuk ke Batam.
Kepala Dinas Pariwisata Batam Ardiwinata menjawab :batamnow:: “Bapak blom dapat informasi. Yg jelasnya Batam sudah mengantisipasi dengan memasang termal scanner di pintu masuk,” tulis Ardiwinata, di Whatsapp, Minggu (26/1) malam.
Ketika ditanya mengenai angka penurunan wisatawan asal negri Xi Jinping itu pasca mewabah virus Corona, Ardi mengaku belum dapat data karena data wisman dirilis setiap bulan oleh BPS (Badan Pusat Statistik).
Sebagaimana diketahui, di Wuhan jumlah pasien terjangkit yang meninggal akibat virus itu hampir mencapai 100 orang. Dari 2.744 kasus yang dilaporkan.
Sementara peringkat turis dari China ke Batam menduduki rangking tiga dari turis mancanegara. Itu data BPS Januari-Agustus 2019. (Junpa/Omrad)
Tapi lebih baik kita kehilangan 60 miliar dari pada mengorbankan masarakat kita sendiri.
Sehingga anggaran pemulihannya bisa berkali lipat
“Untuk Sabut Timbul, untung Batu Tenggelam”, pepatah melayu