UWTO Gratis Zona 99 - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

UWTO Gratis Zona 99

by BATAM NOW
28/Jan/2020 09:05
UWTO Gratis Zona 99

Lahan Gudang PT Persero di Zona 99, Batu Ampar. (F.batamnow.com)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

Fakta Sengkarut Lahan di Batam

POLEMIK Uang Wajib Tahunan (UWT) lahan gratis, riuh di Batam. Ini dipicu janji Wali Kota Muhammad Rudi, membebaskan biaya sewa lapak rumah warga se-Batam.

Banyak warga menaruh harap, agar UWT (Uang Wajib Tahunan) gratis kapling di bawah 200 meter terealisasi dengan cepat. Namun Rudi meralat janjinya dan berkata: tak bisalah UWT gratis itu.

Kecuali bagi warga tak mampu, meski ini juga masih sebatas upaya. ”Kalau semua gratis, dana dari mana membiayai pembangunan jalan”, kata Rudi, memberi alasan lewat media.

Sebenarnya, baik sebagai Wali Kota, terlebih sebagai Kepala BP Batam, Rudi, harusnya dapat menepati janji menggratiskan UWT itu. Ini demi keadilan sosial juga.

Karena, TERNYATA soal UWT gratis itu sudah lama berlaku di sini. Banyak lahan-lahan yang dialokasikan BP Batam dengan UWTO nihil alias gratis. Ambil contoh, lapak eks PT Persero Batam di Zona 99 di Kawasan Batu Ampar.

Lahan Gudang PT Persero di Zona 99, Batu Ampar. (F.batamnow.com)

Lahan yang dialokasikan pihak Otorita Batam (sekarang BP Batam) sekitar tahun 90-an. UWTO-nya nihil untuk seluas 99.000 meter2. Nihil adalah bahasa halus tak bayar alias gratis.

Ini memang fakta. Dan fakta ini sebenarnya bisa menjadi yurisprudensi bagi Rudi, membebaskan UWT masyarakat, untuk menepati janjinya.

batam.now

Koran Digital
Seputar Kepri-Batam dalam Satu Klik

Aliansi Mahasiswa Kota Batam memastikan akan mengg Aliansi Mahasiswa Kota Batam memastikan akan menggelar aksi unjuk rasa pada Kamis, 18 Juni 2026, dengan membawa sembilan poin tuntutan yang mereka sebut sebagai "Tuntutan 45".

Demonstrasi tersebut akan menyoroti berbagai persoalan nasional sekaligus isu-isu krusial yang dihadapi Kota Batam.

"Kami Aliansi Mahasiswa Batam akan menggelar aksi hari Kamis (18/06/2026). Kami membawa sembilan tuntutan, kami menyebutnya 'Tuntutan 45', 4 isu nasional, 5 isu lokal," ujar Koordinator Umum Aliansi Mahasiswa Batam, Kevin, saat dikonfirmasi BatamNow.com, Sabtu (13/06/2026).

Ia mengatakan, aksi awalnya direncanakan pada Senin lusa. Namun, jadwal diubah menjadi Kamis depan.

"Memang harusnya hari Senin. Cuma tadi saat ke Polres sudah nggak bisa, nggak masuk jamnya,  jadinya hari Kamis," kata Kevin.

Aksi mahasiswa akan dipusatkan di Kantor DPRD Kota Batam dan Kantor Wali Kota Batam.

Massa juga akan melakukan longmarch serta menyampaikan orasi di sejumlah ruas jalan utama, dengan titik kumpul di kawasan lampu merah Pollux Habibie, Batam Center.

Kevin memperkirakan sebanyak 100 hingga 145 mahasiswa akan mengikuti aksi tersebut.

"Estimasi yang mengikuti aksi sekitar 100 sampai 145 orang. orang," ujarnya.

"Tuntutan 45" Mahasiswa Batam

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa sembilan tuntutan yang terbagi dalam empat isu nasional dan lima isu lokal Batam, yang secara keseluruhan mereka namakan "Tuntutan 45".

Untuk tingkat nasional, empat tuntutannya adalah:

1. Sahkan RUU Perampasan Aset
2. Sekali lagi, sahkan RUU Perampasan Aset
3. Sebelum RUU Perampasan Aset disahkan, kami akan turun kembali ke jalan. Dengan tuntutan yang sama
4. Evaluasi total Program MBG atau STOP.

...

Lima tuntutan tingkat lokal oleh Aliansi Mahasiswa Kota Batam, antara lain:

1. Hentikan segala bentuk aktivitas yang merusak alam dan merampas ruang hidup masyarakat
2. Tangkap dan adili mafia perusak lingkungan Batam
3. Audit dan selesaikan krisis air bersih Batam
4. Jamin hak kerja tenaga kerja lokal Batam
5. Mengatasi persoalan sampah dan banjir Batam.

Baca di BatamNow.com

#batam #batamnow #batamhits #batamnews #semuatentangbatam
Pengadilan Negeri (PN) Batam kembali menggelar sid Pengadilan Negeri (PN) Batam kembali menggelar sidang perkara dugaan perusakan Hutan Lindung Mangrove Tanjung Gundap, Sagulung, Batam, dengan terdakwa Dju Seng, Kamis (11/06/2026).

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Tiwik bersama dua hakim anggota itu beragendakan pemeriksaan saksi dan ahli. Terdakwa Dju Seng yang berstatus tahanan kota, tampak hadir mengenakan kemeja putih, bukan baju tahanan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan satu saksi dan empat saksi ahli.

Saksi yang diperiksa adalah Mulyo Hadi dari BP Batam. Sementara saksi ahli terdiri dari Wahyu Junaidi dari Universitas Juanda, Dadan Mulyana selaku peneliti mangrove, serta dua ahli dari Kementerian Kehutanan.

Pada awal persidangan, penasihat hukum terdakwa, Nugraha dan Andreas, menyampaikan keberatan terhadap kehadiran dua saksi ahli dari Kementerian Kehutanan.

Menurut mereka, kedua ahli tersebut merupakan pegawai di instansi yang berkaitan dengan perkara sehingga berpotensi menimbulkan konflik kepentingan (conflict of interest).

Dalam keterangannya, ahli mangrove Dadan Mulyana menjelaskan bahwa kawasan mangrove di Tanjung Gundap merupakan mangrove tipe pulau yang memiliki tingkat pemulihan sangat lambat apabila mengalami kerusakan.

“Batam ini tipe mangrovenya tipe pulau. Ini tipe mangrove yang susah dipulihkan. Untuk pemulihannya bisa lebih dari 100 tahun,” ujar Dadan saat menjawab pertanyaan JPU.

Menurut Dadan, kerusakan ekosistem mangrove dapat terjadi akibat faktor alam maupun aktivitas manusia.

Salah satu penyebab yang paling berdampak adalah penimbunan kawasan mangrove menggunakan material nonmangrove yang menghambat masuknya air laut ke area tersebut.

Ia menjelaskan, proses pemulihan harus diawali dengan mengembalikan sistem pasang surut agar kawasan yang tertutup timbunan kembali mendapatkan suplai air laut.

Setelah itu diperlukan tahapan studi awal, analisis lingkungan, penyusunan desain teknis, penanaman, hingga perawatan dalam jangka panjang.

Sementara itu, saksi ahli pengukuran dan pemetaan kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan, Wiharso, menyebut luas...

Baca di BatamNow.com

#batam #batamnow #batamhits #djuseng #batamnews
Pipa DN 800mm milik SPAM Batam di Simpang K Square Pipa DN 800mm milik SPAM Batam di Simpang K Square Mall, yang bocor kembali sejak Rabu kemarin, masih dalam perbaikan hingga Kamis (11/06/2026) siang ini.

Pantauan BatamNow.com di lokasi, sekira pukul 12.47 WIB, beberapa petugas tengah mengerjakan perbaikan pipa distribusi utama yang terletak beberapa meter di bawah tanah itu.

Sebagian petugas tampak memutar baut pada flange soket pipa. Namun, dari sela-sela pipa juga terlihat masih ada air jernih yang mengucur.

Personel yang ditemui di lapangan, enggan memberi keterangan soal progres terkini perbaikan pipa rusak yang meresahkan ribuan konsumen air minum jaringan perpipaan di Batam itu.

Sedangkan Corporate Communication PT Air Batam Hilir (ABHi), Ginda Alamsyah, belum merespons konfirmasi dikirimkan BatamNow.com pada Kamis siang.

Sebagaimana pengumuman PT ABHi, kerusakan pipa ini berdampak pada terhentinya aliran air ke pelanggan di area Temenggung, Taman Niaga, Plamo, Duta Mas, Aggrek Mas, Anggrek Sari, Industri Batam Center, Citra Batam, Bengkong, Kintamani, Central Sukajadi, Batu Batam, Orchid, Rosedale, Marchelia dan sekitarnya.

Sebelumnya, Ginda mengatakan ada sekitar 26 ribu pelanggan yang terdampak kerusakan kedua kali pipa ini.

“Estimasi sekitar 26 ribu,” kata Ginda menjawab perkiraan jumlah pelanggan yang terdampak, Rabu (10/06).

Jumlah ini berbeda jauh dengan estimasi yang disebut oleh Direktur Operasional PT ABHi, Jefri Maulidani saat terjadi kerusakan pertama berdampak ke 50-60 ribu pelanggan di Batam Center dan sekitarnya.

Soal penyebab kebocoran pada pipa yang sama, menurut Ginda, diduga akibat pergeseran tanah dan ada faktor hujan.

“Iya, pergeseran tanah tadi karena labil itu,” jelasnya.

Pipa DN 800mm ini sebelumnya mengalami kerusakan pada Minggu (07/06) dan rampung diperbaiki pada Senin (08/06) sekira pukul 17.00. Namun jebol lagi pada Rabu (10/06).

Di lokasi pipa ini sedang ada pekerjaan proyek drainase melibatkan ekskavator. Namun menurut Ginda, kerusakan pipa bukan karena aktivitas proyek.

Baca di BatamNow.com

@amsakarachmad @li.claudia.chandra @bpbatam 
@airbatamhilir
#batam #batamnow #bpbatam #batamhits #batamnews
PT Air Batam Hilir (ABHi) memastikan pipa distribu PT Air Batam Hilir (ABHi) memastikan pipa distribusi utama berukuran DN 800mm yang bocor lagi di Simpang K Square Mall, Rabu (10/06/2026).

"Iya yang kemarin. Dipastikan yang kemarin kembali," kata Corporate Communication PT Air Batam Hilir, kepada BatamNow.com lewat sambungan telepon, Rabu sore.

Saat bersamaan, pantauan BatamNow.com di lokasi kebocoroan, Rabu sore, fisik pipa yang jebol masih tertutup genangan air pada kedalaman diperkirakan setinggi orang dewasa. Petugas masih berupaya menguras genangan air yang terus mengucur dari pipa.

"Setelah area pekerjaan selesai dikuras, baru nanti beberapa material maupun pekerjaannya itu bisa dilakukan lebih optimal. Kalau masih ada air kayak gitu, sulit," jelas Ginda.

Menurutnya, penyetopan distribusi air perpipaan sudah dilakukan secara bertahap.

"Estimasi sekitar 26 ribu," kata Ginda menjawab perkiraan jumlah pelanggan yang terdampak kebocoran pipa terbaru ini.

Jumlah ini berbeda jauh dengan estimasi yang disebut oleh Direktur Operasional PT ABHi, Jefri Maulidani saat terjadi kerusakan pertama berdampak ke 50-60 ribu pelanggan di Batam Center dan sekitarnya.

Ditanya soal distribusi truk tangki air ke konsumen akibat kebocoran ini, Ginda hanya menjawab, "Hari ini yang jelas, permintaan tangki itu meningkat signifikan akibat pekerjaan tersebut".

Soal penyebab kebocoran pada pipa yang sama, menurutnya juga diduga akibat pergeseran tanah dan ada faktor hujan.

"Iya, pergeseran tanah tadi karena labil itu," jelasnya.

Di lokasi itu kini sedang ada pekerjaan proyek drainase melibatkan ekskavator. Namun menurut Ginda, kerusakan pipa bukan karena aktivitas proyek.

Hingga berita ini diterbitkan, petugas masih bekerja menguras genangan air yang menutupi pipa bocor. Di sekitar area pekerjaan juga telah disediakan beberapa lampu penerangan.

Diumumkan PT ABHi, area terdampak aliran air minum perpipaannya meliputi Temenggung, Taman Niaga, Plamo, Duta Mas, Aggrek Mas, Anggrek Sari, Industri Batam Center, Citra Batam, Bengkong, Kintamani, Central Sukajadi, Batu Batam, Orchid, Rosedale, Marchelia dan sekitarnya.

@amsakarachmad

@li.claudia.chandra

Baca di BatamNow.com

#batam #batamnow #batamnews #batamhits #bpbatam
Kesaksian mengejutkan terungkap dalam sidang lanju Kesaksian mengejutkan terungkap dalam sidang lanjutan perkara dugaan pembunuhan berencana terhadap almarhumah Dwi Putri Apriliandini di Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Bidan Rita Marlinda yang menjadi saksi, mengungkap bahwa terdakwa Wilson Lukman alias Koko tetap menganggap korban hanya berpura-pura, meski saat itu korban sudah tidak menunjukkan respons ketika diperiksa.

Korban Tak Berdaya, Mami Masih Sempat Infus Whitening

Rita mengaku diminta oleh terdakwa Anik Istiqomah Noviana alias Meylika Levana alias Mami untuk datang ke mess para LC pada Jumat, 28 November 2025, sekitar pukul 12.00 WIB.

Hari kedatangan Rita setelah serangkaian penganiayaan yang dialami korban hingga tak berdaya lagi, bila dicocokkan dengan kesaksian mantan ladies companion (LC) dalam persidangan sebelumnya.

Meski begitu, niat terdakwa Meylika alias Mami meminta bidan Rita datang adalah untuk memasang infus whitening dan memberikan suntikan vitamin kepadanya.

“Pada saat itu Mami menghubungi saya melalui WhatsApp dan menanyakan jam berapa saya datang ke rumah untuk infus whitening dan suntik vitamin," ujar Rita menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Saat proses pemasangan infus berlangsung, Meylika sempat menceritakan kepada Rita tentang seorang perempuan yang baru bekerja di tempat tersebut.

Menurut Rita, Meylika mengatakan tubuh perempuan itu dipenuhi memar akibat dipukul pacarnya.

“Bu Bidan, saya punya anak baru. Anak ini punya suami, kemudian punya pacar lagi. Kondisi badannya biru-biru karena dipukul pacarnya,” kata Rita menirukan ucapan Meylika.

Meylika juga memperlihatkan percakapan yang disebut antara korban dengan pacarnya, berisi permintaan untuk menjalani operasi plastik.

Selain itu, ia menyebut korban dalam kondisi lemas, tidak mau makan, bahkan harus dibantu saat mandi dan buang air.

Karena itu, Meylika meminta Rita memberikan infus vitamin kepada korban.

"Anak ini sekarang dalam keadaan lemas, tidak mau makan, mandi dimandikan, cebok dicebokin. Bisa tidak diinfus vitamin?...

Baca di BatamNow.com

#batam #batamnow #batamhits #batamnews #semuatentangbatam
Kebocoran pipa distribusi utama berdiameter DN800 Kebocoran pipa distribusi utama berdiameter DN800 di simpang K Square Mall, Batam Centre sejak Minggu (07/06/2026) hingga Senin (08/06), masih menyebabkan gangguan pasokan air bersih bagi sekitar 50 ribu hingga 60 ribu pelanggan SPAM BP Batam.

Direktur Operasional PT Air Batam Hilir (ABHi), Jefri Maulidani, ketika ditemui BatamNow.com di lokasi kebocoran pipa, tepatnya di seberang pusat ritel Informa, mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan proses pembongkaran soket pipa yang rusak.

"Setelah kami melakukan proses, tadi malam kita pembongkaran ya, karena ini kan longsor terus nih. Setelah proses ada hujan, ada air tergenang, sehingga pada malam kita membersihkan dulu area pembersihan. Dan sekarang ini kita sedang membuka baut antara flange-nya ini. Pipa yang lama, ujar Jefri, di lokasi perbaikan pipa, Senin (08/06/2026) pagi.

Menurutnya, proses perbaikan pipa yang bocor sejak Minggu kemarin itu sempat terkendala kondisi lapangan. Tim baru dapat membersihkan area dan mengidentifikasi titik kebocoran secara jelas pada Senin (08/06) pagi hari.

Awalnya, PT Air Batam Hilir lewat akun Instagram @airbatamhilir menjelaskan kebocoran terjadi pada jaringan pipa DN500.

Namun setelah dilakukan penggalian lebih lanjut, ditemukan bahwa di lokasi itu ada pipa T sambungan DN500 dengan DN800, dan sumber masalah berada pada pipa DN800 yang menjadi jalur utama distribusi air.

"Pipa T antara 500 dan 800. Di sini ada siku ini pipa kita di atasnya pipa 500 ke sana, nah ini pipa 800. Setelah kami gali, itu kan tadi malam kan longsor terus nih kondisinya, longsor terus. Jadi sampai dengan subuh baru kami bisa gali bersihkan baru kelihatan oh ini pipa 800 yang bocor,” katanya.

Jefri menjelaskan, jika nanti pipa yang rusak selesai dibongkar, akan butuh waktu sekitar dua jam lagi untuk penggantian pipa yang baru.

“Dan sekarang ini kita sedang membuka baut antara flange-nya ini. Pipa yang lama. Setelah baut kita angkat, selesai, kita buka pipa lama kita angkat, kita ganti dengan pipa yang baru, kita pasang, setting, pasang baut, sudah selesai...

Baca di BatamNow.com

@amsakarachmad
@li.claudia.chandra
@airbatamhilir

#batam #batamnow #bpbatam #airbatamhilir #abtamhits
Kapal kargo MV Golden Star 1 yang mengangkut 107 u Kapal kargo MV Golden Star 1 yang mengangkut 107 unit kontainer tenggelam di wilayah Traffic Separation Scheme (TSS) Selat Malaka dan Selat Singapura, Jumat (05/06/2026) malam.

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam langsung mengerahkan operasi penyelamatan setelah menerima informasi kecelakaan kapal sekitar pukul 21.30 WIB.

Namun hingga kini, otoritas pelayaran itu masih belum mengetahui secara rinci isi muatan dalam kontainer-kontainer yang sebagian sudah dievakuasi ke Pulau Putri, Nongsa.

Kepala KSOP Khusus Batam, M. Takwim Masuku, mengatakan prioritas utama adalah penyelamatan jiwa manusia.

"Setelah menerima informasi, KN P.376 langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan,” ujar Takwim dalam konferensi pers di Kantor KSOP Khusus Batam, Sabtu (06/06/2026).

Berdasarkan informasi awal, MV Golden Star 1 berlayar dari Singapura menuju Pelabuhan Pasir Gudang, Malaysia, dengan membawa sekitar 107 kontainer.

Saat kapal tenggelam, sembilan awak kapal berhasil menyelamatkan diri menggunakan liferaft atau perahu penyelamat darurat.

Kesembilan awak kapal yang berkewarganegaraan Indonesia itu berhasil dievakuasi ke Dermaga Bintang 99 di Batu Ampar. Lalu mereka menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Seluruh ABK yang berhasil diselamatkan berjumlah sembilan orang dan semuanya merupakan warga negara Indonesia," jelasnya.

Selanjutnya, para awak kapal dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri.

Selain operasi penyelamatan awak kapal, KSOP bersama Pangkalan Penjaga Laut dan Pantai (PPLP) Tanjung Uban, Ditpolairud Polda Kepri, Distrik Navigasi Tanjungpinang, serta nelayan setempat melakukan penanganan terhadap kontainer yang hanyut akibat tenggelamnya kapal.

Sejumlah kontainer yang ditemukan terapung telah diamankan dan dikandaskan sementara di kawasan Pulau Putri untuk mencegah gangguan terhadap lalu lintas pelayaran.

“Sampai laporan terakhir yang kami terima, sekitar belasan kontainer sudah berhasil diamankan...

Baca di BatamNow.com

#batam #batamnow #batamhits #semuatentangbatam
Bank Riau Kepri (BRK) Syariah ikut berpartisipasi Bank Riau Kepri (BRK) Syariah ikut berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama dengan Pemerintah Kota Pekanbaru serta beberapa perusahaan sebagai upaya untuk melestarikan lingkungan, Sabtu (06/06/2026).

Kegiatan yang yang dipusatkan di kawasan Stadion Utama Riau tersebut, diikuti Plt Direktur Utama BRK Syariah Helwin Yunus dan Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Fajar Restu Febriansyah.

“Kegiatan penanaman pohon pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, di kawasan Stadion Utama Riau oleh Pak Plt Gubernur ini sangat tepat. Karena pohon sangat banyak memberikan manfaat bagi lingkungan,” kata Helwin.

Disebutkannya, BRK Syariah sebagai bank daerah tentunya sangat mendukung penuh kegiatan positif ini. BRK Syariah juga siap terlibat dalam kegiatan penanaman pohon dilokasi lainnya.

“Kami siap memberikan dukungan pada kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan pada kesempatan yang lain. Karena jika lingkungan terjaga, maka juga akan mendatangkan keberkahan bagi manusia,” ujarnya.

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan, dengan penanaman pohon ini, dapat menciptakan lingkungan yang hijau dan nantinya dapat dinikmati oleh generasi masa depan. Menurutnya, pohon bukan hanya penghias kota, tapi benteng alami melawan perubahan iklim dan polusi.

"Kita berharap, dengan cinta yang kita berikan kepada pohon, kita juga mendapatkan cinta dari pohon. Dan yang paling penting, ini sangat akan bermanfaat bagi kehidupan selanjutnya," katanya.

Ia menegaskan aksi ini bukan seremoni, tapi investasi hijau untuk kualitas udara, kesehatan warga, dan ketahanan iklim Riau ke depan.

"Setelah ditanam, saya minta untuk ditempatkan orang di sini. Supaya bisa dipelihara, disiram dan diberi pupuk, jangan berhenti dipenanamannya saja," ungkapnya.

SF Hariyanto ingin memastikan puluhan pohon ini benar-benar tumbuh besar dan memberi manfaat. Ia meminta Dinas LHK Riau berkoordinasi dengan pengelola Stadion Utama untuk...

Baca di BatamNow.com

#batam #batamnow #brksyariah #batamhits #pekanbaru
Ikuti

Gugat dan Lapor KPK

Lahan di Zona 99 itu, sebenarnya, sudah berakhir masa sewa 30 tahun. Tapi dua tahun sebelumnya, pihak Persero sudah mengajukan permohonan perpanjangan untuk 20 tahun ke depan. Pihak BP Batam menolak.

Lahan itu pun sudah dialokasikan BP Batam ke pihak lain. Ini diakui seorang pengusaha di Batam, yang mendapat alokasi lahan tersebut.

Tapi yang jadi masalah bagi investor baru, pihak Persero tak kunjung beranjak dari lahan itu. Sejumlah bangunan di atas lapak di sana, pun masih disewakan pihak Persero ke para tenannya, yakni beberapa perusahaan ekspedisi. Sekretaris Perusahaan Persero Batam Dadan Supardan, Kamis (16/1) mengakui hal ikhwal penyewaan itu.

Berbagai kutipan sewa, katanya, masuk ke kocek Persero. Termin penyewaannya ada pertahun dan perbulan. Soal besaran biaya sewanya, Dadan, kurang mengetahui pasti.

Lalu mengapa pihak Persero takkunjung beranjak dari lahan itu? Inilah yang lagi disoal pihak Persero. Tampaknya, mereka kukuh tak mau hengkang, lalu akan menggugat BP Batam. ”Ini yang sedang kami usut dan juga akan laporkan ke KPK. Kenapa kami ditolak. Katanya lahan mau dipakai BP, nyatanya dialokasikan ke perusahan lain,” kata Dadan.

Soal penamaan Zona 99, ”diadopsi dari luas lahan itu 9,9 hektare,” tambah Dadan. Persero milik BUMN ini, dulu, satu-satunya badan pengelola dan pelayanan jasa pelabuhan kargo, penunjang pengembangan kawasan FTZ di Batam.

Perusahaan BUMN ini memonopoli jasa bongkar muat kargo termasuk memonopoli pergudangan di pelabuhan. Bisa disebut, perusahaan ini tajir, namun UWTO lahan yang dipakainya, pun gratis. Sementara warga miskin sulit dengan UWTO gratis.

Kok bisa? ”Lahan itu dulu atas rekomendasi Kemenko, peruntukan pergudangan,” ucap Dadan menceritakan masa awal Persero menapak kaki di Batam. ”Lahan sewaan Persero lain masih banyak dengan UWTO Nihil,” katanya. ”Tapi untuk angka rillnya kurang hafal”.

Investor Baru Resah

Seperti disebut tadi, meski lahan itu sudah ”out of date” pihak Persero masih tetap bertahan lalu memasang plang “Lahan Milik Persero Batam”.

Inilah yang membuat pengusaha mengeluh lalu resah. ”Investasi kami terhambat,” kata pengusaha yang tak mau disebut namanya ini.

Kondisi klasik seperti ini yang sering terjadi di Batam. Ibarat sinetron, sudah menjadi tontonan biasa di kawasan industri ini. Jangan heran bila sering terjadi konflik di lapangan, baik berskala besar maupun kecil. Namun di satu sisi pihak BP Batam, ”santuy” saja bila terjadi klaim mengklaim atas lahan yang dialokasikan.

Inilah sisi jelek kualitas pelayanan oleh BP Batam selama ini, dalam konteks mengembangkan Batam.

Pengalokasian lahan seakan cukup sebatas di atas meja. Kondisi rill di lapangan menjadi urusan investor. Keadaan pelayanan seperti ini, jauh beda di negara lain sebagai tujuan investasi.

Kasus Zona 99, satu dari sekian deretan kasus sengketa lahan. Ada yang diselesaikan di ”TKP” ada yang masuk ke bilik peradilan, baik secara perdata maupun pidana. Tentu dengan beragam modus.

Tabiat pengalokasian lahan yang tumpang-tindih, banyak menjadi kasus. Ada buffer zone yang dialokasikan dengan melanggar aturannya sendiri dan lain sebagainya. Banyaknya spekulan lahan. Semua ini sudah nyaring di masyarakat. Bahkan isu ini, membosankan sudah.

Belum lagi hikayat mafia lahan dengan segala sepak terjangnya. ”Sindikat” lahan yang sudah lama digujingkan. Entah di eksternal, atau internal BP Batam sendiri. Atau kolaborasi dua-duanya.

Ini yang tak pernah terungkap wujudnya. Ibarat kentut, kata orang. Baunya saja yang kecium. Entah siapa mafia lahan, tampaknya, tim siber pungli dan aparat hukum lain di Batam, ciut memberangus. Tak hanya Zona 99, kata sumber. Lahan ber-UWTO nihil masih banyak lagi di kawasan FTZ Batam.

Benarkah sinyalemen ini?

Sayang, kali ini, Direktur Humas dan Promosi BP Batam Dendi Gustinandar, sudah seminggu tak kunjung menjawab konfirmasi Whatsapp :batamnow:.

Konfirmasi akan kebenaran UWTO nihil ini. Seberapa banyak. Pun tentang prosedurnya. Sengkarut lahan entah sampai ke ujung mana. Dolar banyak tertimbun dalam benda ciptaan (pertama) tangan Tuhan ini. Benda tak bergerak nan seksi yang dikelola BP Batam itu. ”Menunggu gebrakan Rudi”. Akan diulas di edisi berikutnya, media ini.(*)

Berita Sebelumnya

10.000 Wisatawan China Batal Ke Batam

Berita Selanjutnya

Saling Bersitegang, Bilik Arbitrase Menunggu

Berita Selanjutnya
Saling Bersitegang, Bilik Arbitrase Menunggu

Saling Bersitegang, Bilik Arbitrase Menunggu

Comments 1

  1. Ping-balik: Isu Petinggi Negara di Zona 99! | BATAM NOW

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com