BatamNow-Bila melihat harga per sambungan rumah proyek IPAL di Batam menelan biaya Rp 62.197.476 per Sambungan Rumah (SR).
Sementara bila dibanding dengan proyek yang sama, yang akan dimulai tahun 2021. Di DKI Jakarta harga per SR hanya Rp 44.863.636.
Jadi ada perbedaan sekitar Rp 20 Juta per SR. Batam sendiri adalah kawasan FTZ non PPN dan bea masuk.
Nilai proyek IPAL di Batam pinjaman dari EDCF Korsel sebesar KRW 57,397 Miliar atau setara Rp 684.172.240.000 dengan kapasitas 20.000 m3/hari untuk melayani 11.000 SR.
Sementara Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) / IPAL di DKI Jakarta dengan pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA).
Total nilai investasi pembangunan IPAL DKI untuk zona 1 mencapai Rp 9,87 Triliun.
Sebanyak Rp7,7 Triliun dari Kementerian PUPR (pinjaman dari Jepang masuk langsung ke APBN) dan Rp 2,17 Triliun dari APBD DKI.
IPAL zona 1 mulai dibangun pada Februari 2021 di kawasan Pluit dengan luas lahan 3,9 hektare dengan kapasitas sebesar 240.000 m3/hari untuk melayani 220.000 sambungan rumah.(*)
