BatamNow,- Gelombang penolakan akan pembangunan Rumah Sakit(RS) Corona di eks camp Vietnam di Pulau Galang, Batam, semakin melebar.

Setelah penolakan dari anggota DPR RI Nyat Kadir, berbagai elemen masyarakat lainnya, menyusul.
Anggota DPRD Kepri Wahyu Wahyudin pun menyuarakan hal yang sama.
Argumentasi Nyat Kadir meminta pemerintah meninjau ulang pendirian RS Corona(Covid-19) itu, karena eks camp Vietnam itu sudah ditetapkan menjadi Cagar Budaya.
Sementara Wahyu beralasan menjadikan RS terinfeksi Covid-19 di Galang, berdampak negatif bagi masyarakat dan investor.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam Rafki Rasyid juga senada dengan Wahyu.
Dia juga memprotes akan pendirian RS Corona itu. “Ini bisa menimbulkan keresahan pada dunia usaha Batam,” ujar Rafki.
Dia melihat dari sudut pandang investor, pendirian RS khusus Corona ini menjadi sentimen negatif, dan para investor bisa saja mengancam memindahkan investasinya ke tempat lain.
Penolakan dari warga Galang sendiri pun muncul. Ketua Ikatan Keluarga Rempang Galang, Herman menolak di kampungnya dibangun RS khusus penyakit menular(Corona).
Menurut Herman, warga di sana baru tahu setelah ada kunjungan dari Panglima TNI, ke Pulau itu.
“Intinya kami masyarakat Galang tidak setuju dan tidak sependapat dengan keputusan Presiden,” imbuh Herman.
Suara penolakan masyarakat ini pun direspon Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Budi Mardiyanto.
Dia meminta pemerintah untuk meninjau ulang rencana pembangunan Rumah Sakit Khusus Corona di Pulau Galang.
Alasannya, rencana pembangunan RS tersebut menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat dan para pengusaha yang ada di Kota Batam.
Sementara Wakil Wali Kota Batam Amsakar tak sekata dengan sikap warganya ini.
Dikatakan, Pulau Galang dipilih karena memadai dan bisa mendukung percepatan hadirnya layanan kesehatan khusus ini.
Batam ini menjadi alternatif karena setelah ditinjau pemerintah, aksesibilitasnya bagus.
Meski demikian Amsakar berjanji menampung suara penolakan masyarakat ini. “Pada sosialisasi ini suara masyarakat akan kami dengar, kami akan lihat juga altetnatif di pulau-pulau lainnya,” kata Amsakar.
Amsakar pun menerangkan alasan pilihan ke Galang, karena pemerintah berkejaran dengan waktu untuk menghadirkan fasilitas kesehatan khusus bagi warga yang terkena COVID-19 dan virus-virus lainnya.(omrad)
Dikutip dari berbagai sumber
