Bertambah 75, Total Kasus Varian Omicron Jadi 414 - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Bertambah 75, Total Kasus Varian Omicron Jadi 414

10/Jan/2022 06:35
Prof Wiku: Penyintas Corona Varian Omicron Tak Lagi Menularkan ke Orang Lain

Ilustrasi virus corona Omicron. (F: Dado Ruvic/ REUTERS)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali mengumumkan, hingga Sabtu (08/01/2022), ada penambahan 75 kasus baru Covid-19 akibat penularan varian baru virus Corona B.1.1.529 atau Omicron.

Dilansir Kompas.com, dengan demikian total kasus Covid-19 akibat penularan varian Omicron di Indonesia mencapai 414.

“Secara keseluruhan selama Desember 2021 kasus konfirmasi Omicron sebanyak 136 orang, sementara pada tahun 2022 hingga 8 Januari sebanyak 278 orang,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, dalam keterangan tertulis dikutip dari laman resmi Kemenkes RI, Senin (10/01/2022).

Nadia mengatakan, dari 414 kasus Covid-19 varian Omicron, sebanyak 31 orang merupakan kasus transmisi lokal.

Kemudian, 383 orang merupakan pelaku perjalanan dari luar negeri.

“Selain itu, kebanyakan dari yang terinfeksi Omicron adalah mereka yang sudah divaksinasi lengkap,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Nadia meminta masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan luar negeri, jika tidak untuk keperluan mendesak.

Ia mengatakan, kasus Covid-19 dari varian Omicron paling banyak berasal dari Turki dan Arab Saudi dan mayoritas pasien sudah divaksinasi dua dosis, naman tetap bisa menginfeksi.

“Artinya vaksinasi tidak menjamin seseorang terhindar dari virus Covid-19. Kita harus waspada, jangan sampai tertular. Wajib disiplin terapkan protokol kesehatan meski sudah divaksinasi, jangan sampai tertular dan menularkan,” tuturnya.

Baca Juga:  Cara Mendeteksi Smartphone dari Spyware Pegasus Israel

Lebih lanjut, Nadia meminta pemerintah daerah untuk memperkuat kegiatan 3T (Testing, Tracing, Treatment), melakukan pemantauan apabila ditemukan klaster baru Covid-19 dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat bila ditemukan kasus konfirmasi Omicron.

“Kita tidak boleh lengah, jangan sampai gelombang ketiga terjadi di Indonesia. Jangan sampai apa yang terjadi di India terjadi juga di Indonesia, dimana dalam 10 hari terakhir terjadi kenaikan tren kasus dari 6 ribuan menjadi 90 ribuan kasus konfirmasi omicron. Ini yang kita hindari,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, hingga Jumat (07/01) total kasus Covid-19 dari penularan varian Omicron mencapai 318, setelah terjadi penambahan kasus baru 67.

Secara keseluruhan, dari awal kasus Omicron diumumkan pada Desember 2021 hingga Jumat (07/01), ada 23 kasus transmisi lokal dan 295 kasus dari pelaku perjalanan luar negeri.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Widyawati menyebutkan, kasus varian Omicron paling banyak pelaku perjalanan dari Turki dan Arab Saudi. (*)

Berita Sebelumnya

Varian Deltacron Muncul, Ini Negara Pertama Kali Ditemukan

Berita Selanjutnya

Dirjen Dukcapil Tegaskan Pindah Domisili Tak Perlu Surat Pengantar RT

Berita Selanjutnya
Dirjen Dukcapil Tegaskan Pindah Domisili Tak Perlu Surat Pengantar RT

Dirjen Dukcapil Tegaskan Pindah Domisili Tak Perlu Surat Pengantar RT

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com