BatamNow.com – Kalut-malut kondisi pelabuhan penumpang PT Pelni di Batam ternyata sudah dalam perhatian Nyat Kadir sebagai wakil rakyat Kepri di DPR RI.
Politisi dari Partai Nasdem ini membenarkan apa yang dikeluhan masyarakat penumpang Pelni selama ini.
Dia jelaskan saat kunjungan kerja (kunker) Komisi VI DPR RI di Batam, mereka sudah membahas masalah menahun itu bersama PT Pelni, BP Batam dan stakeholder lainnya di Hotel Radisson Batam pada 20 Desember 2021.
“Bukan saja hanya keluhan dari masyarakat, tapi dari pihak PT Pelni juga,” ujar mantan Wali Kota Batam itu kepada BatamNow.com, Senin (09/05/2022).
Dia tambahkan, nestapa penumpang itu apalagi harus berjalan kaki begitu jauh sampai ke pintu gerbang karena lama antre menunggu antrean bus yang jumlahnya tidak memadai.
“Belum lagi jika terjadi genangan banjir kala turun hujan. Pokoknya tidak manusialah,” ucap pria kelahiran Kabupaten Lingga, Kepri itu.
Lalu apa jalan keluar dari kalut-malutnya kondisi pelayanan penumpang Pelni di pelabuhan Batu Ampar itu?
Menurut Pak Nyat, biasa dipanggil, saat di Hotel Radisson itu, Komisi VI juga sudah meminta penjelasan Kepala BP Batam Muhammad Rudi, sekalian dengan jalan keluarnya.
Kepala BP Batam, ucapnya, lebih cenderung mengusulkan mengembalikan pelayaran Pelni ke Pelabuhan Sekupang. “Namun pelabuhan itu harus dibenahi kembali termasuk ruang tunggu serta alur pelayaran yang mungkin sudah dangkal,” kata Pak Nyat.
Dia sebutkan, jika kembai ke Pelabuhan Sekupang, dana yang diperlukan tidak sedikit dan sebaiknya harus ditanggung bersama BP Batam, Pelni maupun Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
“Kami setuju dengan usul itu. Pelabuhan Sekupang lebih layak untuk sandar kapal Pelni. Gudang Persero bisa dibenahi untuk ruang tunggu,” katanya.
Satu hal, kata dia, jika kembali ke Pelabuhan Sekupang, penumpang tidak perlu lagi transportasi bus ke terminal kerena posisi kapal Pelni bersandar sangat dekat.

Namun apa yang dibahas di Hotel Radisson itu ternyata juga belum ada action-nya, maka Komisi VI akan mengambil langkah lanjutan.
Dalam waktu dekat, ujar Nyat, pihaknya akan menyurati Menteri Perhubungan (Menhub) agar segera membahasnya dengan pihak terkait seperti Menteri BUMN dan BP Batam.
Tujuannya agar segera mengadakan pertemuan untuk membuat perencanaan pembenahan pelabuhan Pelni di Sekupang yang layak dan manusiawi. “Surat tersebut akan kami tembuskan ke Presiden RI Bapak Joko Widodo,” Kata Nyat.
Dalam liputan BatamNow.com beberapa edisi belakangan ini membeber kembali kalut-malut berkepanjangan kondisi pelabuhan tempat sandar KM Kelud milik PT Pelni itu.
Kondisi yang menahun tanpa solusi dari pemerintah, khususnya Kemenhub. Ombudsman RI dan dari Litbang Kemenhub juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) dua hari jelang Lebaran 2022.
Kondisi pelabuhan yang tak layak, tak nyaman bagi penumpang dan dapat membahayakan, begitu hasil sidak. Sama dengan kondisi terdahulu dan belum ada solusi permanen.
Dari empat wakil rakyat di DPR RI dan empat “Senator” dari dapil Kepri yang dimintai BatamNow.com pendapatnya soal nestapa penumpang Pelni di Batam, baru hanya Nyat Kadir yang memberi penjelasan. (*)
