Soal Kalut-Malut Pelabuhan Penumpang Pelni di Batam, Nyat Kadir Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Kepri: Kami Segera Surati Menhub - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Soal Kalut-Malut Pelabuhan Penumpang Pelni di Batam, Nyat Kadir Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Kepri: Kami Segera Surati Menhub

10/Mei/2022 09:30
Soal Kalut-Malut Pelabuhan Penumpang Pelni di Batam, Nyat Kadir Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Kepri: Kami Segera Surati Menhub

Anggota Komisi VI DPR RI, Drs. H. Nyat Kadir. (F: Dok. Pribadi)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Kalut-malut kondisi pelabuhan penumpang PT Pelni di Batam ternyata sudah dalam perhatian Nyat Kadir sebagai wakil rakyat Kepri di DPR RI.

Politisi dari Partai Nasdem ini membenarkan apa yang dikeluhan masyarakat penumpang Pelni selama ini.

Dia jelaskan saat kunjungan kerja (kunker) Komisi VI DPR RI di Batam, mereka sudah membahas masalah menahun itu bersama PT Pelni, BP Batam dan stakeholder lainnya di Hotel Radisson Batam pada 20 Desember 2021.

“Bukan saja hanya keluhan dari masyarakat, tapi dari pihak PT Pelni juga,” ujar mantan Wali Kota Batam itu kepada BatamNow.com, Senin (09/05/2022).

Dia tambahkan, nestapa penumpang itu apalagi harus berjalan kaki begitu jauh sampai ke pintu gerbang karena lama antre menunggu antrean bus yang jumlahnya tidak memadai.

“Belum lagi jika terjadi genangan banjir kala turun hujan. Pokoknya tidak manusialah,” ucap pria kelahiran Kabupaten Lingga, Kepri itu.

Lalu apa jalan keluar dari kalut-malutnya kondisi pelayanan penumpang Pelni di pelabuhan Batu Ampar itu?

Menurut Pak Nyat, biasa dipanggil, saat di Hotel Radisson itu, Komisi VI juga sudah meminta penjelasan Kepala BP Batam Muhammad Rudi, sekalian dengan jalan keluarnya.

Kepala BP Batam, ucapnya, lebih cenderung mengusulkan mengembalikan pelayaran Pelni ke Pelabuhan Sekupang. “Namun pelabuhan itu harus dibenahi kembali termasuk ruang tunggu serta alur pelayaran yang mungkin sudah dangkal,” kata Pak Nyat.

Dia sebutkan, jika kembai ke Pelabuhan Sekupang, dana yang diperlukan tidak sedikit dan sebaiknya harus ditanggung bersama BP Batam, Pelni maupun Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Baca Juga:  Sidak di Pelabuhan Batu Ampar, Kepala Ombudsman Kepri: Sangat Tidak Layak bagi Penumpang

“Kami setuju dengan usul itu. Pelabuhan Sekupang lebih layak untuk sandar kapal Pelni. Gudang Persero bisa dibenahi untuk ruang tunggu,” katanya.

Satu hal, kata dia, jika kembali ke Pelabuhan Sekupang, penumpang tidak perlu lagi transportasi bus ke terminal kerena posisi kapal Pelni bersandar sangat dekat.

Anggota Komisi VI DPR RI bertemu pihak Pelni membahas pelayanan Pelabuhan Batu Ampar, di Hotel Radisson, Batam, Senin (20/12/2021). (F: ist)

Namun apa yang dibahas di Hotel Radisson itu ternyata juga belum ada action-nya, maka Komisi VI akan mengambil langkah lanjutan.

Dalam waktu dekat, ujar Nyat, pihaknya akan menyurati Menteri Perhubungan (Menhub) agar segera membahasnya dengan pihak terkait seperti Menteri BUMN dan BP Batam.

Tujuannya agar segera mengadakan pertemuan untuk membuat perencanaan pembenahan pelabuhan Pelni di Sekupang yang layak dan manusiawi. “Surat tersebut akan kami tembuskan ke Presiden RI Bapak Joko Widodo,” Kata Nyat.

Dalam liputan BatamNow.com beberapa edisi belakangan ini membeber kembali kalut-malut berkepanjangan kondisi pelabuhan tempat sandar KM Kelud milik PT Pelni itu.

Kondisi yang menahun tanpa solusi dari pemerintah, khususnya Kemenhub. Ombudsman RI dan dari Litbang Kemenhub juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) dua hari jelang Lebaran 2022.

Kondisi pelabuhan yang tak layak, tak nyaman bagi penumpang dan dapat membahayakan, begitu hasil sidak. Sama dengan kondisi terdahulu dan belum ada solusi permanen.

Dari empat wakil rakyat di DPR RI dan empat “Senator” dari dapil Kepri yang dimintai BatamNow.com pendapatnya soal nestapa penumpang Pelni di Batam, baru hanya Nyat Kadir yang memberi penjelasan. (*)

Berita Sebelumnya

Gubernur Kepri Ansar Ahmad Hadiri Rapat Kerja APPSI 2022 di Bali

Berita Selanjutnya

Rencana Ekspor Pasir Laut, Komisi VII Kunker ke Kepri

Berita Selanjutnya
Komisi II DPR RI Minta Batalkan Ex-Officio

Rencana Ekspor Pasir Laut, Komisi VII Kunker ke Kepri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com