BatamNow.com – General Manager (GM) Unit Usaha Pengelolaan Lingkungan BP Batam Iyus Rusmana mengakui belum ada pipa sambungan dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang terhubung ke septic tank dengan target 11.000 rumah warga, Sabtu (19/11/2022).
Penjelasan ini sekaligus mengonfirmasi data yang dikritisi BatamNow.com pada berita “IPAL BP Batam Sedot Tinja Siapa?” tentang kondisi pelaksanaan proyek IPAL di lapangan yang seakan terseok.
“Pekerjaan sambungan rumah ada dua fase. Fase 1 sambungan rumah di depan rumah/samping drainase sudah terpasang 10.000 SR, sedangkan Fase 2 sambungan rumah ke septic tank masih 0 karena menunggu jaringan pipa primer diselesaikan terlebih dahulu,” kata Iyus yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek IPAL BP Batam.
Dalam rilis pers BP Batam, Iyus mengklaim penyelesaian 11.000 Sambungan Rumah (SR) ke septic tank itu baru akan dimulai pada Desember 2022.
Menurutnya, sambungan ke septic tank itu masih menunggu rampungnya jaringan pipa primer dan sekunder.
“Dari target 114 km jaringan pipa primer dan sekunder, Tahap 1 yang belum tersambung sekitar 3,7 km 7 titik lokasi, yaitu Pasir Putih, Royal Grande, Citra Indah, Baloi Ditpam, Eden Park, Kembang Sari, dan Grand Orchid. Setelahnya, dilanjutkan penyelesaian 11.000 Sambungan Rumah (SR) bulan Desember 2022,” ujar Iyus.
Data BP Batam, progres proyek IPAL sudah 90,8 persen. Rinciannya: WWTP di Bengkong Sadai dan 5 stasiun pompa rampung, jaringan pipa keseluruhan 93,8 persen serta sambungan depan rumah/samping drainase mencapai 10.000 SR (69,4 persen).
Dengan sisa pekerjaan 9,2 persen, ternyata proyek IPAL BP Batam masih membutuhkan Rp 112,5 miliar dengan target selesai pada Juni 2024, atau 19 bulan dari Desember 2022.
Sebagai informasi, dalam laporan keuangannya, BP Batam menyebut anggaran proyek IPAL per 31 Desember 2021 terealisasi sekitar Rp 564,95 miliar.
Adapun anggaran tersebut sudah tersedia dan akan digunakan untuk penyelesaian pekerjaan 3,7 km di 7 lokasi, pengadaan peralatan pendukung operasional, penyelesaian 11.000 Sambungan Rumah ke septic tank, penyelesaian mekanikal dan elektrikal, serta commissioning & training yang akan dimulai kembali pada awal Desember 2022, dan direncanakan beroperasi di sebagian area pada bulan Oktober 2024.

BP Batam menyebut proyek IPAL diperpanjang lagi sebagaimana diajukan ke Kementerian Keuangan RI dan Bappenas. Kemudian pihak peminjam dana (lender) yakni The Export-Import (Exim) Bank of Korea (EDCF) menyetujui target penyelesaian proyek pada Juni 2024 dengan loan closing date pada September 2024.
Proyek IPAL yang masih tahap 1 ini untuk area pelayanan 43 perumahan di Batam Center dengan dengan Waste Water Treatment Plant (WWTP) di Bengkong Sadai.
Pengerjaan Proyek IPAL bertujuan mengatasi pencemaran lingkungan dari air limbah domestik yang mengalir ke waduk maupun perairan pantai.
Sebagai informasi, proyek IPAL dengan nama The Development of Sewerage System in Batam Island dengan sumber dana pinjaman lunak dari luar negeri (LN) sebesar USD 50 juta atau sekitar Rp 750 miliar (asumsi kurs USD 1 = Rp 15.000).
Economic Development Cooperation Fund (EDCF) Korea yang meminjamkannya dan disalurkan melalui Exim Bank of Korea dengan masa pembayaran 40 tahun dan bunga sebesar 0,5% atau sekitar Rp 3,75 miliar per tahun.
Kontraktor (engineer) proyek IPAL BP Batam adalah Hansol EME Korea sementara Sunjin Eng & Arch Korea selaku konsultan.
Direncanakan Kelar 39 Bulan, Proyek IPAL Kini Butuh 87 Bulan
Proyek IPAL BP Batam dimulai sejak April 2017, ditargetkan selesai 39 bulan atau pada 30 Juni 2020.
Dokumen diperoleh BatamNow.com, pipa primer dan sekunder proyek IPAL seyogianya dikerjakan sejak medio Oktober 2020 dan selesai akhir Februari 2022. Tapi hingga November 2022, masih ada 3,7 km belum tersambung dari target 114 km.
Sedangkan house connection (sambungan rumah) fase 1, mulanya dengan jadwal pengerjaan Agustus 2019 – Juni 2020. Namun hingga November 2022, masih 10.000 SR (69,4 persen).
Sementara pipa sambungan ke septic tank 11.000 rumah warga (fase 2), awalnya dengan jadwal April-Desember 2020. Hingga kini, sama sekali belum ada yang tersambung alias 0.
Dalam rilisnya, BP Batam menyebut waktu pelaksanaan proyek IPAL diperpanjang lagi. Targetnya selesai pada Juni 2024 atau 87 bulan bila dihitung dari April 2017 dimulainya proyek itu.
Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Karyoto mengatakan bila satu proyek mangkrak dan terkatung-kantung membuka peluang untuk terjadi korupsi. “Apalagi proyek pinjaman dana dari luar negeri,” kata Karyoto.
Untuk keberimbangan data-data pemberitaan konfirmasi telah diajukan Kepala BP Batam Muhammad Rudi, Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam Binsar Tambunan.
Demikian juga GM Unit Usaha Pengelolaan Lingkungan BP Batam Iyus Rusmana, terlebih Kepala Biro Humas BP Batam Ariastuty Sirait, namun semuanya tak merespons. (red)

