Laporan Biro LN BatamNow.com dari Singapura
Tak jarang di beberapa momen para petinggi Batam, silih berganti, mencetuskan optimismenya yang akan menyaingi kemajuan Singapura dalam berbagai hal.
Dalam rencana pengembangan kepelabuhanan, misalnya, Kepala BP Batam Muhammad Rudi pernah berkata: kita akan menyaingi Singapura.
Artinya Batam optimis akan menyaingi kualitas dan kuantitas pelabuhan kargo Singapura yang tercatat terbaik di dunia.
Berambisi menyaingi pelabuhan kargo yang super auto di kawasan Jurong dengan dwelling time super cepat di dunia.
Kala BJ Habibie memimpin Otorita Batam tahun 80-90 dan memulai pengembangan kawasan ini juga pernah keceplosan seperti itu, meski belakangan diksi “menyaingi” di luruskan menjadi frasa “bekerja sama” dengan Singapura.
Mungkin Batam, saat itu, cepat sadar bahwa optimisme itu sungguh berlebihan dan itu disebut hanyalah sebuah mimpi.
Sebab, tak akan semudah membalik telapak tangan mengejar ketertinggalan yang sungguh sangat jauh, pun hingga sekarang. Kenyataannya memang demikian.
Kemajuan Singapura dalam pelayanan publik terus berkembang seiring kemajuan teknologi digitalisasi.
Pelayanan publik nyaris tak ada lagi yang tak terkoneksi dengan teknologi kekinian serba otomatis yang terintegrasi dengan uang digital (e-money). Publik terasa dimanjakan dan menikmati pelayanan di negara Lee Hsien Loong.
Ambil contoh Singapura EZ-Link card dalam konteks e-money.
Kartu prabayar ini merupakan sistem pembayaran transaksi nirkontak (contactless payment).
Penggunaanya sangat mudah karena hanya ditempel (tap) pada gerai pembayaran tanpa mengunakan PIN (Personal Identification Number).
Di Singapura, EZ-Link card atau smart card ini sangat lazim ditemukan dan dipergunakan oleh masyarakat luas maupun turis mancanegara di negeri Singa itu.
Cara mendapatkannya sangat mudah tanpa persyaratan. Anda dapat membelinya di counter resmi seperti di loket pembelian tiket MRT (Mass Rapid Transit), 7-Eleven dan di tempat penjualan lain.
Pengisian nilai (value) kredit tergantung kemampuan kita, mulai dari SGD 10 hingga ratusan dolar Singapura. Masa berlakunya pun lumayan lama sekitar 1 tahun.
Kelebihan EZ-Link card ini terintegrasi ke berbagai sistem transaksi seperti, naik bus, taksi, MRT dan LRT. Tak hanya untuk ongkos angkutan umum, kartu ini juga bisa untuk pembayaran di restoran, mal, 7-Eleven, McDonald’s dan berbagai tempat belanja lainnya di Singapura.
Anda tidak perlu bingung dan repot menggunakannya. Tinggal di-tap di gerai pembayaran di tempat belanja atau kala menggunakan transportasi.
Adalah teknologi nirkontak yang sangat luar biasa dalam sistem perbankan Singapura yang memberi pelayanan publik serba instan.
Jika ingin menambah kredit atau top-up pun sangat mudah dan beragam cara. Bisa pergi ke counter yang dijaga petugas maupun top-up sendiri (self-service) menggunakan mesin khusus seperti gambar di bawah.
Lokasi top-up EZ-Link card bisa di loket penjualan kereta api/ MRT, 7-Eleven, Cheers. Selain itu juga bisa lewat aplikasi EZ-Link, Mastercard atau Visa maupun ATM.

Tergantung mau isi berapa untuk keperluan biaya transportasi, akomodasi, makan dan lainnya. Tak perlu lagi membawa uang kertas untuk biaya perjalanan selama di Singapura.
Dan yang sangat memudahkan para pelancong dimana loket pengisian kredit di kartu itu tidak butuh waktu lama. Pelayanannya sangat mudah dan super cepat.
Kemudahan lainnya penggunaan EZ-Link card memang tak mengecewakan. Misalnya, jika seorang turis ingin meninggalkan Singapura dan merasa tidak membutuhkan Ez-Link Card jangan khawatir dengan saldo yang tersisa.
Cukup pergi ke konter untuk me-refund kredit dan uang kembalian dapat diterima secara tunai.
Namun diperlukan kehati-hatian mengamankan EZ-Link card tersebut agar jangan sampai hilang.
Sebab siapapun bisa menggunakannya dengan sangat mudah karena tak pakai PIN.
Teknologi yang sangat mutakhir namun sangat mudah penggunaanya.
Ini adalah satu pelayanan dalam memanjakan publik yang mungkin dapat merangsang pelancong masuk Singapura berkali-kali. Selalu dipermudah.
Ini juga kisi-kisi kemajuan Singapura di era teknologi digitalisasi kekinian di samping sederet kemajuan lainnya.
Lalu apa kabar kemajuan pelayanan di Batam yang dapat memanjakan publik (pelancong)? (ET)

