Anggota DPR Maluku Komit Penuhi Listrik 24 Jam, Legislator Asal Kepri Mau Tidak Perjuangkan Air Minum Warga Batam? - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Anggota DPR Maluku Komit Penuhi Listrik 24 Jam, Legislator Asal Kepri Mau Tidak Perjuangkan Air Minum Warga Batam?

21/Feb/2023 14:03
Para Politisi Dapil Kepri Simak Pesan WWC Ini: Berhenti Abaikan Pentingnya Air Minum Bagi Rakyat

Ribuan warga Perumahan Putra Jaya demo di depan Kantor BP Batam, Senin (07/11/2022). (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Mengingat Indonesia menganut sistem pemilihan langsung dalam pesta demokrasi, maka tidak ada seorang anggota dewan pun yang bisa duduk tanpa dipilih oleh rakyat. Sayangnya, banyak anggota dewan ketika mau pemilihan legislatif (pileg) sibuk turun ke masyarakat dengan janji-janji surganya, tapi setelah terpilih seakan menjadi pongah dan enggan memperjuangkan nasib rakyat, termasuk konstituennya.

Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi Mercy Chriesty Barends, Anggota DPR RI asal Daerah Pemilihan (Dapil) Maluku. Ia konsisten memperjuangkan nasib warga yang tak lain adalah konstituennya dengan menghadirkan listrik 24 jam nonstop di 3 daerah yakni, Kecamatan Tanimbar Utara, Kabupaten Kepulauan Tanimbar; Kecamatan Leksula dan Fena Fafan, Kabupaten Buru Selatan; serta Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Sebelumnya, masyarakat di daerah-daerah tersebut sulit memperoleh listrik. Listrik hanya teraliri selama 12 jam, selebihnya mati total. Itu sudah terjadi sejak lama. Warga pun menyuarakan aspirasinya kepada Mercy.

Tanpa berlama-lama, Mercy berkoordinasi dengan sejumlah stakeholders kelistrikan di republik ini. Perjuangannya tidak sia-sia, akhirnya warga di 3 daerah tersebut kini bisa menikmati listrik 24 jam nonstop.

Baca Juga:  Warga Keluhkan Air Mengalir Cuma Saat Subuh Sejak 2017, Muhammad Rudi: Bagus Juga Hidup, Kalau Mati 24 Jam Bagaimana?

Bisa dibayangkan, betapa senangnya warga di ketiga daerah tersebut. Dan, betapa bangganya mereka memiliki wakil rakyat yang benar-benar fight dalam memperjuangkan nasib konstituennya.

“Saya berharap dengan adanya peningkatan sistem kelistrikan dari 12 jam menjadi 24 jam ini dapat menjadi pendorong kegiatan perekonomian masyarakat serta dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di wilayah-wilayah tersebut,” kata Mercy, dalam keterangan persnya, hari ini, Selasa (21/02/2023).

Kondisi berbeda dialami banyak warga di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Di sana banyak warga merindukan bisa teraliri air minum 24 jam nonstop. Sebab, itu juga amanat dari Pasal 4 ayat (5) PP No 125 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum, yang mengatakan, “Kontinuitas pengaliran Air Minum sebagaimana dimaksud pada ayat (2) memberikan jaminan pengaliran selama 24 (dua puluh empat) jam per hari”.

Faktanya, sebagian warga hanya mendapat ‘air kiriman’ melalui truk-truk tangki yang tidak dijelaskan berasal dari mana dan bagaimana tingkat higienitas airnya. Sementara air perpipaan hanya mengalir sekitar pukul 01.00 WIB-04.00 WIB dini hari.

Kondisi ini diperparah dengan sikap nyeleneh Wali Kota ex-officio Kepala BP Batam Muhammad Rudi. Dalam satu kesempatan ketika dikomplain warga, Rudi yang kabarnya mau mencalonkan diri sebagai Gubernur Kepri itu hanya berujar, “Bagus juga hidup, ye. Kalau mati 24 jam bagaimana?”

Rakyat Batam sudah menjerit karena kekurangan air minum, sementara para wakil rakyatnya di Senayan masih bungkam seribu bahasa.

Seperti diketahui, ada 4 anggota DPR RI dapil Kepri yakni, Sturman Panjaitan adalah wakil rakyat dari Fraksi PDI-Perjuangan, Cen Sui Lan dari Partai Golkar, Nyat Kadir dari Partai NasDem dan mantan Wali Kota Batam, dan Asman Abnur dari PAN yang pernah menjadi Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Entah apa yang membuat keempat legislator itu terus bungkam. Padahal, masalah distribusi air minum di Batam sudah menahun. Warga berharap hati mereka tidak terbuat dari batu, tapi faktanya tidak tampak upaya yang mereka lakukan guna memperbaiki kondisi air minum perpipaan di Batam. Sebagai wakil rakyat, tentu ada pemilih (konstituen) mereka di Batam. Bahkan, menurut catatan, jumlah penduduk terbesar di Kepri ada di Batam. Atau jangan-jangan mereka sudah bersekutu dengan BP Batam, sehingga jeritan warga bak angin sepoi-sepoi yang meninabobokan para anggota DPR tersebut?

Baca Juga:  Miris, Warga Batam Terpaksa Pakai Air Kubangan, Air SPAM Tak Mengalir Dua Hari

Miris melihat nasib warga Batam yang harus menderita lantaran air minum perpipaan tidak bisa hidup 24 jam nonstop. Ini diperparah dengan puluhan anggota legislatif di DPRD Provinsi Kepri dan Kota Batam yang juga sepertinya enggan memperjuangkan nasib warga Batam. Kalaupun ada satu dua yang bersuara lantang, sepertinya tertutup dengan suara dengkuran anggota lainnya.

Ketika coba ditanyakan oleh BatamNow.com, keempat anggota DPR dapil Kepri tersebut tidak menjawab. Hati mereka tampaknya tidak terpanggil untuk melayani masyarakat, utamanya warga Batam. Bahkan Cen Sui Lan yang beberapa hari lalu berkomitmen menuntaskan persoalan air bersih di Kota Tanjungpinang pun, ketika ditanya soal nasib warga Batam, tak menjawab pertanyaan BatamNow.com.

Warga Batam pantas bersedih bila tahu betapa Mercy Chriesty Barends memperjuangkan betul nasib warga di Maluku. Sementara, warga Batam yang sejatinya memiliki wakil rakyat, tapi seperti anak ayam kehilangan induknya, harus memperjuangkan nasibnya sendiri karena para wakil rakyat yang juga mereka pilih pada Pileg 2019 silam, tutup mata dan telinganya rapat-rapat terhadap penderitaan mereka.

Namun, warga Batam juga tidak lupa kalau 14 Februari 2024 nanti ada Pemilihan Umum yang salah satunya memilih anggota legislatif. Biar warga yang menilai, apakah yang selama ini kurang care terhadap derita rakyat masih layak dipilih? (RN)

Berita Sebelumnya

Mimpi Saingi Singapura, Kapan Batam Punya EZ-Link Card?

Berita Selanjutnya

Pemko Batam Pilih Impor Ikan daripada Berdayakan Nelayan Lokal, Ada Apa?

Berita Selanjutnya
Bisnis Keruk di Pesisir Bikin Nelayan Terpuruk

Pemko Batam Pilih Impor Ikan daripada Berdayakan Nelayan Lokal, Ada Apa?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com