BatamNow.com – Lagi-lagi pipa aliran air minum SPAM BP Batam “dibocorin” alat berat kontraktor pelebaran jalan proyek BP Batam.
Setelah minggu lalu kejadian yang sama, hari ini, Selasa (14/03/2023) pipa saluran air minum berdiameter 400 mm itu dibocorin lagi oleh moncong ekskavator yang beroperasi di areal proyek.
Jauh sebelumnya, soal aliran air minum mati total ke rumah warga sudah beberapa kali. Itu dengan kasus yang sama: pipa dibocorin.
Seiring dengan kelalaian pekerja proyek itu, beberapa pemukiman warga di Batam Center tak mendapat suplai air, terutama yang tinggal di Komplek Anggrek Mas 1, 2 ,3 dan sekitarnya menderita lagi. Mereka tak dapat akses aliran air minum SPAM Batam, mulai dari siang hari.
“Kejadiannya siang ini, pipa berdiameter 400 mm ini terkena moncong alat berat ini, lalu bocor, air semburat,” kata beberapa pekerja di sana kepada BatamNow.com.

Pengawas Proyek Tak Pernah Ada di “TKP”
Menurut pekerja di sana, kerap dibocorinya pipa yang tertanam di areal pelebaran sepanjang Jalan Sudirman, Batam, oleh operator alat berat, karena tenaga pengawas baik dari BP Batam maupun dari pihak lain bisa dikatakan tak pernah ada di areal proyek.
“Ya jarang ada yang memandu operator sehingga main hanya saja, ya suka tak suka beginilah kenyataannya,” ujar pekerja yang lain.
Mereka belum bisa menjamin sampai kapan pipa bocor itu bisa sediakala. “Agak lama ini pak, tapi mudah-mudahan kami usahakan secepatnya,” kata pekerja dari kontraktor pengelola SPAM Batam.
Hingga berita ini dimuat, pengerjaan pipa yang dibocori itu masih dikerjakan, sementara aliran air minum ke rumah-rumah warga terhenti total.

Warga Pertanyakan Kepala BP Batam Muhammad Rudi
Seiring dengan kondisi berulangnya masalah pipa yang dibocori ini, beberapa warga Anggrek Mas menghujat para pejabat BP Batam yang dianggap tidak profesional mengerjakan proyek pelebaran jalan arteri ini.
Warga pun mempertanyakan Kepala BP Batam Muhammad Rudi yang tidak turun tangan atas keteledoran di pengerjaan proyek ini.
“Masa tidak ada pengawasan atas pengerjaan proyek ini, katanya banyak orang-orang hebat di BP Batam tapi kerjanya amburadul, sampai menyengsarakan pelanggan air minum,” kata seorang warga.
“Bodoh itu para pengelola dan pengawas proyek, memalukan, mereka tak sadar apa yang mereka cicipi selama ini adalah uang dari masyarakat konsumen air minum termasuk uang tanah,” ujar waga yang lain kesal.
Pengerjaan proyek pelebaran jalan arteri sepanjang jalan Sudirman dan seterusnya adalah PT Wika, salah satu perusahaan BUMN. Proyek itu di sub-kontrakkan ke PT Maju Bersama Jaya. ”Kami tak tahu kemana pengawas dari BP Batam pak, tak ada di tempat, coba bapa tanyakan ke BP Batam,” kata pekerja PT Maju Bersama Jaya.
Selain pipa bocor akibat kelalaian pekerja proyek ini, ternyata sejumlah pohon jati emas juga diobrak-abrik akibat dari kelalaian pengerjaan proyek yang dituding dikerjakan amburadul.

Bahkan sejumlah pohon jati emas yang dipamer-pamer Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam Muhammad Rudi, punah sudah.
Tapi lucunya, Muhammad Rudi sendiri yang kerap memuji keberhasilan pembangunan Batam, seolah tak peduli dengan kondisi ini semua.
Temasuk kondisi yang dialami warga Batam Center yang sudah berulang kali menderita akibat pengerjaan proyek yang dituding dengan cara abal-abal. (red)


Pak itu ga salah pipa 400 inchi? >.<
Sepertinya sudah diedit pak.