BatamNow.com – Kepala BP Batam Muhammad Rudi dinilai tidak fokus dalam urusan menyejahterakan warganya. Hal itu disampaikan Ketua Umum (Ketum) Forum Komunikasi Rakyat Indonesia (Forkorindo) Tohom TPS yang melihat layanan air minum SPAM Batam kerap mati total dan menyengsarakan banyak masyarakat konsumen.
“Yang terjadi sekarang di Kota Batam adalah sengsara masyarakat, kebutuhan yang sangat vital yaitu air yang tidak bisa didapatkan masyarakat oleh karena kelalaian daripada pejabat di Kota Batam,” kata Tohom kepada BatamNow.com, Kamis (16/03/2023).
Untuk itu, ia mengimbau agar Kepala BP Batam lebih fokus lagi menyejahterakan warganya, terutama menjamin kelancaran suplai air minum perpipaan SPAM ke rumah-rumah.
“Kalau masyarakat Batam mau sejahtera, mohon wali kotanya fokus terhadap bagaimana menyejahterakan masyarakatnya, tidak memikirkan bagaimana prospek cuan yang ada di BP Batam,” pintanya.
Tohom menyebutkan, jika memang Rudi yang merupakan Wali Kota merangkap Kepala BP Batam merasa sulit menjalankan tugas, sebaiknya Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mencabut kebijakan ex-officio itu.
“Ini hal yang sangat perlu menjadi perhatian oleh Presiden Republik Indonesia agar segera mencabut rangkap jabatan yang dijabat oleh saudara Rudi sebagai Wali Kota dan Kepala BP Batam,” saran Tohom.
Diberitakan, kerap terjadi permasalahan kontinuitas suplai air minum perpipaan di Kota Batam. Umumnya disebabkan kebocoran pipa yang terkena hantaman alat berat di lokasi pekerjaan proyek BP Batam juga.
Akibat pipa bocor itu, banyak warga yang tak mendapat suplai air perpipaan. Parahnya lagi, masalah serupa bisa terjadi berulang kali di lokasi yang berdekatan. Tambah parah, pengelola yakni PT Air Batam Hilir mengumumkannya sehari kemudian.
Sebagai contoh, air SPAM Batam tak mengalir ke pemukiman warga di Komple Anggrek Mas 1 dan 2 sebab kebocoran pipa di tepi Jalan Sudirman pada Selasa (14/03/2023).
Di hari yang sama, Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam Muhammad Rudi malah sibuk meninjau jalan arteri di Batu Ampar. Padahal saat itu juga, warganya kekeringan air sebab pipa SPAM “dibocorin” aktivitas pelebaran jalan arteri juga.
Sementara PT Air Batam Hilir baru mengumumkan perbaikan kebocoran pipa DCIP DN200 mm itu pada Rabu (15/03). Anehnya, ada pelanggan ketika mencoba suplai alternatif lewat truk tangki air, malah diminta menunggu esok hari saja.
“Masa kita disuruh nunggu sampai besok, memangnya kami manusia gak butuh air. Ini sudah dua hari padahal air tak mengalir,” ujar Vita kepada BatamNow.com, Rabu (15/03). (*)

