BatamNow.com – Registrasi International Mobile Equipment Identity (IMEI) handphone, komputer genggam, dan tablet (HKT) di pelabuhan internasional Batam semakin hari makin ramai saja.
Lihatlah di Pelabuhan Feri Internasional Harbour Bay, Sei Jodoh, Batam pada hari ini, Minggu (16/04/2023).
Ratusan penumpang dari Singapura, umumnya warga Batam antre mengular menunggu giliran registrasi IMEI handphone di pos Bea dan Cukai (BC) Batam di depan pintu keluar pelabuhan itu (masih di area gedung).
Diperkirakan mencapai 400-an pendaftar IMEI handphone yang baru dibawa dari Singapura. Mereka yang antre mengular umumnya tiba di pelabuhan dengan feri trip sore.
Para pendaftar IMEI itu hanya dilayani dua petugas BC Batam sehingga diperlukan waktu lumayan lama untuk penyelesaian registrasi IMEI per unit HKT dimaksud.
Menurut petugas di pelabuhan, belakangan ini trend para pendaftar IMEI HKT yang dibawa dari Singapura semakin ramai saja.
Petugas BC di Pelabuhan Harbour Bay pun mengatakan kewalahan dengan semakin membeludaknya jumlah penumpang meregistrasi IMEI handphone di pelabuhan.
“Ini di luar dugaan kami, tak pernah sebayak ini,” ujarnya.
Petugas BC itu juga membenarkan membeludaknya peregistrasi IMEI barang bawaan dari Singapura pada hari Minggu (16/04) ini, bahkan sejak kedatangan feri trip pagi.
Bukan hanya di Pelabuhan Harbour Bay, namun di Pelabunan Feri Internasional Batam Center dengan kondisi yang sama.
“Lebih banyak dari pelabuhan feri Batam Center, hari ini sampai malam diperkirakan membeludak” ujar sumber media ini dari Batam Center pertelepon, Minggu (16/04).
Fenomena ini, belakangan, nyaris setiap hari. Semakin ramai penumpang dari Singapura meregistrasi HKT-nya yang umumnya berupa unit handphone.

Warga Batam Ramai-ramai Beli HP Baru dari Singapura?
Satu pertanyaan besar, nyaris semua unit handphone (HP) yang dibawa penumpang dengan merek dan jenis yang sama, yakni iPhone 11 Pro Max dan iPhone XR.
Memang, kata beberapa petugas, fenomena pendaftaran IMEI di pelabuhan feri internasional belakangan mengundang tanya besar karena seperti berlebihan ramainya. “Sangat tak masuk akal, masa hampir setiap hari ratusan warga Batam beli handphone dari Singapura,” katanya dengan nada bertanya
Dan, dia sebut, fenomena ini semakin ramai dalam kurun dua bulan terakhir.
Investigasi redaksi BatamNow.com, mayoritas handphone yang dibawa penumpang dari Singapura-Batam itu, diduga bukan dibeli dari pasar negara tetangga.
Meski begitu, bukan berarti tidak ada penumpang yang benar-benar membeli handphone baru dari Singapura di tengah kerumunan antrean itu. “Tapi tak banyak lah,” ujar sumber.
Dari penelusuran wartawan media ini hingga ke Singapura patut diduga bahwa ramainya unit handphone bawaan penumpang masuk ke Batam adalah modus para jaringan mafia dagang handphone gelap Batam-Singapura.
“Ini permainan para mafia pedagang handphone pasar gelap Batam-Singapura,” ujar sumber.
Katanya, stok handphone ada yang ditumpuk di Batam, tapi belum teregistrasi IMEI-nya karena masuk masif secara gelap ke Batam. Diduga juga unit HKT reject dari Cina.
Agar handphone laku terjual maka harus didaftarkan IMEI-nya agar HKT bisa mengakses jaringan seluler di Indonesia. “Tak aktif IMEI-nya tak bisa difungsikan atau mengakses seluler,” kata sumber:
Untuk melegalkan handphone lewat registrasi IMEI para mafia dagang handphone pasar gelap di Batam mencari siasat bermodus.
Salah satu caranya, handphone atau unit HKT seolah-olah barang bawaan para warga Batam yang berwisata ke Singapura.
Dengan menggunakan jasa penumpang hanya berbekal boarding pass, IMEI handphone itu didaftarkan dari Singapura lewat aplikasi milik Ditjen BC.
Ada juga stok handphone para mafia dagang gelap di Singapura yang dibawa masif ke Batam dan itulah yang dititipkan para koordinator jaringan dari Singapura kepada para penumpang yang mau dititip. Tentu dengan pakai uang jasa.
Ada yang dibayar Rp 400 ribu untuk satu unit handphone, ada lebih dari itu.
Biasanya, kata sumber, para koordinator mafia handphone ini melakukan operasinya di HarbourFront Ferry Terminal di Singapura.
Mereka menawarkan secara diam-diam pekerjaan sampingan para penumpang feri yang akan ke Batam. Dan itu dilakukan hampir setiap hari.
Media ini akan melaporkan hasil investigasinya yang terbaru soal ada apa di balik fenomena ramai-ramai registrasi IMEI HKT di pos BC di pelabuhan Batam. Termasuk hasil investigasi di pasar jual handphone di Singapura. Di Sim Lim Tower, misalnya.
Dalam running news media ini juga telah melaporkan modus “tekong” handphone, Batam-Singapura-Batam. Salah satu modus para mafia pedagang handphone pasar gelap melegalkannya lewat registrasi IMEI. (tim)

