BatamNow.com – Pilu nasib Haryati sepeninggal, Zida Akmal, Sabtu (21/11/2020) yang terseret arus air gorong-gorong di Sekupang.
Anak laki-laki berusia 10 tahun ini, putra semata wayang harapan Haryati tewas, setelah 4 saudaranya meninggal jauh sebelumnya.
Anak Sekolah Dasar (SD) Negeri 003 Sekupang di Batam ini adalah anak ke 2 dari 5 bersaudara.
Ayahnya ternyata bekerja di Malaysia. Haryati pun tak punya keluarga dekat di Batam.
Kini, Haryati tinggallah sendiri di rumah kontrakannya di Perumahan Riau Bertuah Tahap 3 Blok D No 12A, Sekupang.
Wartawan BatamNow.com Panahatan memang berada di Rumah Sakit (RS) Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam peliputan saat jasad bocah ini sedang dimandikan di ruang jenazah.
Keadaan ibu korban yang ditaksir berusia 50-an tahun itu sedang basah kuyup, kedinginan ketika mengantar dan menunggu anaknya di RS BP Batam.
Panahatan pun tak segan mengantarkan Haryati kembali ke rumah kontrakannya yang berjarak sekitar 8 km dari rumah sakit, di saat anaknya masih dikemasi di ruang jenazah.
“Ibu itu sudah basah kuyub dan kedinginan serta tak ada keluarganya di Batam. Saya iba dan tak tega melihatnya karena ditinggal mati anaknya,” ujar wartawan Batamnow.com ini melaporkan dari Sekupang.
“Saya antar ibu itu pulang ke kontrakannya dengan kendaraan mobil saya. Dalam perjalanan, saya sempat melemparkan beberapa pertanyaan,” ucapnya lewat telepon melaporkan ke kantor BatamNow.com di kawasan Ruko Sukajadi.
Jasad anaknya, katanya, menyusul ke rumah kontrakan itu dibawa dengan mobil ambulans oleh Ketua RT.
Bagaimana sebenarnya kisah kehidupan Haryati . Sudah berapa lama keempat anaknya meninggal terdahulu. Sejak kapan suaminya Sarkawi mencati nafkah di Malaysia?
Ikuti hasil liputan BatamNow.com selanjutnya.(*)
Note: Belajar dari kejadian ini, hendaknya para orang tua dapat memberikan perhatian lebih kepada anak agar tidak bermain di luar saat hujan deras
