BatamNow.com – Warga Cipta Asri Tahap 3, mendatangi langsung Proyek Renggali dikomandoi Ketua RW 12 Hasbullah, Sabtu (28/11/2020) pagi.
Mereka yang berjumlah sekitar seratus orang menunggu kedatangan pihak developer (pengembang) Renggali Residence untuk menemui mereka.
Kini mereka sedang berada di lokasi, di kawasan Tembesi di tengah kondisi hujan rintik-rintik.
Kedatangan warga kali ini menuntut janji pihak Renggali yang akan membangun dan membuat saluran air sendiri sebelum mengerjakan pembangunan proyek perumahan di sana.
Tuntutan ini merupakan buntut dari peristiwa nahas Raffa bocah laki-laki berusia 6 tahun yang tewas tenggelam setelah terseret arus parit di Tembesi.
Para warga menuntut pihak Renggali untuk mengangkat alat-alat beratnya dari lapangan dan pengerjaan proyek segera dihentikan total, bila saluran yang mereka minta belum dibangun.
“Kami meminta agar pengerjaan proyek dihentikan total dan semua alat-alat berat diangkat pindah dari sini,” ujar warga.
Pembangunan saluran itu pun mereka minta harus berdasarkan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dari Pemerintah Kota (Pemko) Batam.
Dan warga juga meminta agar pihak Renggali menunjukkan izin AMDAL dari Pemko.
“ Kami minta ditunjukkan izin AMDAL-nya,” kata beberapa warga ke BatamNow.com.
Sebab masalah banjir yang melanda kawasan Cipta Asri selama ini mereka sebut karena pelaksanaan pembangunan proyek itu diyakini tidak sesuai prosedur AMDAL yang benar.
Kini Kapolsek Sagulung Yusriady Yusuf dan Babinsa 08 Tembesi Suwardi sedang berada di lokasi. Kapolsek didampingi 6 personel polisi Sagulung.
Terlihat juga hadir di lapangan Lurah Tembesi Ardi.
Kini mereka, baik warga maupun aparat masih berada di lokasi.(Hendra)

