BatamNow.com – Jenazah korban kedua yang tertimbun tanah longsor di Perum Nagoya Valley RT 02 RW 05, akhirnya dapat dievakuasi setelah 1 jam ditemukan Sabtu dini hari (09/01/2021).
Menurut teman kerja kedua korban di tempat kejadian dini hari tadi, korban yang ditemukan terakhir biasa dipanggil Bakri. Almarhum sudah berkeluarga dan punya 2 anak yang sedang kuliah di Pekanbaru.
“Tinggal di mes proyek. Bekerja sekitar 6 bulan. Warga Tanjung Batu, Kundur,” ujar teman kerja yang tidak mau disebut namanya.
Dia mengatakan, almahrum Bakri baru 6 hari bekerja di proyek perumahan Kelurahan Kampung Seraya, Kecamatan, Batuampar, Batam itu. Setelah libur tahun baru.
Sedangkan korban yang ditemukan pertama bernama Selamat. Sudah berkeluarga dan punya anak. Warga Sei Panas, Batam. Sudah 6 bulan bekerja di proyek itu.
Setelah 8 jam terkubur, jenazah korban kedua baru dapat ditemukan sekitar pukul 00.20 oleh tim Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Batam.
Sampai pukul 01.30 baru jenazah dapat diangkat. Hampir 1 jam mengevakuasinya.
Korban tertimbun selama 8 jam, sejak peristiwa pukul 17.30, Jumat (08/01).
Kedua korban tewas ditaksir sama-sama berusia 50 tahun.
Belum diketahui pasti siapa pemilik proyek. Namun di salah satu bangunan di sana terpampang merek PT Cahaya Ilham Barokah.
Komandan Tim (Dantim) lapangan Basarnas Wawan (Wantoko) mengatakan sempat ada kesulitan pada saat proses evakuasi karena posisi korban berlipat.
Saat ditemukan korban menghadap ke mal triplek.Kakinya melintang.
“Terkubur terjepit dengan material material lainnya,” ujar Wawan kepada BatamNow.com sesaat setelah korban ditemukan.
“Jenazah korban ditemukan di kedalaman sekitar 7 sd 8 meter dari dasar pondasi bangunan di kemiringan timbunan longsor,” ucap dia.
Sementara korban pertama tidak butuh waktu lama ditemukan karena posisi relatif terkubur pada posisi dekat permukaan.
Di lokasi kejadian Kapolsek Batu Ampar Kompol Nendra Madya Tias memastikan kedua korban sudah dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara.
“Selanjutnya polisi akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi di lapangan,” ujar Nendra.(Hendra)

