BatamNow.com – Alotnya ending penamaan dan pamasangan plang nama jembatan layang (flyover) di Jalan Gajah Mada, Batam ini.
Diresmikan pada 31 Desember 2024, jelang malam pergantian tahun oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi.
Dinamai Flyover Laksamana Ladi dengan plang nama yang sempat bertengger di bawah jembatan.

Sebelumnya jembatan layang dengan panjang 120 meter ini nyaris diberi nama Flyover Lela Bahari.

Penamaan jembatan ini ternyata tak semulus lalu lalang kendaraan bermotor (ranmor) di jalan layang itu.
Sebab nama Flyover Laksamana Ladi diprotes keras para tokoh, budayawan, sejarawan Melayu dan Lembaga Adat Melayu (LAM).
Nama itu, kata mereka, bukan nama bangsawan pada Kerajaan Melayu Riau-Lingga, sebagaimana dicitrakan oleh Muhammad Rudi, sebelumnya.

Itu maka pada malam hari keempat pasca peresmian, nama jembatan itu diubah Muhammad Rudi dengan nama Flyover Sungai Ladi. Humas BP Batam akhirnya mempublikasi perubahan nama jembatan layang itu.
Besoknya, lettersign atau merek yang bertengger di sana, dicopotin dan diletakkan berantakan di lantai tugu jembatan di sana.

Sehingga jembatan layang nan gagah yang baru diresmikan itu sempat tanpa plang nama.

Selain merek jembatan, tulisan dengan tinta berwarna emas yang ditoreh di marmer hitam pada tugu di bawah jembatan pun dikupak. Demikian juga tulisan nama dan tanda tangan Muhammad Rudi.

Dan baru dua hari berselang plang nama baru Flyover Sungai Ladi, pun dipajang.

Hari berganti, hingga masuk paroh bulan Januari ini, suasana dan kondisi di tugu di bawah jembatan berubah lagi.
Kini plang nama Flyover Sungai Ladi tak tampak lagi. Satu spanduk bekas kusut berwarna biru menyelimutinya.

Anehnya spanduk bekas yang menutupi properti di sana bermerek Flyover Laksamana Ladi, yang dapat dibaca jelas pun dari jarak jauh.
Demikian juga marmer hitam di tugu yang sempat dicongkel sebelumnya, kini terukir kembali nama baru jembatan layang dan nama Muhammad Rudi.

Tulisan berwarna emas, “Dengan Rahmat Allah Subhanahu Wata’ala Flyover Sungai Ladi diresmikan oleh Kepala BP Batam Muhammad Rudi, Batam 31 Desember 2024”, namun tanpa tanda tangan seperti semula.
Melihat kondisi terbaru di area tugu jembatan, sepertinya akan ada seremoni ulang peresmian nama baru.
Namun agak mencuri perhatian, di marmer hitam tertulis 31 Desember 2024, sama dengan sebelumnya saat peresmian nama Laksamana Ladi yang sudah dikupak. Kalau pun akan diresmikan tahunnya sudah beda.

Pemberian nama dan pemasangan plang merek jembatan layang ini, sepertinya dikemas tak keruan dan tak beraturan kalau tak mau disebut awut-awutan.
Sejak awal banyak menyebut publikasi proyek ini terselubung dengan agenda pencitraan yang berlebihan. Peresmian proyek berbiaya Rp 132 miliar ini juga disebut terkesan dipaksakan.
“Ini flyover yang over play,” komentar beberapa warga di medsos.
“Apalah arti sebuah nama,” kata pujangga legendaris asal Inggris, William Shakespeare. (Red)

