Flyover yang “Over Play” - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Flyover yang “Over Play”

by BATAM NOW
19/Jan/2025 08:45
Flyover yang “Over Play”

Merek Flyover Sungai Ladi di tugu jembatan layang itu, ditutup spanduk kusut. Dipotret pada Jumat (17/01/2025). (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Alotnya ending penamaan dan pamasangan plang nama jembatan layang (flyover) di Jalan Gajah Mada, Batam ini.

Diresmikan pada 31 Desember 2024, jelang malam pergantian tahun oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi.

Dinamai Flyover Laksamana Ladi dengan plang nama yang sempat bertengger di bawah jembatan.

Tugu Flyover Laksamana Ladi, Kota Batam. (F: BatamNow)

Sebelumnya jembatan layang dengan panjang 120 meter ini nyaris diberi nama Flyover Lela Bahari.

Susunan papan huruf timbul (lettersign) diduga untuk membentuk frasa “LELA BAHARI”, teronggok di bawah Flyover Laksamana Ladi, Rabu (31/12/2024). (F: BatamNow)

Penamaan jembatan ini ternyata tak semulus lalu lalang kendaraan bermotor (ranmor) di jalan layang itu.

Sebab nama Flyover Laksamana Ladi diprotes keras para tokoh, budayawan, sejarawan Melayu dan Lembaga Adat Melayu (LAM).

Nama itu, kata mereka, bukan nama bangsawan pada Kerajaan Melayu Riau-Lingga, sebagaimana dicitrakan oleh Muhammad Rudi, sebelumnya.

Penekanan sirine tanda pengungkapan nama “Flyover Laksamana Ladi”, saat diresmikan pada Selasa (31/12/2024). (F: BatamNow)

Itu maka pada malam hari keempat pasca peresmian, nama jembatan itu diubah Muhammad Rudi dengan nama Flyover Sungai Ladi. Humas BP Batam akhirnya mempublikasi perubahan nama jembatan layang itu.

Besoknya, lettersign atau merek yang bertengger di sana, dicopotin dan diletakkan berantakan di lantai tugu jembatan di sana.

Setelah diputuskan berganti nama menjadi Flyover Sungai Ladi, kini lettersign “Laksamana Ladi” yang menjadi nama sebelumnya, tergeletak berantakan di lantai tugu, Jumat (03/01/2025). (F: BatamNow)

Sehingga jembatan layang nan gagah yang baru diresmikan itu sempat tanpa plang nama.

Setelah diputuskan berganti nama menjadi Flyover Sungai Ladi, kini lettersign “Laksamana Ladi” yang menjadi nama sebelumnya, tergeletak berantakan di lantai tugu, Jumat (03/01/2025). (F: BatamNow)

Selain merek jembatan, tulisan dengan tinta berwarna emas yang ditoreh di marmer hitam pada tugu di bawah jembatan pun dikupak. Demikian juga tulisan nama dan tanda tangan Muhammad Rudi.

Tugu Flyover Sungai Ladi, Kota Batam. (F: BatamNow)

Dan baru dua hari berselang plang nama baru Flyover Sungai Ladi, pun dipajang.

Tugu Flyover Sungai Ladi, Kota Batam. (F: BatamNow)

Hari berganti, hingga masuk paroh bulan Januari ini, suasana dan kondisi di tugu di bawah jembatan berubah lagi.

Kini plang nama Flyover Sungai Ladi tak tampak lagi. Satu spanduk bekas kusut berwarna biru menyelimutinya.

Merek Flyover Sungai Ladi di tugu jembatan layang itu, ditutup spanduk kusut. (F: BatamNow)

Anehnya spanduk bekas yang menutupi properti di sana bermerek Flyover Laksamana Ladi, yang dapat dibaca jelas pun dari jarak jauh.

Demikian juga marmer hitam di tugu yang sempat dicongkel sebelumnya, kini terukir kembali nama baru jembatan layang dan nama Muhammad Rudi.

Marmer hitam sebagai prasasti peresmian Flyover Sungai Ladi. (F: BatamNow)

Tulisan berwarna emas, “Dengan Rahmat Allah Subhanahu Wata’ala Flyover Sungai Ladi diresmikan oleh Kepala BP Batam Muhammad Rudi, Batam 31 Desember 2024”, namun tanpa tanda tangan seperti semula.

Melihat kondisi terbaru di area tugu jembatan, sepertinya akan ada seremoni ulang peresmian nama baru.

Namun agak mencuri perhatian, di marmer hitam tertulis 31 Desember 2024, sama dengan sebelumnya saat peresmian nama Laksamana Ladi yang sudah dikupak. Kalau pun akan diresmikan tahunnya sudah beda.

Tugu Flyover Laksamana Ladi yang ditandatangani Kepala BP Batam Muhammad Rudi, saat peresmian pada Selasa (31/12/2024). (F: BatamNow)

Pemberian nama dan pemasangan plang merek jembatan layang ini, sepertinya dikemas tak keruan dan tak beraturan kalau tak mau disebut awut-awutan.

Sejak awal banyak menyebut publikasi proyek ini terselubung dengan agenda pencitraan yang berlebihan. Peresmian proyek berbiaya Rp 132 miliar ini juga disebut terkesan dipaksakan.

“Ini flyover yang over play,” komentar beberapa warga di medsos.

“Apalah arti sebuah nama,” kata pujangga legendaris asal Inggris, William Shakespeare. (Red)

Berita Sebelumnya

Buaya Lepas dan Tim Gercep

Berita Selanjutnya

Merugi, Alasan di Balik Rencana RSBP Batam Dikerjasamakan dengan Mayapada?

Berita Selanjutnya
Beredar Info Kerja Sama Operasional (KSO) Pengelolaan RSBP Batam dengan Mayapada Urung Dilaksanakan

Merugi, Alasan di Balik Rencana RSBP Batam Dikerjasamakan dengan Mayapada?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com