BatamNow.com – Kondisi jalan utama di Kota Batam semakin memprihatinkan.
Tidak hanya jalan lingkungan, sejumlah ruas jalan utama, protokol kini mulai mengalami kerusakan berupa keropos berlubang-lubang kecil hingga lubang memanjang yang masif dan dikhawatirkan membahayakan pengendara.
Pantauan BatamNow.com, salah satu ruas paling parah kerusakannya adalah Jalan Yos Sudarso, tepatnya mulai dari persimpangan Lubuk Baja arah kantor Polsek hingga ke Flyover Laluan Madani.
Di sepanjang jalur dua arah dengan empat lajur ini, tampak jelas kerusakan aspal yang belum juga mendapat penanganan optimal.
Para pengendara—khususnya pesepeda motor—mengaku resah.
“Kondisi ini bisa membahayakan, kenapa tidak segera ditambal sulam?” keluh sejumlah pengendara yang ditemui di area parkir Kantor Pajak Negara di kawasan tersebut.
Selain mengganggu kenyamanan berkendara, lubang-lubang tersebut berisiko menyebabkan kecelakaan tunggal.
Sekitar satu bulan lalu, kerusakan aspal sempat terjadi di titik dipersimpangan tersebut dan sempat ditambal.

Namun kini kerusakan kembali muncul dan semakin melebar.
Ironisnya, jalan tersebut merupakan bagian dari proyek peningkatan jalan yang sebelumnya disebut-sebut memiliki konstruksi aspal beton berkualitas tinggi.
Bahkan, menurut keterangan mantan Kepala BP Batam Muhammad Rudi, saat itu, infrastruktur jalan di Batam mengikuti standar bertaraf internasional. Konstruksinya dengan beton setebal ±20 cm lalu dilapisi aspal, dan diklaim memiliki daya tahan bertahun-tahun.
Namun kenyataannya, belum genap dua tahun sejak peningkatan jalan dilakukan, kondisi fisiknya sudah menyerupai jalan desa yang berlubang dan aus.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait penanganan kerusakan jalan tersebut.
Apakah jalan yang berlubang-lubang ini dibiarkan makin menganga atau secepatnya dilakukan tambal sulam, demi keamanan dan kenyamanan pengendara bermotor (ranmor) sebagai para wajib pajak ranmor? (A)

