BatamNow.com – Hingga Rabu (07/05/2025), sejumlah titik bekas banjir di Kota Batam masih dipenuhi lumpur, pasir, batang kayu, dan sampah.
Sisa-sisa banjir ini belum dibersihkan, baik oleh Pemko Batam maupun BP Batam, sehingga mengganggu aktivitas pengendara dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat akan potensi banjir susulan.
Salah satu titik yang mendapat perhatian adalah kawasan depan Perumahan Aiko Residence, Batam Center. Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, meninjau langsung lokasi tersebut pada Selasa (06/05) sebagai bentuk respons cepat terhadap banjir yang melanda sejumlah wilayah.
Namun demikian, banyak titik lain yang belum tersentuh penanganan dan luput dari kunjungan pejabat.
Beberapa di antaranya adalah kawasan persimpangan Kepri Mall dan jalan dekat SPBU Simpang Baloi.
Setelah hujan deras mereda pada Selasa kamarin, batang pohon, lumpur, dan material banjir lainnya masih tampak menyangkut di beton taman dan pembatas jalan, menimbulkan gangguan serta potensi bahaya bagi pengguna jalan.

Pemandangan serupa juga terlihat di Jalan A Yani, khususnya di sekitar SPBU, yang hingga kini masih tertutup lumpur berpasir dan belum dibersihkan. Material sisa banjir itu menutupi sebagian aspal dan berpotensi membahayakan pengguna jalan, utamanya pengendara sepeda motor.
Dalam peninjauan tersebut, Li Claudia didampingi oleh Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto; Direktur Infrastruktur Kawasan, Ponco Indro Subekti; serta Direktur Pengelolaan Pertanahan, Ilham Eka Hartawan.
Mereka menyatakan bahwa penanganan banjir akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Li Claudia juga menginstruksikan kepada Mouris Limanto agar segera mengundang seluruh pemangku kepentingan guna merumuskan solusi jangka panjang, termasuk rencana pembangunan kolam retensi sebagai bagian dari strategi pengendalian banjir terpadu.
Pantauan BatamNow.com menunjukkan bahwa kondisi banjir serupa telah berulang dalam beberapa tahun terakhir, meski belum dapat dipastikan penyebab utamanya selain curah hujan yang tinggi.
Sayangnya, hingga kini tindakan konkret di lapangan baru sebatas peninjauan.
Sementara itu, pembersihan sisa-sisa banjir masih terabaikan, tanpa tindak lanjut yang jelas. (*)

