BatamNow.com – Isu klasik dugaan keterlibatan pejabat Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam praktik mafia lahan kembali mencuat.
Kali ini, sebuah unggahan di media sosial TikTok menuding Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan jajarannya tunduk kepada mafia lahan.
Unggahan yang sudah 12 ribu kali ditonton itu per Minggu (18/05/2025), menyulut kembali sorotan publik yang sejak lama menilai ada dugaan kolaborasi antara oknum di internal BP Batam dan pihak luar dalam pengaturan alokasi lahan secara tidak prosedural.
Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi VI DPR RI tahun 2024 lalu, sejumlah anggota dewan bahkan telah mengecam keras pimpinan BP Batam terkait dugaan manipulasi proses alokasi lahan melalui mekanisme buka-tutup sistem permohonan.
Bahkan, Sekretaris Menko Perekonomian Susiwijono Moegiarso yang juga menjabat sebagai Dewan Pengawas BP Batam sempat disorot oleh anggota DPR Andre Rosiade atas dugaan turut “cawe-cawe” dalam persoalan lahan di tengah maraknya sorotan mafia lahan di BP Batam.
Kembali ke video yang beredar di media sosial, pengunggah menarasikan bahwa Amsakar Achmad diduga mengabaikan rekomendasi Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad.
Selain itu, disebut pula bahwa kekuatan mafia lahan melemahkan lembaga peradilan, termasuk Pengadilan Tinggi Tanjungpinang, dalam kasus sengketa lahan di Hotel Pura Jaya, Nongsa.
Tak hanya itu, pengunggah juga meminta Komisi Yudisial turun tangan, bahkan menyebutkan kemungkinan adanya “bagi-bagi besar” di balik mafia lahan.
BP Batam Membantah
Menanggapi tudingan tersebut, BP Batam melalui Plt Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait, membantah keras keterlibatan Kepala BP Batam dalam praktik mafia lahan.
“Tidak benar bahwa Kepala BP Batam, Bapak Amsakar Achmad, beserta jajaran terlibat, tunduk, ataupun memberikan perlindungan kepada pihak-pihak yang disebutkan di dalam video tersebut,” ujar Ariastuty, Kamis (15/05).
Ia menegaskan, apabila terbukti ada pejabat internal yang terlibat, BP Batam akan segera mengambil tindakan tegas.
Ia juga menyatakan komitmen lembaga untuk terus bersikap transparan dan kooperatif kepada publik.
Namun, pernyataan tersebut dinilai berbanding terbalik dengan sikap Amsakar saat dimintai konfirmasi terkait aktivitas land clearing dan cut and fill di kawasan Bukit Hotel Vista yang tengah menjadi sorotan masyarakat.
Saat dikonfirmasi wartawan, Amsakar enggan menjawab secara terbuka. “Udahlah. Awak tanya saja ke orang sana. Bagus tanya ke Hotel Vista,” ujarnya singkat kepada wartawan BatamPos, Rabu (14/05/2025).
Laporan ke Polisi Masih Tanda Tanya
Meski menyebut informasi di media sosial sebagai hoaks, hingga kini bantahan ditayangkan BP Batam masih sebatas di media.
Permintaan konfirmasi dari BatamNow.com kepada Ariastuty Sirait terkait langkah hukum juga belum mendapat tanggapan.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada kejelasan apakah BP Batam akan menindaklanjuti tudingan tersebut melalui jalur hukum, atau cukup dengan bantahan di media.
Ketua DPP Kepri LI-Tipikor, Panahatan SH, turut menyoroti inkonsistensi sikap Humas BP Batam. “Lain di bibir, beda di hati. Terkesan tertutup dalam komunikasi publik,” ujarnya.
Hingga Minggu (18/05) pukul 18.00 WIB, video di Tiktok itu sudah ditontin 12 ribu kali, mendapat 37 komentar, 224 suka, dan 61 kali dibagikan. Pengunggah bahkan menandai langsung akun Amsakar Achmad di platform tersebut. (A/Red)

