BatamNow.com – Keterlambatan pembayaran Jasa Pelayanan (Jaspel) tenaga kesehatan (Nakes) di RSUD Embung Fatimah (EF) ternyata tidak diketahui oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.
Hal ini menimbulkan tanda tanya, mengingat Amsakar sempat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD EF terkait meninggalnya seorang pasien usai ditangani, beberapa waktu lalu.
Padahal, tunggakan Jaspel sudah terjadi jauh sebelum dan sesudah sidak tersebut.
Dalam sidak itu, Amsakar juga diketahui bertemu langsung dengan Direktur RSUD EF, drg Roro Sri Widjayanti Suryandari, beserta jajarannya.

Namun saat dikonfirmasi oleh BatamNow.com secara spontan, Amsakar—yang juga menjabat sebagai ex-officio Kepala BP Batam—mengaku tidak mengetahui persoalan keterlambatan pembayaran Jaspel tersebut.
Konfirmasi itu dilakukan saat Amsakar menghadiri acara peresmian operasional pabrik PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA), anak perusahaan Arsari Tambang, di Kawasan Industri Tunas Prima, Kamis (10/07/2025).
Tunggakan Sampai 5 Bulan, Lalu Dicicil
Jaspel dari BPJS Ketenagakerjaan (langganan) sempat menunggak selama lima bulan dan baru dicairkan pada Jumat malam, 20 Juni 2025, setelah media ini menyoroti nasib sekitar 450 tenaga kesehatan RSUD EF.
Sementara itu, Jaspel BPJS Kesehatan juga mengalami penunggakan selama lima bulan dan baru dibayarkan sebagian pada 4 Juli 2025, yaitu untuk periode Februari–Maret, dari total tunggakan Februari–Juni 2025.
Respons Singkat Wali Kota
Menanggapi hal itu, Amsakar hanya menjawab singkat sebelum meninggalkan lokasi acara.
“Saya telepon Ibu Roro (Direktur RSUD EF) dulu,” ujarnya.
Permasalahan di RSUD EF tidak hanya soal keterlambatan pembayaran.
Para Nakes juga menyoroti mekanisme pembayaran Jaspel yang dianggap kurang transparan.
Sejumlah Nakes mengaku baru mengetahui adanya pembayaran setelah diumumkan oleh manajemen keuangan rumah sakit melalui grup WhatsApp internal.
“Transferan lagi-lagi dilakukan secara lumpsum, cara klasik tanpa menyertakan amprah resmi. Tidak dijelaskan jasa apa saja yang dibayarkan,” keluh beberapa tenaga kesehatan yang enggan disebutkan namanya karena khawatir mendapat sanksi.
“Kami terima sebagian pembayaran Jaspel itu sekitar sore hari. Tapi pertanyaan kami soal rinciannya belum juga terjawab sejak dulu,” tambah seorang Nakes dengan nada kecewa.
DPRD Kepri Turut Sidak Sebelumnya
Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Iman Sutiawan, juga melakukan sidak ke RSUD EF pada 24 Juni 2024, juga tak mengetahui ada masalah tunggakan Jaspel.

Ia berjanji akan menindaklanjuti dan meminta penjelasan dari Direktur RSUD EF.
“Saya cek dulu nanti ya, dan saya akan jawab secara tertulis,” ujar Iman singkat saat ditemui BatamNow.com usai acara peresmian pabrik STANIA, Kamis (10/07). (A)


