BatamNow.com – Rencana transformasi pengelolaan Bandara Internasional Hang Nadim yang kini dikelola konsorsium PT Batam Internasional Batam (BIB) ramai dalam perbincangan publik.
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, membuka wacana penataan ulang pengelolaan bandara strategis itu dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu, 9 Juli 2025.
Menanggapi rencana itu, Direktur Utama (Dirut) PT BIB, Annang Setia Budhi, mengemukakan bahwa perjanjian konsesi yang sedang berjalan dalam masa 25 tahun merupakan hasil proses tender yang dimulai sejak 2019.
Annang memberi keterangan ke media, termasuk BatamNow.com, dalam wawancara doorstop di lantai 2 ruang tunggu keberangkatan Bandara Hang Nadim, usai acara peresmian penerbangan langsung perdana Batam-Jeddah pada Sabtu (12/07/2025).

Menurut Annang, BP Batam mengamanatkan dua kewajiban utama kepada konsorsium PT BIB: renovasi Terminal 1 dan pembangunan Terminal 2.
“Perjanjian ini adalah hasil tender, kebetulan saya pernah ikut tender sejak tahun 2019. Di mana memang waktu itu, BP Batam mengharuskan peserta agar yaitu, poin pertama melakukan renovasi Terminal 1 kemudian membangun Terminal 2,” kata Annang.
Terlebih juga, ujarnya, BP Batam menginginkan Batam sebagai distribusi center atau pusat logistik di Sumatera khususnya untuk Batam, logistik yang diutamakan.
“Mendasari hal tersebut, intinya kami dari PT BIB berkomitmen untuk sesuai dengan perjanjian kami dengan BP Batam telah melakukan renovasi Terminal 1,” lanjutnya.
@batamnow Seremoni groundbreaking Terminal 2 Bandara Internasional Hang Nadim Batam telah digelar meriah pada 30 Mei 2024. Namun, hingga pertengahan 2025, belum ada geliat pembangunan fisik di lapangan. Lahan hijau seluas lima hektare di sisi gudang kargo lama hanya menyisakan satu patok cor semen sebagai penanda awal. Selebihnya, senyap. PT Bandara Internasional Batam (BIB), yang mengelola proyek ini, berdalih proses konstruksi belum dimulai karena masih menyelesaikan sejumlah tahapan administratif. Targetnya, pekerjaan fisik bisa dimulai pada 2026. Direktur Utama PT BIB, Annang Setia Budhi, kepada BatamNow.com menjelaskan, bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam agar percepatan pembangunan dapat segera terealisasi. “Kalau untuk pembangunan, memang belum ada fisik yang terbangun. Tapi groundbreaking sudah dilaksanakan. Inilah yang kami terus upayakan bersama BP Batam, sebagai bagian dari kewajiban kedua belah pihak agar pembangunan bisa dimulai pada 2026,” katanya secara doorstop usai peresmian penerbangan langsung perdana Batam-Jeddah di ruang tunggu keberangkatan Internasional, Sabtu (12/07/2025). Bandara Hang Nadim sendiri resmi dikelola oleh PT BIB sejak 1 Juli 2022 lewat skema kerja sama konsesi selama 25 tahun. Konsorsium PT BIB terdiri dari Angkasa Pura I, Incheon International Airport Corporation (IIAC), dan PT Wijaya Karya Tbk. Fokus awal kerja sama ditujukan pada pengelolaan dan renovasi Terminal 1 yang saat ini beroperasi. Namun, rencana pembangunan Terminal 2 menjadi perhatian utama karena digadang-gadang akan mendongkrak kapasitas dan posisi Hang Nadim sebagai hub internasional. Terminal baru ini dirancang berdiri di atas lahan seluas 50.000 meter persegi. Targetnya, dapat menampung hingga 9,6 juta penumpang domestik dan internasional setiap tahun. Proyek ini menelan dana dengan nilai investasi mencapai Rp 2,4 triliun. Pembangunannya dipercayakan kepada PT Wijaya Karya Tbk. Fasilitas yang dijanjikan cukup ambisius: apron baru yang mampu menampung 10 pesawat berbadan lebar, area parkir modern, serta jalur-jalur penerbangan internasional baru. Desain terminal bahkan digarap arsitek asal Korea Selatan dengan konsep artistik yang memadukan bentuk kepakan sayap elang dan ornamen lokal seperti batik Melayu, ikan marlin, dan gonggong. Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, dalam seremoni tahun lalu pernah menyatakan bahwa Terminal 2 akan rampung dan mulai beroperasi pada 2026. Kenyataannya, sampai pertengahan 2025 ini, belum terlihat progres yang berarti di lapangan. Baca Beritanya di BatamNow.com #batamnow #batam #batamtiktokcommunity #batamhits #batamnews #batamisland #batamsirkel #kotabatam #batampunyacerita #semuatentangbatam #galang #rempang #barelang #bpbatam #bandarahangnadim #umrah2025 #fyp #fypシ゚viral ♬ original sound – BatamNow.com
Pembenahan yang sudah dilakukan mencakup lobi keberangkatan, area check-in, pemeriksaan keamanan, hingga boarding lounge.
“Intinya kami dari PT BIB berkomitmen sesuai dengan perjanjian kami dengan BP Batam telah melakukan renovasi terminal satu, yang mungkin sudah bisa dirasakan oleh masyarakat Batam, maupun sekitar Batam,” jelas Annang.
Di sisi kedatangan, ucapnya, perbaikan dilakukan mulai dari conveyor bagasi, ruang lobi, hingga jalur transportasi.
“Kemudian untuk kedatangan juga sudah dilakukan perbaikan, mulai dari bibit screen, pengambilan bagasi hingga lobi kedatangan dan perapihan line transportasi,” terangnya.
Pembangunan Terminal 2, lanjut Annang, sedang dalam tahap persiapan intensif dengan target pada 2026 dimulai pembangunannya.
Koordinasi dengan tim direktorat baru di BP Batam terus dilakukan untuk memastikan kedua belah pihak memenuhi tanggung jawab masing-masing.
“Untuk Terminal 2, saat ini kami dari BIB terus mengupayakan segala kewajiban kami, kita selesaikan, untuk mengejar target pembangunan di tahun 2026, jadi kami terus berkoordinasi dengan BP Batam melalui tim direktorat yang baru, yang kebetulan sudah dilantik,” jelas Annang.
“Untuk kita selalu berkoordinasi, untuk mengupayakan segala kewajiban kedua belah pihak sudah terpenuhi dan kita bisa melanjutkan pembangunan,” ujarnya lagi.
Bandara Internasional Hang Nadim Batam mulai dikelola PT BIB pada 1 Juli 2022 dengan kontrak konsesi 25 tahun.
@batamnow Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, membahas transformasi tata kelola bandara serta pelabuhan laut di Batam dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Rabu (09/07/2025). Menjawab pertanyaan anggota Komisi VI, Mufti Anam, Amsakar menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi besar yang tengah dilakukan BP Batam. Soal bandar udara, menurutnya, sudah hampir empat tahun ini pengelolaan Bandara Intetnasional Hang Nadim beralih dari Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) BP Batam ke konsorsium yang membentuk PT Bandara Internasional Batam (BIB). Konsorsium BIB dibentuk oleh Angkasa Pura I dengan kepemilikan saham 51 persen, Incheon International Airport Corporation (IIAC) 30 persen, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 19 persen. Amsakar enggan mengungkap detail alasan yang menjadi musabab rencana tata ulang pengelolaan bandara Batam. Tapi Kepala BP Batam yang baru menjabat sekitar empat bulan itu, menyinggung soal tak ingin mempersoalkan masa lalu. “Konsorsium itu ditopang oleh tiga. Tapi pada praktiknya hari ini, singkatnya saya tak usah bahas, kami tidak juga suka mempersoalkan masa lalu, Pak. Kami sedang ingin memperbincangkan masa depan. Lebih bagus, lebih bagus kita tata ulang soal di bandara ini,” ujar Amsakar dalam RDP, Rabu (09/07). Ia menambahkan bahwa BP Batam membutuhkan dukungan pendanaan untuk mewujudkan transformasi tersebut. Transformasi Pengelolaan Pelabuhan Laut Selain bandara, BP Batam juga tengah menyiapkan langkah untuk tata kelola pelabuhan laut. Amsakar menuturkan, saat ini pelabuhan dikelola oleh satu badan usaha yang pendanaannya bukan mandiri, justru memperolehnya dari berbagai sumber. “Kita punya pelabuhan lalu kita kerjasamakan dengan satu badan usaha. Badan usaha ini juga harus mencari pinjaman dari berbagai daerah, dari berbagai sumber termasuk dana reksa apa reksa dana, nah terbalik-balik,” katanya. “Setelah kita pelajari, kenapa enggak BP Batam saja yang kelola? Nggak ada manfaatnya, Pak. Namanya badan pengusahaan, boleh kita berusaha kok,” lanjut Amsakar. Saat ini, lanjutnya, BP Batam sedang dalam proses pembahasan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) untuk pengambilalihan pengelolaan pelabuhan tersebut. “Akan kita ambil alih dan sekarang dalam tahap sedang membahas MoU dan PKS-nya. Mudah-mudahan ini akan selesai,” ungkapnya. RDP Komisi VI ini membahas laporan keuangan, RKA, dan RKP dengan tiga mitra, salah satunya BP Batam. Hadir juga Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, ketujuh Deputi/ Anggota Bidang BP Batam, serta beberapa direktur di jajarannya. Baca Beritanya di BatamNow.com #batamnow #batamtiktokcommunity #batamhits #batamnews #batamisland #batamsirkel #kotabatam #batampunyacerita #semuatentangbatam #galang #rempang #barelang #fyp #fypシ #fypシ゚viral ♬ original sound – BatamNow.com
Terminal Kargo Belum Selesai
Ditanya terkait terminal kargo baru belum rampung, Annang mengatakan kendalanya dikarenakan beberapa hal yang belum selesai.
“Terkait kargo baru, kami terus mengupayakan untuk bisa segera diselesaikan agar siap operasional,” ucapnya.
Lebih dari sekadar infrastruktur, ujar Annang, bahwa PT BIB juga berkomitmen meningkatkan trafik penerbangan, baik internasional maupun domestik.
“Tidak hanya sekedar bangunan fisik yang nantinya kami bangun, atau menjadi bentuk komitmen bersama melalui 3 konsorsium PT BIB: Angkasa Pura, Incheon Internasional (Korea) dan Wika Karya,” imbuhnya.
“Kami juga terus berkoordinasi dan berkomitmen untuk meningkatkan trafik seperti di dalam dokumen penawaran kami kepada BP Batam, dan BP Batam juga mengharapkan hal tersebut,” tambahnya.
Hingga kini PT BIB telah membuka sejumlah rute baru, antara lain Batam–Korea Selatan melalui Jeju Air sejak Oktober 2024, Batam–Kuala Lumpur pada awal 2025, serta penerbangan langsung umrah Batam–Jeddah yang baru saja diluncurkan.
“Terus kami upayakan pembukaan untuk rute internasional baru, dengan konektivitas Domestik, kita melayani tidak hanya Batam tapi kota-kota di Sumatera yang terkoneksi penerbangan ke Batam. Jadi inilah koneksi yang harus kita buka, dan saya ingin menyampaikan kami tidak bisa sendiri sebagai bandara,” ujarnya.
Namun, Annang tambahkan, mereka membutuhkan suport dari ekosistem baik dari maskapai travel agent kemudian stakeholder pemerintah khususnya BP Batam, kemudian dinas pariwisata dan kebudayaan dan juga imigrasi, bea dan cukai untuk kita jadi ekosistem satu kesatuan,” ujarnya.
PT BIB, lanjut Annang, mencatat dua arah kebijakan BP Batam: menjadikan Batam sebagai pusat logistik wilayah Sumatera, dan meningkatkan rute internasional dari Bandara Hang Nadim.
“Ada dua hal yang kami catat dari BP Batam, yang pertama menjadikan Batam sebagai pusat logistik, kemudian adalah peningkatan rute-rute internasional dari Batam,” katanya di akhir wawancara. (A)

