Terminal 2 Bandara Hang Nadim Belum Dibangun, Gedung VVIP dan Gudang Kargo Belum Dioperasikan - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Terminal 2 Bandara Hang Nadim Belum Dibangun, Gedung VVIP dan Gudang Kargo Belum Dioperasikan

by BATAM NOW
11/Jul/2025 13:39
Bandara Internasional Hang Nadim Batam Siap Layani Angkutan Calon Jemaah Haji Tahun 2024

Bandara Internasional Hang Nadim, Kota Batam, Kepulauan Riau. (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Pembangunan Terminal 2 Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, yang sebelumnya direncanakan menelan anggaran hingga Rp 2,4 triliun, hingga kini belum juga terealisasi.

Padahal, peletakan batu pertama telah dilakukan oleh Kepala BP Batam saat itu, Muhammad Rudi, pada 30 Mei 2024.

Groundbreaking Terminal 2 Bandara Internasional Hang Nadim, Kamis (30/05/2024). (F: wika.go.id)

Proyek yang groundbreaking-nya cukup meriah, direncanakan rampung dan dapat beroperasi pada 2026.

Namun hingga pertengahan 2025, lahan hijau seluas lima hektare yang berada di samping gudang kargo lama hanya menyisakan satu patok cor semen sebagai penanda, tanpa ada kelanjutan pembangunan.

Lokasi groundbreaking Terminal II Bandara Internasional Hang Nadim, di dekat gedung kargo bandara. (F: BatamNow)

Lain lagi masalah bangunan Terminal VVIP Internasional yang telah diresmikan Muhammad Rudi pada 20 Desember 2024, namun sampai sekarang belum difungsikan.

Menurut sumber, gedung dua lantai yang berdiri di atas lahan seluas 1,8 hektare itu dibangun dengan anggaran Rp 73 miliar dari dana BP Batam, juga belum dioperasikan meski sudah selesai dibangun.

Gedung ini dilengkapi fasilitas modern seperti lobi utama, lounge, ruang konferensi, ruang pribadi, musala, dan ruang multifungsi.

Lokasi groundbreaking Terminal II Bandara Internasional Hang Nadim, di dekat gedung kargo bandara. (F: BatamNow)

Diselidiki Kejagung?

Hal serupa juga terjadi pada proyek gudang kargo baru yang terletak di sebelah kiri Terminal I.

Meskipun telah selesai dibangun dengan anggaran Rp 105 miliar yang bersumber dari APBD BLU BP Batam tahun anggaran 2021, fasilitas bandara ini belum dioperasikan untuk menggantikan gudang lama yang dibangun sejak tahun 1990.

Gedung Kargo Bandara Internasional Hang Nadim, Kota Batam. (F: BatamNow)

Bahkan, menurut informasi sepihak yang diperoleh BatamNow.com, proyek pembangunan gudang tersebut kini sedang dalam penyelidikan oleh Kejaksaan Agung.

Belum terkonfirmasi resmi dari berbagai pihak termasuk pihak Kejagung.

Gudang kargo baru ini memiliki luas bangunan 1.865 m² dan terdiri dari dua lantai.

Pembangunannya merupakan bagian mimpi besar BP Batam untuk menjadikan Batam sebagai hub logistik utama di kawasan Indonesia bagian barat.

Proyek ini juga mencakup pembangunan apron kargo, taxiway, serta terminal kargo seluas 9.600 m².

Sumber media ini mengungkapkan kedua fasilitas bandara ini belum mendapat izin operasional dari Menteri Perhubungan.

BP Batam akan Ambil Alih?

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, membahas transformasi tata kelola bandara dan pelabuhan laut Batam dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (09/07/2025).

Sejak 1 Juli 2022, pengelolaan Bandara Internasional Hang Nadim telah dialihkan dari BUBU BP Batam ke PT Bandara Internasional Batam (BIB), sebuah konsorsium yang terdiri dari: PT Angkasa Pura I, Incheon International Airport Corporation/IIAC, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk/WIKA.

Papan neonbox berisi informasi tentang Bandara Internasional Hang Nadim, Batam. (F: BatamNow)

Adapun masa konsesi pengelolaan bandara dengan runway 4.025 meter oleh PT BIB berlaku selama 25 tahun.

Meski demikian, Amsakar tidak menjelaskan secara rinci alasan di balik rencana penataan ulang pengelolaan bandara itu.

Ia memilih fokus pada masa depan bandara dan tidak ingin mempersoalkan kebijakan masa lalu.

“Konsorsium itu ditopang oleh tiga pihak. Tapi pada praktiknya hari ini, singkatnya, saya tak usah bahas. Kami tidak ingin terus mempersoalkan masa lalu. Lebih baik kita bicara masa depan. Lebih baik kita tata ulang pengelolaan bandara ini,” ujar Amsakar saat RDP.

@batamnow Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, membahas transformasi tata kelola bandara serta pelabuhan laut di Batam dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Rabu (09/07/2025). Menjawab pertanyaan anggota Komisi VI, Mufti Anam, Amsakar menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi besar yang tengah dilakukan BP Batam. Soal bandar udara, menurutnya, sudah hampir empat tahun ini pengelolaan Bandara Intetnasional Hang Nadim beralih dari Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) BP Batam ke konsorsium yang membentuk PT Bandara Internasional Batam (BIB). Konsorsium BIB dibentuk oleh Angkasa Pura I dengan kepemilikan saham 51 persen, Incheon International Airport Corporation (IIAC) 30 persen, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 19 persen. Amsakar enggan mengungkap detail alasan yang menjadi musabab rencana tata ulang pengelolaan bandara Batam. Tapi Kepala BP Batam yang baru menjabat sekitar empat bulan itu, menyinggung soal tak ingin mempersoalkan masa lalu. “Konsorsium itu ditopang oleh tiga. Tapi pada praktiknya hari ini, singkatnya saya tak usah bahas, kami tidak juga suka mempersoalkan masa lalu, Pak. Kami sedang ingin memperbincangkan masa depan. Lebih bagus, lebih bagus kita tata ulang soal di bandara ini,” ujar Amsakar dalam RDP, Rabu (09/07). Ia menambahkan bahwa BP Batam membutuhkan dukungan pendanaan untuk mewujudkan transformasi tersebut. Transformasi Pengelolaan Pelabuhan Laut Selain bandara, BP Batam juga tengah menyiapkan langkah untuk tata kelola pelabuhan laut. Amsakar menuturkan, saat ini pelabuhan dikelola oleh satu badan usaha yang pendanaannya bukan mandiri, justru memperolehnya dari berbagai sumber. “Kita punya pelabuhan lalu kita kerjasamakan dengan satu badan usaha. Badan usaha ini juga harus mencari pinjaman dari berbagai daerah, dari berbagai sumber termasuk dana reksa apa reksa dana, nah terbalik-balik,” katanya. “Setelah kita pelajari, kenapa enggak BP Batam saja yang kelola? Nggak ada manfaatnya, Pak. Namanya badan pengusahaan, boleh kita berusaha kok,” lanjut Amsakar. Saat ini, lanjutnya, BP Batam sedang dalam proses pembahasan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) untuk pengambilalihan pengelolaan pelabuhan tersebut. “Akan kita ambil alih dan sekarang dalam tahap sedang membahas MoU dan PKS-nya. Mudah-mudahan ini akan selesai,” ungkapnya. RDP Komisi VI ini membahas laporan keuangan, RKA, dan RKP dengan tiga mitra, salah satunya BP Batam. Hadir juga Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, ketujuh Deputi/ Anggota Bidang BP Batam, serta beberapa direktur di jajarannya. Baca Beritanya di BatamNow.com #batamnow #batamtiktokcommunity #batamhits #batamnews #batamisland #batamsirkel #kotabatam #batampunyacerita #semuatentangbatam #galang #rempang #barelang #fyp #fypシ #fypシ゚viral ♬ original sound – BatamNow.com

Ia juga menyampaikan bahwa BP Batam memerlukan dukungan pendanaan untuk mewujudkan transformasi tersebut.

Baca Juga:  DPR Sebut BP Batam Mirip VOC 'Rampas' Tanah di Rempang

Situasi ini memunculkan pertanyaan: apakah stagnasi sejumlah proyek infrastruktur bandara menjadi salah satu alasan BP Batam ingin menata ulang atau kemungkinan mengambil alih pengelolaan Bandara Hang Nadim, dengan kontrak konsesi 25 tahun ke konsorsium PT BIB?

Dirut PT BIB Annang Setia Budhi yang dikonfirmasi lewat I Wayan Widana, Corporate Secretary PT BIB Hang Nadim Batam, belum merespons.

Demikian juga Kabiro Umum BP Batam, Muhamad Taofan. (H/Red)

Berita Sebelumnya

Tim Solidaritas Nasional Kecam Kekerasan Terhadap Warga Rempang: Pelanggaran HAM

Berita Selanjutnya

GMKI Batam: Tindakan Paksa di Rempang Patahkan Harapan pada Kepala BP Batam Amsakar Achmad

Berita Selanjutnya
GMKI Batam: Tindakan Paksa di Rempang Patahkan Harapan pada Kepala BP Batam Amsakar Achmad

GMKI Batam: Tindakan Paksa di Rempang Patahkan Harapan pada Kepala BP Batam Amsakar Achmad

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com