Tanggul Kontainer Bekas di Dermaga Utara Kini Hilang, Proyek Rp 81 Miliar "Mangkrak" - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Tanggul Kontainer Bekas di Dermaga Utara Kini Hilang, Proyek Rp 81 Miliar “Mangkrak”

by BATAM NOW
06/Sep/2025 19:39
Tanggul Kontainer Bekas di Dermaga Utara Kini Hilang, Proyek Rp 81 Miliar “Mangkrak”

Tanggul berbahan kontainer (petikemas) bekas di kawasan dermaga utara Pelabuhan Batu Ampar, Batam. Dipotret pada 6 September 2025. (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Tanggul penahan gelombang yang dibangun dari kontainer (petikemas) bekas di kawasan dermaga utara Pelabuhan Batu Ampar, Batam, kini nyaris tak bersisa.

Proyek yang semula dirancang untuk menampung material pengerukan justru berakhir dengan kegagalan.

Awalnya, deretan kontainer sepanjang 500-an meter membentuk letter L, dipasang untuk menahan sedimen hasil pengerukan kolam dermaga utara.

Citra satelit pada Google Earth menampilkan dermaga Pelabuhan Batu Ampar, Batam, saat masih ada tanggul kontainer (garis kuning letter L). (F: Google Earth)

Sesuai rencana, tanggul seharusnya berdiri di atas timbunan batu, menggunakan kontainer berkondisi baik yang diisi karung pasir.

Namun, fakta di lapangan berbeda. Kontainer yang dipasang merupakan rongsokan berlubang, diisi kantong tanah, dan perlahan larut terbawa air laut.

Dermaga Pelabuhan Batu Ampar, Batam. Dipotret pada 6 September 2025. (F: BatamNow)

Tanggul Kontainer “Raib”

Hasil pantauan BatamNow.com pada Sabtu (06/09/2025), lokasi yang dulunya dipenuhi puluhan kontainer kini hanya menyisakan puing-puing besi karatan. Tidak ada lagi dinding tanggul yang berdiri di permukaan laut.

Sejumlah sumber menyebut, kontainer-kontainer tersebut sempat dijarah orang tidak dikenal (OTK). Namun, kebenaran informasi ini belum dapat dipastikan hingga saat ini.

@batamnow Tanggul penahan gelombang yang dibangun dari kontainer (petikemas) bekas di kawasan dermaga utara Pelabuhan Batu Ampar, Batam, kini nyaris tak bersisa. Proyek yang semula dirancang untuk menampung material pengerukan justru berakhir dengan kegagalan. Awalnya, deretan kontainer sepanjang 500-an meter membentuk letter L, dipasang untuk menahan sedimen hasil pengerukan kolam dermaga utara. Sesuai rencana, tanggul seharusnya berdiri di atas timbunan batu, menggunakan kontainer berkondisi baik yang diisi karung pasir. Namun, fakta di lapangan berbeda. Kontainer yang dipasang merupakan rongsokan berlubang, diisi kantong tanah, dan perlahan larut terbawa air laut. Tanggul Kontainer “Raib” Hasil pantauan BatamNow.com pada Sabtu (06/09/2025), lokasi yang dulunya dipenuhi puluhan kontainer kini hanya menyisakan puing-puing besi karatan. Tidak ada lagi dinding tanggul yang berdiri di permukaan laut. Sejumlah sumber menyebut, kontainer-kontainer tersebut sempat dijarah orang tidak dikenal (OTK). Namun, kebenaran informasi ini belum dapat dipastikan hingga saat ini. Proyek Bermasalah Proyek pendalaman kolam dermaga dimulai sejak 11 Oktober 2021 dengan kontrak awal 390 hari. Pekerjaan kemudian molor dan diperpanjang hingga 577 hari melalui delapan kali addendum. Alih-alih selesai tepat waktu, proyek justru dinyatakan gagal karena tidak memenuhi spesifikasi teknis. Berdasarkan laporan pengawasan PT Ambara Puspita, progres fisik hanya mencapai 90,62 persen. PPK akhirnya memutus kontrak pada 10 Mei 2023. Dari total pagu anggaran hampir Rp 81 miliar, telah dicairkan sekitar Rp 65,5 miliar. Sayangnya, dermaga tetap tidak bisa disandari kapal berbobot 35.000 DWT sesuai perencanaan awal. Baca selengkapnya melalui link di Bio. #batam #rempang #galang #batamnow #batamhits #semuatentangbatam #batamnews #batamhariini #batamsirkel #batampunyacerita #batamdaily #fyp #barelang #fypシ゚viral #fypシ ♬ News, news, seriousness, tension(1077866) – Lyrebirds music

Proyek Bermasalah

Proyek pendalaman kolam dermaga dimulai sejak 11 Oktober 2021 dengan kontrak awal 390 hari. Pekerjaan kemudian molor dan diperpanjang hingga 577 hari melalui delapan kali addendum.

Alih-alih selesai tepat waktu, proyek justru dinyatakan gagal karena tidak memenuhi spesifikasi teknis. Berdasarkan laporan pengawasan PT Ambara Puspita, progres fisik hanya mencapai 90,62 persen.

PPK akhirnya memutus kontrak pada 10 Mei 2023. Dari total pagu anggaran hampir Rp 81 miliar, telah dicairkan sekitar Rp 65,5 miliar. Sayangnya, dermaga tetap tidak bisa disandari kapal berbobot 35.000 DWT sesuai perencanaan awal.

Pelabuhan Batu Ampar, Kota Batam. (F: BatamNow)

Jadi Temuan BPK tahun 2023

Audit BPK RI tahun 2023 terhadap laporan keuangan BP Batam 2022 menegaskan kegagalan proyek. Kolam dermaga tidak mencapai kedalaman 12 meter yang dipersyaratkan, sehingga tidak layak menampung kapal besar.

Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas Sistem Pengendalian Intern (SPI) BP Batam 2022, sektor STA 320-STA 400 hanya mencapai progres parsial. Padahal, 80,97 persen dana proyek atau Rp 65,5 miliar sudah dicairkan kepada konsorsium kontraktor KSO:

  • PT Marinda Utamakarya Subur (Kalimantan Timur)PT Duri Rejang Berseri (Jakarta Timur)
  • PT Indonesia Timur Raya (Papua).

Ditreskrimsus Polda Kepri Usut Dugaan Korupsi

Dugaan adanya penyimpangan anggaran memicu penyelidikan Ditreskrimsus Polda Kepri. Pada 19 Maret 2025, penyidik Subdit Tipikor melakukan penggeledahan di kantor BP Batam, tepatnya Gedung BIFZA Annex 1.

Ruang kerja Pusat Perencanaan Program Strategis (Pusrenpros) serta Bagian Layanan Pengadaan menjadi fokus pemeriksaan.

Pusrenpros sendiri diketahui memegang peran strategis dalam perancangan program BP Batam.

Namun, hingga awal September 2025, polisi belum menetapkan tersangka.

Dirreskrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Silvester M Simamora, menegaskan pihaknya masih menunggu hasil audit kerugian negara dari BPK.

“Sabar, Pak. Masih dalam proses. Kami juga ingin cepat,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Kamis (28/08/2025).

Kepala Biro Humas BP Batam, Muhammad Taofan, belum merespons saat dikonfirmasi melalui pesan di WhatsApp, hingga berita ini ditayangkan. (A)

Berita Sebelumnya

Lima Tahun Pemprov Kepri Kucurkan Rp 27 Miliar, Gedung Ditreskrimsus Belum Rampung

Berita Selanjutnya

Peringati Dua Tahun Tragedi 7 September, Warga Rempang Gelar Pasar Rakyat Melawan

Berita Selanjutnya
Peringati Dua Tahun Tragedi 7 September, Warga Rempang Gelar Pasar Rakyat Melawan

Peringati Dua Tahun Tragedi 7 September, Warga Rempang Gelar Pasar Rakyat Melawan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com