BatamNow.com – Tanggul penahan gelombang yang dibangun dari kontainer (petikemas) bekas di kawasan dermaga utara Pelabuhan Batu Ampar, Batam, kini nyaris tak bersisa.
Proyek yang semula dirancang untuk menampung material pengerukan justru berakhir dengan kegagalan.
Awalnya, deretan kontainer sepanjang 500-an meter membentuk letter L, dipasang untuk menahan sedimen hasil pengerukan kolam dermaga utara.

Sesuai rencana, tanggul seharusnya berdiri di atas timbunan batu, menggunakan kontainer berkondisi baik yang diisi karung pasir.
Namun, fakta di lapangan berbeda. Kontainer yang dipasang merupakan rongsokan berlubang, diisi kantong tanah, dan perlahan larut terbawa air laut.

Tanggul Kontainer “Raib”
Hasil pantauan BatamNow.com pada Sabtu (06/09/2025), lokasi yang dulunya dipenuhi puluhan kontainer kini hanya menyisakan puing-puing besi karatan. Tidak ada lagi dinding tanggul yang berdiri di permukaan laut.
Sejumlah sumber menyebut, kontainer-kontainer tersebut sempat dijarah orang tidak dikenal (OTK). Namun, kebenaran informasi ini belum dapat dipastikan hingga saat ini.
@batamnow Tanggul penahan gelombang yang dibangun dari kontainer (petikemas) bekas di kawasan dermaga utara Pelabuhan Batu Ampar, Batam, kini nyaris tak bersisa. Proyek yang semula dirancang untuk menampung material pengerukan justru berakhir dengan kegagalan. Awalnya, deretan kontainer sepanjang 500-an meter membentuk letter L, dipasang untuk menahan sedimen hasil pengerukan kolam dermaga utara. Sesuai rencana, tanggul seharusnya berdiri di atas timbunan batu, menggunakan kontainer berkondisi baik yang diisi karung pasir. Namun, fakta di lapangan berbeda. Kontainer yang dipasang merupakan rongsokan berlubang, diisi kantong tanah, dan perlahan larut terbawa air laut. Tanggul Kontainer “Raib” Hasil pantauan BatamNow.com pada Sabtu (06/09/2025), lokasi yang dulunya dipenuhi puluhan kontainer kini hanya menyisakan puing-puing besi karatan. Tidak ada lagi dinding tanggul yang berdiri di permukaan laut. Sejumlah sumber menyebut, kontainer-kontainer tersebut sempat dijarah orang tidak dikenal (OTK). Namun, kebenaran informasi ini belum dapat dipastikan hingga saat ini. Proyek Bermasalah Proyek pendalaman kolam dermaga dimulai sejak 11 Oktober 2021 dengan kontrak awal 390 hari. Pekerjaan kemudian molor dan diperpanjang hingga 577 hari melalui delapan kali addendum. Alih-alih selesai tepat waktu, proyek justru dinyatakan gagal karena tidak memenuhi spesifikasi teknis. Berdasarkan laporan pengawasan PT Ambara Puspita, progres fisik hanya mencapai 90,62 persen. PPK akhirnya memutus kontrak pada 10 Mei 2023. Dari total pagu anggaran hampir Rp 81 miliar, telah dicairkan sekitar Rp 65,5 miliar. Sayangnya, dermaga tetap tidak bisa disandari kapal berbobot 35.000 DWT sesuai perencanaan awal. Baca selengkapnya melalui link di Bio. #batam #rempang #galang #batamnow #batamhits #semuatentangbatam #batamnews #batamhariini #batamsirkel #batampunyacerita #batamdaily #fyp #barelang #fypシ゚viral #fypシ ♬ News, news, seriousness, tension(1077866) – Lyrebirds music
Proyek Bermasalah
Proyek pendalaman kolam dermaga dimulai sejak 11 Oktober 2021 dengan kontrak awal 390 hari. Pekerjaan kemudian molor dan diperpanjang hingga 577 hari melalui delapan kali addendum.
Alih-alih selesai tepat waktu, proyek justru dinyatakan gagal karena tidak memenuhi spesifikasi teknis. Berdasarkan laporan pengawasan PT Ambara Puspita, progres fisik hanya mencapai 90,62 persen.
PPK akhirnya memutus kontrak pada 10 Mei 2023. Dari total pagu anggaran hampir Rp 81 miliar, telah dicairkan sekitar Rp 65,5 miliar. Sayangnya, dermaga tetap tidak bisa disandari kapal berbobot 35.000 DWT sesuai perencanaan awal.

Jadi Temuan BPK tahun 2023
Audit BPK RI tahun 2023 terhadap laporan keuangan BP Batam 2022 menegaskan kegagalan proyek. Kolam dermaga tidak mencapai kedalaman 12 meter yang dipersyaratkan, sehingga tidak layak menampung kapal besar.
Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas Sistem Pengendalian Intern (SPI) BP Batam 2022, sektor STA 320-STA 400 hanya mencapai progres parsial. Padahal, 80,97 persen dana proyek atau Rp 65,5 miliar sudah dicairkan kepada konsorsium kontraktor KSO:
- PT Marinda Utamakarya Subur (Kalimantan Timur)PT Duri Rejang Berseri (Jakarta Timur)
- PT Indonesia Timur Raya (Papua).
Ditreskrimsus Polda Kepri Usut Dugaan Korupsi
Dugaan adanya penyimpangan anggaran memicu penyelidikan Ditreskrimsus Polda Kepri. Pada 19 Maret 2025, penyidik Subdit Tipikor melakukan penggeledahan di kantor BP Batam, tepatnya Gedung BIFZA Annex 1.
Ruang kerja Pusat Perencanaan Program Strategis (Pusrenpros) serta Bagian Layanan Pengadaan menjadi fokus pemeriksaan.
Pusrenpros sendiri diketahui memegang peran strategis dalam perancangan program BP Batam.
Namun, hingga awal September 2025, polisi belum menetapkan tersangka.
Dirreskrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Silvester M Simamora, menegaskan pihaknya masih menunggu hasil audit kerugian negara dari BPK.
“Sabar, Pak. Masih dalam proses. Kami juga ingin cepat,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Kamis (28/08/2025).
Kepala Biro Humas BP Batam, Muhammad Taofan, belum merespons saat dikonfirmasi melalui pesan di WhatsApp, hingga berita ini ditayangkan. (A)

